Monday, August 13, 2007

Mengikat Makna (Mengubah Paradigma Membaca dan Menulis secara Radikal)

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Other
Author:Hernowo
Buku ini benar-benar merubah paradigma saya dalam membaca dan menulis. Di bawah ini saya kutipkan tip-tip yang dilampirkan dalam buku ini. Tidak seberapa dibanding isi dari buku ini yang membuka cakrawala luas yang ada dihadapan saya.


LAMPIRAN B: TIP-TIP MENARIK SEPUTAR MEMBANGKITKAN MINAT MEMBACA DAN MENULIS BUKU

7 KIAT MEMBIASAKAN DIRI MEMBACA EFEKTIF

1. Membaca = Memahami
Kiat pertama ini diangkat dari "firman imperatif' dalam Surah Pertama Al-Quran, Al-`Alaq, yang berbunyi "iqra"'. Menurut pakar tafsir Al-Quran, Dr. M. Quraish Shihab, kata "iqra"' ini terambil dari kata "qara'a" yang berarti "menghimpun". Merujuk ke ayat pertama surah tersebut, membaca sama dengan "meng¬himpun makna". Dan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara jelas baca (membaca) itu diartikan juga sebagai aktivitas "memahami".
2. Membaca = Memaknai
Membaca dalam arti memahami akan menjadi sangat efektif apabila dalam proses pemahaman itu sang pembaca menyertakan keinginannya atau mencantolkan "apa saja yang dimauinya" ke dalam teks-teks yang dibacanya. Misalnya, "Apa sih makna (manfaat) Surah Al-Alaq bagi saya?" Atau, bagaimana ya keadaan Nabi Muhammad Saw. saat menerima kelima ayat pertama Surah Al-`Alaq? Proses memaknai akan memunculkan dorongan dari dalam atau antusiasme yang menggila untuk terus mau membaca.
3. Membaca = Memperluas wawasan dan memperkaya perspektif
Kiat ketiga ini merupakan salah satu contoh memaknai dalam tingkat yang sangat "umum". Namun, sifat keumuman ini menjadi penting karena sifat kepastiannya (yaitu bila dalam proses membaca itu seseorang mampu menempuh secara benar dua kiat sebe¬lumnya). Bisa jadi, seseorang yang kurang suka membaca buku, agak kesulitan untuk memandang suatu persoalan secara luas dan meninjaunya dari pelbagai sudut pandang.
4. Kecintaan Membaca = Kecintaan belajar
Kiat keempat ini merupakan pemupukan atau pembiasaan aktivitas membaca yang memenuhi syarat ketiga kiat sebelum ini. Bagi para pembaca tekun, tumpukan pemahaman, pemaknaan, dan kekayaan ilmu akan membuatnya mencintai aktivitas mulia ini. Ada pepatah Jawa yang menarik, yaitu witing tresno jalaran soko kulino. Dan, menurut pakar membaca Mary Leonhardt, kecintaan membaca identik dengan kecintaan untuk mempelajari sesuatu yang baru atau yang akan terjadi.
5. Kita harus gemar membaca agar dapat membaca dengan baik
Pembiasaan -baik membaca yang dipupuk sedikit demi sedikit disertai kesabaran tinggi akan membuahkan suatu kegemaran. Atau, kalau susah sekali memantik minat untuk sungguh-sungguh membaca, ya berusaha-keraslah untuk menggemari aktivitas membaca. Kegemaran akan melahirkan penemuan satu metode efektif dalam hal membaca sesuai dengan karakter masing-masing pembaca. Misalnya, secara otomatis, seorang pembaca akan tiba-¬tiba mencatat, memberi tanda, dan mensistematisasi aktivitas membacanya.
6. Membaca dengan baik = menyantap "makanan ruhani" secara teratur, sebagaimana kita melakukan sarapan pagi, makan siang, diselingi "ngemil" di sore hari, dan akhirnya makan malam
Ini contoh pemaknaan sederhana atas hasil yang diharapkan lahir dari kiat kelima. Akhirnya toh, sebagaimana pernah disampaikan oleh pujangga Inggris, "We first make our habits, then our habits make us." Pada mulanya, kitalah yang menciptakan kebiasaan. Lama-kelamaan, kebiasaan yang kita ciptakan itulah yang membangun watak kita.
7. Membaca adalah salah satu aktivitas terpenting sepan¬jang hayat, lebih-lebih lagi di era Internet yang sarat percepatan dan perubahan seperti saat ini
Kiat terakhir ini semacam sugesti: pembangkit harapan dan semangat. Bagaimana kita mampu mengejar ketinggalan atau menyesuaikan dengan perubahan yang tengah terjadi bila kita enggan belajar terus lewat kegiatan yang paling mudah: membaca?


7 KIAT MEMBIASAKAN DIRI MENULIS EFEKTIF

1. Menulis = Membebaskan diri
Setiap orang memiliki kemampuan menulis atau menunjuk¬kan simbol-simbol yang tampak mata dalam mengomunikasikan sesuatu kepada orang lain. Kemampuan ini ibarat jin yang ter-simpan di botol Aladin dan botolnya tersumbat. Setiap orang perlu berupaya keras membebaskan sumbatan agar jin atau potensi menulis itu melejit keluar.
2. Menulis = Mengekspresikan diri
Ini merupakan salah satu cara membuang sumbatan botol. Anggaplah yang ada di dunia ini hanya Anda sendiri. Anda bebas mengutarakan apa saja dan tidak ada orang yang "mengancam" atau akan menilai Anda. Anda pun bebas mengaitkan materi yang ingin Anda ungkapkan sesuai dengan watak Anda.
3. Menulis = Menemukan diri
Ini juga dapat dikatakan dapat membantu mempercepat pembuangan sumbatan botol. Anda akan terdorong sangat keras bila aktivitas menulis ditargetkan untuk mengenal diri Anda sedikit demi sedikit ibarat menyusun mainan puzzle yang akhirnya gambaran keseluruhan (the big picture) tersusun indah dan penuh makna.
4. Milikilah catatan harian
Kiat keempat ini ibarat menyediakan wadah untuk menampung semburan potensi menulis Anda yang tiba-tiba sumbatan botolnya terlepas dan muncrat. Tulislah apa saja sepanjang hari. Saya anjurkan Anda menulis setiap hari pada pagi hari, sehabis bangun tidur. Saya anjurkan pula Anda menuliskan semua hal yang menyesaki benak Anda: Seorang psikolog dan ahli terapi menulis, James Pennebaker, menganjurkan, "Write your wrongs!"
5. Kebiasaan menulis = Kecintaan "mengikat" ilmu
Apabila Anda sudah memiliki catatan harian, biasakanlah untuk "mengikat" apa saja yang menurut Anda penting untuk diingat. Metode mengingat yang paling efektif itu adalah dengan mencatat. Sebagaimana komputer, gudang memori manusia itu sangat terbatas. Kalau terlalu melimpah datanya, komputer akan "hang", sementara manusia akan mengalami "stres".
6. Membacalah buku sebanyak-banyaknya
Ibarat Anda buang hajat besar lantaran kekenyangan, sese¬orang akan gampang mengungkapkan apa saja yang diingininya lewat tulisan bila "kekenyangan informasi yang diasyiki". Jadi, membacalah buku sesuai '7 Kiat Membiasakan Diri Membaca Efektif'.
7. Menulis = Aktivitas intelektual-praktis yang dapat dilaku¬kan oleh siapa saja dan amat berguna untuk mengukur sudah seberapa tinggi pertumbuhan ruhani seseorang
Banggakanlah diri Anda dan rayakanlah kemenangan Anda bila mampu mengungkapkan sesuatu secara tertata dan dalam kata-kata yang akurat serta kalimat-kalimat yang jernih. Apabila tulisan Anda diminati untuk dipahami orang lain, itu berarti Anda telah melakukan sesuatu yang mulia dan agung: membagikan kekayaan batin! Setiap Anda selesai menuliskan sesuatu, bukan hanya fisik Anda yang tumbuh karena "makanan jasmani", jiwa Anda pun tumbuh karena "makanan ruhani".

selanjutnya :
7 KIAT MEMBIASAKAN DIRI MENERJEMAHKAN SECARA EFEKTIF
7 KEAJAIBAN MEMBACA DAN MENULIS
7 KIAT EFEKTIF MENGENALI BUKU “BERGIZI”
7 HAL YANG MENGITARI “DUNIA TEKS”
7 HAL YANG MENGITARI “DUNIA BUKU”

baca sendiri di bukunya ya...

foto bersama pak hernowo :
http://fireman0410syah.multiply.com/photos/photo/26/9

No comments: