
| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Reference |
| Author: | Hernowo |
Dan ternyata, kata-kata itu layak saya ajukan kepada Anda. Setelah saya selesai membaca buku ini, maka kata-kata di dalamnya memang simpel, memang praktis, serasa mengobrol dengan penulis, dan sering kali saya merasa Wow Aku Bisa!
Tulisan di dalam buku ini benar-benar mengalir dan menggerakan. Menggugah dan memberikan gagasan. Berbeda, Berdaya, sekaligus Bebas! (meminjam kata-kata Pak Hernowo)
Berlebihan nggak sih?
Tidak. Saya menyatakan apa yang benar-benar saya rasakan setelah membaca buku ini. Buku sebelumnya yang saya baca, Mengikat Makna yang juga ditulis oleh Pak Hernowo membuat saya ingin membaca buku beliau yang satu ini. Ibaratnya, setelah saya baca buku ini, Mengikat Makna menata ulang pemikiran saya tentang membaca, menulis dan segala hal yang baru saya ketahui, sedang buku ini mem-push untuk terus melakukan, melakukan, dan melakukan apapun yang bisa memajukan diri saya. Ya menulis, membaca, belajar, dan lebih banyak lagi.
TETAPI teori hanyalah teori, semuanya seperti itu. Semua buku seperti itu, kalau tidak ada tindakan lebih lanjut dari pembaca, tidak akan ada yang terjadi.
****
Buku Yang Mengalir
1.Buku yang dapat menyajikan materi yang ingin disampaikan kepada para pembacanya secara bercerita.
2.Berkaitan dengan bagaimana seorang penulis dapat menemukan gaya khas menulisnya atau bagaimana dia dapaat menunjukkan karakternya.
3.Broses pencapaiannya dapat membangun kepercayaan diri yang tinggi.
Ngerti nggak? Kalo gak ngerti baca ndiri bukunya karena penjelasan di bukunya lebih menarik dari kesimpulan diatas.
Buku Yang Menggerakkan
Buku yang menggerakkan adalah buku itu mampu memberikan dampak kepada pemmbacanya. Dampak tersebut, terutama, berkaitan dnegan pikiran seorang pembaca. Apabila sebuah buku mampu menggerakkan seorang pembaca, artinya pembaca buku tersebut kemudian terdorong untuk memiliki ”pikiran baru” atau, sebutlah, gagasan baru.
Buku Yang Mengalir sekaligus Menggerakkan
Salah satu kriteria buku yang bergizi tinggi adlah buku yang mengalir sekaligus menggerakkan. Kenapa? Pertama, sebuah buku bergizi tinggi tidak boleh membebani para pembacanya. Kedua, apabila seseorang sudah diberi keasyikan atau kesenangan dalam menikmati sebuah teks yang mengalir, seorang pembaca akan dengan mudah menyerap manfaat sebuah buku.
Buku Yang Tertata
Buku yang tertarat berarti soal penyusunan teks. Di samping soal reasoning (penalaran) atau hal-hal yang menyangkut logika-yang dibangun oleh otak kiri-seorang penulis perlu sekali memperhatikan koherensi dan komposisi tulisannya. Untuk menjadi penulis yang berhasil memiliki deretan teks yang koheren, Anda perlu berlatih secara tekun. Sedangkan komposisi teks artinya, penulis sebelum dia menulis secara mengalir dan menggerakkan, dan berusasha keras untuk membuat seluruh teksnya berkaitan -sebelum semuanya itu mewujud- dia sudah membayangkan terlebih dahulu komposisi dari ”isi” bukunya.
Buku Yang Berkarakter
Apabila si penulis buku menyadari benar keberadaannya yang unik, yang lain sama sekali dengan orang lain, tentulah buku yang ditulisnya akan berkarakter. Kesadaran semacam ini merupakan modal utama untuk membuat buku yang bergizi tinggi. Mengapa modal utama? Sebab tiga syarat sebelumnya –mengalir, menggerakkan, dan tertata- dapat digolongkan sebagai syarat yang dapat dicapai atau dapat diraih apabila seorang penulis buku mau dan mampu membiasakan diri menulis. Sementara, syarat untuk menjadikan sebuah buku itu berkarakter merupakan syarat yang sudah melekat dengan dirinya sejak dia dilahirkan ke dunia. Buku yang berkarakter juga dapat dipastikan dapat digolongkan sebagai buku yang mengandung bahan-bahan orisinil (baca: asli, tulen).
Di dalam buku ini dijelaskan juga bagaimana sebuah buku perlu memperhatikan sinergi antara bahasa kata dan bahasa rupa, sehingga bisa memaksimalkan fungsi otak kiri dan otak kanan bagi pembaca. Juga dibahas bagaimana menyiapkan gagasan. Dari memunculkan gagasan, mengolah, dan menata gagasan sampai mengemas gagasan itu sendiri. Sampai pada akhirnya terciptalah sebuah buku yang menggugah.
Pada penutup di tuliskan, ”Saya ingin menutup buku ini dengan sebuah dorongan: menulislah! Segeralah ekspresikan pikiran dan perasaan Anda dalam kalimat-kalimat yang merupakan ciptaan Anda sendiri. Bebaskan diri Anda ketika mengeluarkan apa saja yang layak Anda keluarkan. Deretkan tulisan-tulisan Anda yang mencerminkan karakter diri Anda dalam sebuah pola. Sentuhlah dengan keinginan, kemauan, keunikan, dan gairah Anda. Saya berdoa semoga Anda dapat menyusul saya untuk membuat buku!”
No comments:
Post a Comment