Friday, July 13, 2007

Zikrul Maut Mengingat Mati, Menghidupkan Hati

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Religion & Spirituality
Author:Abdullah Gymnastiar
Allah swt berfirman dalam surat Al-A’raaf ayat 34, “Dan setiap umat mempunyai batas waktu (ajal), maka apabila telah dating ajal mereka, mereka tidak akan dapat mengundurkannya sesaat pun, dan mereka tidak pula memajukannya.”
Rasulullah bersabda : Perbanyaklah kalian mengingat mati, sebab seorang hamba yang banyka mengingat mati, maka Allah akn menghidupkan hatinya, dan Allah akan meringakan baginya, sakitnya kematian.” (HR. Dailami)

Tentang Cinta Dunia

Ciri orang yang cinta dunia, jika seseorang mencintai sesuatu, maka dia akan diperbudak oleh sesuatu yang dicintainya itu. Kedua, takut kehilangan, entah itu harta, gelar, pangkat, jabatan, dan popularitas.

Perbanyak Taubat

Tiga langkakh untuk taubat yang sebenar-benarnya
1. Mulai belajar menyesali perbuatan kita
2. Secara jujur dan terus terang kita memohon ampunanNya
3. Adanya keinginan untuk tidak mengulangi perbuatan dosa.
Pertanda taubat kita diterima atau tidak biasanya akan tampak dari perubahan yang terjadi dalam diri kita. Pertama kita menjadi senang mencari ilmu agama. Kedua, kita menjadi semakin senang berbuat kebaikan.
Semakin banyak kita bertobat, insya Allah, kita akan semakin siap untuk berpulang padaNya

Zikrul Maut

Adalah salah satu upaya untuk menghidupkan hati kita. Dengan kata lain, orang-orang yang sangat jarang ingat mati, berpeluang hatinya mengeras karena akrab dengan kemaksiatan.
Rasulullah bersabda, beramallah di dunia seakan-akan kamu bakal hidup selamanya dan berdoalah untuk akhirat, seakan-akan kamu bakal mati besok.
Faktor penyebab kita takut mati karena kita belum menganl indahnya perjumpaan dengan Allah kelak. Kita tidak siap menghadapi kematian karena kita merasa bekal kebaikan kita belum cukup.
Marilah kita mencoba menyiapkan kain kafan untuk diri kita sendiri. Atau, cobalah untuk menghiasi rumah kita dengan sesuatu hal yang dapat mengingatkan kita pada kematian.

Bersiap Diri Menjemput Ajal

Ajal sudah ditetapkan oleh Allah ketika kita di dalam kandungan; yaitu ketika usia empat bulan di dalam perut ibu.
Sebuah riwayat menyebutkan, menjelang ajal, kalau kita calon ahli kubur, kita bisa melihat malaikat maut yang mendatangi kita, meski orang-orang di sekitar kita tidak melihatnya.
Sebagian hadis mengatakan, saat nyawa dicabut, sakitnya seperti empat ratus sayatan pedang.
Beruntunglah orang-orang yang bagus persiapannya ketika hidup. Orang-orang yang keitka hidup indah akhlaknya, cemerlang memelihara diri, dan banyak bertobat, maka amalan shalat akan mendampinginya di atas. Shaum akan mendampinginya di sebelah kiri. Zakat di sebelah kanan. Sehingga kubur itu menjadi saat yang indah, dan sangat lapang.

Wahai sahabat, bersiapalah. Kai kafan selalu siap menyambut tubuh kita, mungkin besok lusa semuanya akan berakhir. Mudah-mudahan Allah yang Maha Mendengar menolong kita untuk melihat adanya kematian, meyakini adanya siksa kubur, dan meyakini bahwa kita harus menolong orang tua kita, baik hidup maupun wafat, dengan doa dan keshalihan kita. Amiiin.

”Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barang siapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan kepadanya pahala dunia itu, dan barang siapa menghendaki pahala akhirat, Kami berikan (pula) kepadanya pahala akhirat itu. Dan kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.” (QS. Ali 'Imran(3):145)
”Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." ”(QS. Al Jumu’ah (62): 8)

1 comment:

safiyya khadijah said...

Subhanallah..thank you for sharing the strong yet beautiful reminders...may we all leave this world in husnul khatimah...thank you again.