Monday, August 13, 2007

Mengikat Makna (Mengubah Paradigma Membaca dan Menulis secara Radikal)

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Other
Author:Hernowo
Buku ini benar-benar merubah paradigma saya dalam membaca dan menulis. Di bawah ini saya kutipkan tip-tip yang dilampirkan dalam buku ini. Tidak seberapa dibanding isi dari buku ini yang membuka cakrawala luas yang ada dihadapan saya.


LAMPIRAN B: TIP-TIP MENARIK SEPUTAR MEMBANGKITKAN MINAT MEMBACA DAN MENULIS BUKU

7 KIAT MEMBIASAKAN DIRI MEMBACA EFEKTIF

1. Membaca = Memahami
Kiat pertama ini diangkat dari "firman imperatif' dalam Surah Pertama Al-Quran, Al-`Alaq, yang berbunyi "iqra"'. Menurut pakar tafsir Al-Quran, Dr. M. Quraish Shihab, kata "iqra"' ini terambil dari kata "qara'a" yang berarti "menghimpun". Merujuk ke ayat pertama surah tersebut, membaca sama dengan "meng¬himpun makna". Dan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, secara jelas baca (membaca) itu diartikan juga sebagai aktivitas "memahami".
2. Membaca = Memaknai
Membaca dalam arti memahami akan menjadi sangat efektif apabila dalam proses pemahaman itu sang pembaca menyertakan keinginannya atau mencantolkan "apa saja yang dimauinya" ke dalam teks-teks yang dibacanya. Misalnya, "Apa sih makna (manfaat) Surah Al-Alaq bagi saya?" Atau, bagaimana ya keadaan Nabi Muhammad Saw. saat menerima kelima ayat pertama Surah Al-`Alaq? Proses memaknai akan memunculkan dorongan dari dalam atau antusiasme yang menggila untuk terus mau membaca.
3. Membaca = Memperluas wawasan dan memperkaya perspektif
Kiat ketiga ini merupakan salah satu contoh memaknai dalam tingkat yang sangat "umum". Namun, sifat keumuman ini menjadi penting karena sifat kepastiannya (yaitu bila dalam proses membaca itu seseorang mampu menempuh secara benar dua kiat sebe¬lumnya). Bisa jadi, seseorang yang kurang suka membaca buku, agak kesulitan untuk memandang suatu persoalan secara luas dan meninjaunya dari pelbagai sudut pandang.
4. Kecintaan Membaca = Kecintaan belajar
Kiat keempat ini merupakan pemupukan atau pembiasaan aktivitas membaca yang memenuhi syarat ketiga kiat sebelum ini. Bagi para pembaca tekun, tumpukan pemahaman, pemaknaan, dan kekayaan ilmu akan membuatnya mencintai aktivitas mulia ini. Ada pepatah Jawa yang menarik, yaitu witing tresno jalaran soko kulino. Dan, menurut pakar membaca Mary Leonhardt, kecintaan membaca identik dengan kecintaan untuk mempelajari sesuatu yang baru atau yang akan terjadi.
5. Kita harus gemar membaca agar dapat membaca dengan baik
Pembiasaan -baik membaca yang dipupuk sedikit demi sedikit disertai kesabaran tinggi akan membuahkan suatu kegemaran. Atau, kalau susah sekali memantik minat untuk sungguh-sungguh membaca, ya berusaha-keraslah untuk menggemari aktivitas membaca. Kegemaran akan melahirkan penemuan satu metode efektif dalam hal membaca sesuai dengan karakter masing-masing pembaca. Misalnya, secara otomatis, seorang pembaca akan tiba-¬tiba mencatat, memberi tanda, dan mensistematisasi aktivitas membacanya.
6. Membaca dengan baik = menyantap "makanan ruhani" secara teratur, sebagaimana kita melakukan sarapan pagi, makan siang, diselingi "ngemil" di sore hari, dan akhirnya makan malam
Ini contoh pemaknaan sederhana atas hasil yang diharapkan lahir dari kiat kelima. Akhirnya toh, sebagaimana pernah disampaikan oleh pujangga Inggris, "We first make our habits, then our habits make us." Pada mulanya, kitalah yang menciptakan kebiasaan. Lama-kelamaan, kebiasaan yang kita ciptakan itulah yang membangun watak kita.
7. Membaca adalah salah satu aktivitas terpenting sepan¬jang hayat, lebih-lebih lagi di era Internet yang sarat percepatan dan perubahan seperti saat ini
Kiat terakhir ini semacam sugesti: pembangkit harapan dan semangat. Bagaimana kita mampu mengejar ketinggalan atau menyesuaikan dengan perubahan yang tengah terjadi bila kita enggan belajar terus lewat kegiatan yang paling mudah: membaca?


7 KIAT MEMBIASAKAN DIRI MENULIS EFEKTIF

1. Menulis = Membebaskan diri
Setiap orang memiliki kemampuan menulis atau menunjuk¬kan simbol-simbol yang tampak mata dalam mengomunikasikan sesuatu kepada orang lain. Kemampuan ini ibarat jin yang ter-simpan di botol Aladin dan botolnya tersumbat. Setiap orang perlu berupaya keras membebaskan sumbatan agar jin atau potensi menulis itu melejit keluar.
2. Menulis = Mengekspresikan diri
Ini merupakan salah satu cara membuang sumbatan botol. Anggaplah yang ada di dunia ini hanya Anda sendiri. Anda bebas mengutarakan apa saja dan tidak ada orang yang "mengancam" atau akan menilai Anda. Anda pun bebas mengaitkan materi yang ingin Anda ungkapkan sesuai dengan watak Anda.
3. Menulis = Menemukan diri
Ini juga dapat dikatakan dapat membantu mempercepat pembuangan sumbatan botol. Anda akan terdorong sangat keras bila aktivitas menulis ditargetkan untuk mengenal diri Anda sedikit demi sedikit ibarat menyusun mainan puzzle yang akhirnya gambaran keseluruhan (the big picture) tersusun indah dan penuh makna.
4. Milikilah catatan harian
Kiat keempat ini ibarat menyediakan wadah untuk menampung semburan potensi menulis Anda yang tiba-tiba sumbatan botolnya terlepas dan muncrat. Tulislah apa saja sepanjang hari. Saya anjurkan Anda menulis setiap hari pada pagi hari, sehabis bangun tidur. Saya anjurkan pula Anda menuliskan semua hal yang menyesaki benak Anda: Seorang psikolog dan ahli terapi menulis, James Pennebaker, menganjurkan, "Write your wrongs!"
5. Kebiasaan menulis = Kecintaan "mengikat" ilmu
Apabila Anda sudah memiliki catatan harian, biasakanlah untuk "mengikat" apa saja yang menurut Anda penting untuk diingat. Metode mengingat yang paling efektif itu adalah dengan mencatat. Sebagaimana komputer, gudang memori manusia itu sangat terbatas. Kalau terlalu melimpah datanya, komputer akan "hang", sementara manusia akan mengalami "stres".
6. Membacalah buku sebanyak-banyaknya
Ibarat Anda buang hajat besar lantaran kekenyangan, sese¬orang akan gampang mengungkapkan apa saja yang diingininya lewat tulisan bila "kekenyangan informasi yang diasyiki". Jadi, membacalah buku sesuai '7 Kiat Membiasakan Diri Membaca Efektif'.
7. Menulis = Aktivitas intelektual-praktis yang dapat dilaku¬kan oleh siapa saja dan amat berguna untuk mengukur sudah seberapa tinggi pertumbuhan ruhani seseorang
Banggakanlah diri Anda dan rayakanlah kemenangan Anda bila mampu mengungkapkan sesuatu secara tertata dan dalam kata-kata yang akurat serta kalimat-kalimat yang jernih. Apabila tulisan Anda diminati untuk dipahami orang lain, itu berarti Anda telah melakukan sesuatu yang mulia dan agung: membagikan kekayaan batin! Setiap Anda selesai menuliskan sesuatu, bukan hanya fisik Anda yang tumbuh karena "makanan jasmani", jiwa Anda pun tumbuh karena "makanan ruhani".

selanjutnya :
7 KIAT MEMBIASAKAN DIRI MENERJEMAHKAN SECARA EFEKTIF
7 KEAJAIBAN MEMBACA DAN MENULIS
7 KIAT EFEKTIF MENGENALI BUKU “BERGIZI”
7 HAL YANG MENGITARI “DUNIA TEKS”
7 HAL YANG MENGITARI “DUNIA BUKU”

baca sendiri di bukunya ya...

foto bersama pak hernowo :
http://fireman0410syah.multiply.com/photos/photo/26/9

Cerita di balik PILKADA Jakarta 3 (SMS dan Perang Uhud)

SMS dan Perang Uhud

 

Tanggal 7 Agustus 2007 pukul 22:40 saya mendapat sms yang tertulis, “AMUNISI TERAKHIR utk KMENANGAN: Stiap kader wjib: 1.bc quran min 1juz mlm ini, 2.qyamulail mlai 03.30 dn sling miscall, 3.doakan kmenangan dkwh ini, 4……”, dst. Tanggal 5 Agustus sore pun saya menerima sms serupa itu, yang intinya tawakal kepada Allah. Jadi teringat, sebuah kisah ketika pasukan Amru bin Ash ingin menaklukan Mesir dan memerlukan bala bantuan dari Madinah. Namun bukan bala bantuan yang dikirimkan oleh Khalifah Umar tetapi hanya sebuah surat dengan peringatan agar pasukan Amru bin Ash meninggalkan maksiat dan bertaubat kepada Allah. Akhirnya pasukan itu berhasil menaklukan Mesir.

Atau sebuah kisah Perang Badar, ketika sekitar 300 orang kaum Muslimin yang didominasi oleh kaum Anshar berhadapan dengan pasukan kaum Quraisy yang jumlahnya lebih dari tiga kali lipat kaum Muslimin. Sebelum perang itu dimulai, Nabi Muhammd saw berdoa dengan khusyuknya disaksikan oleh Abu Bakar AsSidiq, memohon pertolongan Allah swt atas kaum Muslimin. Dan akhirnya kemenangan pun diraih kaum Muslimin.

Lalu apa hubungannya dengan Pilkada Jakarta? Bahwa sebenarnya ikhtiar itu mutlak adanya. Usaha untuk mendapat kemenangan itu perlu dilakukan sampai titik darah penghabisan. Tetapi ketika segala hal direncankan dan dilakukan maka yang terakhir adalah keputusan berada di tangan Allah. Pasukan Amru bin Ash bisa menang, kaum Muslimin mengalahkan kaum Quraisy di perang Badar, dan Allah menjanjikan "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah : 249), lalu bagaimana kita bisa kalah di Pilkada Jakarta?

Jadi teringat kisah Perang Uhud, sebelum perang segala hal direncanakan, apakah akan bertahan di Madinah atau maju berhadapan di Gunung Uhud. Keputusan pun diambil, perang di Gunung Uhud dengan segala persiapannya. Segala siasat perang dirancang, segala perintah begitu diperhatikan. Sampai pada sebuah peringatan agar pasukan panah yang ada di Gunung Uhud tidak pergi meninggalkan posisinya sampai kemenangan benar-benar diraih. Alhasil kemenangan di raih kaum Muslimin di Perang Uhud, akan tetapi ketika kemenangan belum diraih sepenuhnya dan pengejaran terhadap pasukan Quraisy masih dilakukan, pasukan panah itu meninggalkan posnya hanya karena ingin cepat mendapatkan harta rampasan perang. Pasukan Quraisy yang melihat peluang ini akhirnya kembali menyerang dengan pasukan yang sudah dipersiapkan sebelumnya, sehingga kaum Muslimin mengalami kekalahan.

Pilkada, Perang Badar, dan Perang Uhud. Semuanya sudah menjadi kisah yang telah berlalu. Menganalisanya bukan menjadi sebuah hal yang tidak berguna kalau kita bisa mengambil beribu hikmah yang terkandung didalamnya. Kita bisa menganggap itu sebagai kekalahan atau kemenangan, tergantung dari sudut pandang mana kita melihat.

 

Wednesday, August 08, 2007

PRIA DARI MARS, WANITA DARI VENUS

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Other
Author:Dr. john Gray PhD
Kalau buku Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps mengidentikkan secara ilmiah pria dan wanita dengan orang primitif. Bahwa pria yang biasa berburu dan wanita yang menjaga gua. sedangkan buku yang satu ini menggambarkan pria dan wanita dengan cara yang berbeda.

PRIA DARI MARS, WANITA DARI VENUS

Bayangkanlah bahwa para pria berasal dari Mars dan para wanita dari Venus. Pada suatu hari di zaman dahulu, penduduk Mars yang sedang meneropong melalui teleskop menemukan orang-orang Venus. Melihat penduduk Venus, timbul perasaan-perasaan yang belum pernah mereka kenal. Mereka jatuh cinta dan segera menciptakan penerbangan angkasa untuk terbang ke Venus. Orang-orang Venus menyambut orang-orang Mars dengan tangan terbuka. Secara naluri, mereka tahu hari ini akan datang. Hati mereka terbuka lebar-lebar untuk cinta yang belum pernah mereka rasakan.
Cinta antara penduduk Venus dengan penduduk Mars terasa ajaib. Mereka senang berkumpul bersama, melakukan segala sesuatu bersama, dan saling berbagi rasa. Meskipun berasal dari dunia yang berbeda, mereka bahagia atas per¬bedaan-perbedaan itu. Berbulan-bulan mereka saling mem¬pelajari, menjajagi, dan menghargai kebutuhan-kebutuhan, kesukaan-kesukaan, serta pola-pola tingkah laku mereka yang berlainan. Selama bertahun-tahun mereka hidup bersama ¬dalam cinta dan keselarasan.
Kemudian mereka memutuskan untuk terbang ke bumi. Pada awalnya segala sesuatunya indah dan menyenangkan. Tapi pengaruh atmosfer bumi mulai terasa, dan pada suatu pagi setiap orang terbangun dan mengalami suatu amnesia yang aneh - amnesia selekif!
Orang Mars maupun orang-orang Venus itu lupa bahwa mereka berasal dari planet yang berbeda dan memang seharusnya berbeda. Pada suatu pagi, segala sesuatu yang mereka ketahui tentang perbedaan-perbedaan mereka terhapus dari ingatan dan sejak hari itu, para pria dan para wanita terus-menerus bertengkar.

http://fireman0410syah.multiply.com/journal/item/29

Cerita di balik PILKADA Jakarta 2 (Menang Tipis!)

Menang Tipis

 

“Menang tipis!”, ujar saya sambil tersenyum. Saya yang dari tadi pagi sudah di TPS sebagai saksi masih bisa tersenyum ketika ada yang menanyakan bagaimana hasil perhitungan suara siang tadi jam 2.

Pagi tadi dengan memakai baju koko seperti instruksi, saya melangkah gagah ke TPS. Sampai di TPS beberapa anggota KPPS sudah ada di tempat termasuk Ketua KPPS. Tegur sapa untuk menambah keakraban, berhasil mengurangi ketegangan. Jam 7 hampir tiba, semua perlengkapan sudah diperiksa, tetapi saksi dari Fauzi-Prijanto belum datang. Pak RT yang anggota FORKABI mulai menelepon untuk mencari tahu.

”Udaaah... bukan urusan kita, kita kan cuma ngurusin TPS doang!” ujar KPPS 2 yang merasa risih. Pak RT yang juga anggota KPPS bertugas menjaga kotak suara pun memberikan alasannya, tetapi dengan nada bercanda (mungkin) kembali disahut oleh KPPS2.

”Begini ni kalau udah dapet serangan fajar!”, mereka berdua pun tertawa, saya pun ikut tertawa.

Akhirnya saksi dari Fauzi-Prijanto pun tidak datang. Sesumbar dengan nada bercanda ke Pak RT, saya merasa tidak ada temannya, ”Wah nggak ada temen ngorbrolnya nih pak!”.

Jam 7 lewat 1 menit upacara dimulai. Para anggota KPPS di sumpah, kotak suara dibuka dan dikeluarkan segala isinya kemudian dicatat. Banyak toleransi yang saya lakukan, terhadap anggota KPPS yang selalu  menganggap mudah semua permasalahan yang ada, tetapi memang hanya masalah administrasi kecil, sehingga semua itu hanya saya rekam saja, tetapi tidak saya protes. Para pemilih pun sudah ada yang datang. Dan pencoblosan dimulai!

Sepanjang pencoblosan tidak ada permasalahn yang berarti. Sempat ada isu dari saksi bayangan kalau saja warga yang tidak mendapatkan kartu pemilih, bisa melakukan pencoblosan walau tidak terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap). Tetapi apa daya, ketua KPPS tidak menyetujui, dan saya tidak bisa berbuat apa-apa terlebih saya sudah membuat kesepakatan/perjanjian tersendiri tentang masalah ini, bahwa warga yang tidak mendapatkan kartu pemilih bisa melakukan pencoblosoan apabila terdaftar di DPT. Kesepakatan itu sudah ditandatangani bersama sehari sebelum pencoblosan. Tetapi tetap hal itu coba di konfirmasi ke kelurahan dan hasilnya nihil, warga yang tidak terdaftar di DPT tidak dapat melakukan pencoblosan.

Ada dua orang yang datang hanya dengan membawa KTP dan tidak terdaftar di DPT. Satu orang yang merasa bingung, tinggal lama di situ, istrinya dapat kartu pemilih, tetapi dia tidak dapat, padahal saat pemilu dia mendapat kartu pemilih. Ada lagi yang datang, sama seperti yang tadi, lucunya lagi dia sempat menceramahi KPPS terutama yang mendata warga.Ada lagi dua orang yang melaporkan salah seorang keluarganya sakit, tetapi mempunyai kartu pemilih. Sampai akhirnya salah satu anggota KPPS dan saya sebagai saksi mendatangi rumahnya, dengan membawa kertas suara, alat pencoblosan, tinta, dan tak lupa surat mandat pendamping pemilih sebaga bukti bahwa pemilih dapat mencoblos dengan didampingi oleh orang yang dipilihnya.

Setelah ishoma, tidak ada lagi pemilih yang datang. Dari 396 yang terdaftar, hanya 304 yang menggunakan hak pilihnya, 148 laki-laki dan 156 perempuan. Jam 1 pun tiba. Setelah bersiap-siap pada kondisi perhitungan suara, kotak suara pun dibuka. Perhitungan pun dimulai. Tak ada kejanggalan sama sekali dalam perhitungan suara. Hal-hal yang ditakutkan seperti di Pilkada Banten, tidak ada yang terjadi. Hasilnya pun 300 suara sah dan 4 tidak sah karena ada yang tidak di tusuk juga ada yang ditusuk di kedua kandidat. Awalnya suara Fauzi-Prijanto memimpin, dan kemudian susul menyusul. Hal ini yang membuat saya yang dari tadi merasa rileks saja menjadi tegang, terlebih anak-anak kecil yang berteriak “Weeee….”, ketika Nomor 2 disebut dan “Huuuuu…”, ketika nomor 1 disebut. Tetapi akhirnya saya ikutan teriak bareng-bareng dengan tetap memperhatikan untuk meredam ketegangan itu. Ada ibu-ibu yang nyeletuk tapi terdengar serius (menurut saya) kalau saja sendainya Fauzi-Prijanto menang nanti akan mendapat beras dari Pak RT. Dan hasilnya menang tipis, Adang-Dani 143 dan Fauzi-Prijanto 157. Pak RT yang dari tadi juga terlihat tegang ketika perhitungan sudah mulai sumringah. Telepon kesana kemari melaporkan hasil kemenangannya. Dan celetukan itu terdengar lagi.

“Nanti jangan lupa ambil beras dari Pak RT, Fauzi-Prijanto menang!”, sambil beres-beres celetukan itu terdengar serius seperti menagih janji (kembali menurut saya). :)

Tuesday, August 07, 2007

Cerita di balik PILKADA Jakarta

Cerita di balik PILKADA Jakarta

 

“Saya mah milih Fauzi Bowo aja”, cerita Bapak saya menirukan perkataan seorang pedagang kaki lima yang beliau tanyakan tentang siapa yang mau dia pilih dalam Pilkada DKI Jakarta nanti. Dia memilih Fauzi Bowo dengan alasan kalau Adang Daradjatun menang nanti dia bisa terkena penggusuran karena

“Kan Benahi Jakarta Pak, nanti saya kena dibenahi lagi. Jadi nggakj bisa dagang!”

Ironis memang, Jakarta mau dibenahi, tapi ada orang yang tidak mau dibenahi karena maunya sendiri. Tapi inilah omongan wong cilik, yang di dalam pikirannya mungkin hanya berpikir untuk mencari makan saja.

“PKS itu bersih lho...kalo menang wah gawat”

Ini lebih ironis lagi. Yang ngomong orang Departemen Aparatur Negara. Wong bersih kok gawat. Maklum aja, selama ini dia...ups. Saya juga nggak tau dia ngapain.

“Sekolah digratisin lho...nanti proyeknya juga digratisin lagi. Bagian kita?!?!”

Eng ing eng...nadanya bercanda sih tapi punya makna yang amat dalam. Maklum yang ngomong karyawan sebuah konsultan yang langganan dapet proyek untuk renovasi sekolah.

“Bapak sih tetap milih Fauzi.....”, terus diam.

Kalau yang ini bapak saya yang ngomong. Tapi tidak menjelaskan apa-apa. Langsung saja saya celotehi,”Memangnya siapa yang naikin gaji guru sampai tertinggi di DKI Jakarta di banding wilayah lain? Ya karena PKS menang di Jakarta”. Saya mencoba menjelaskan kalau dari awal  Fauzi Bowo (2002) tidak bisa menaikkan gaji guru di Jakarta (walau keputusan akhir bukan di tangan dia), tetapi sejak PKS memenangkan Pemilu di Jakarta (2004), kesejahteraan guru meningkat toh. Walau belum sepenuhnya, tetapi ini sebuah indikasi awal untuk kesejahteraan selanjutnya. Tapi maklum lah Bapak saya ngomong gitu, Bapak ku yang seorang guru ini sudah seperti di doktrin dari PGRi yang sepakat untuk memilih Fauzi Bowo.

“Iiiih....gua nanti mau coblos Adang ah. Gua mau liat dia bisa buktiin janjinya. SMA gratis boo...”

Kalau ini teman saya yang ngomong yang semangat mendengar janji-janji Adang ketika kampanye.

“Fauzi juga janjiin gitu tau” balas saya. Tapi dia mengatakan kalau Fauzi Cuma menjanjikan aman dan nyaman doang. Entah siapa yang benar. tapi saya yakin kalau saya yang benar.

“Saya pilih Adang dong!”, kata seorang karyawan kantor lagi.

“Biar anaknya sekolah gratis ya pak?” balas saya. Dan memang dia mengharapkan seperti itu.

Ada lagi cerita dari teman saya ketika mengajak Ibu-ibu tetangga untuk kampanye PKS.

“Aduh dek, gimana ya saya jadi bingung?!?”

“Kenapa bu?terserah ibu mau jadi ikut atau nggak?”

“Gini aja deh, sudah terlanjur dapet 20 rb nih, ga enak, sekarang saya ikut kampanye Fauzi tapi nanti coblos Adang deh?”

Terang saja teman saya mempersilahkan, karena memang dari awal teman saya itu sudah menyerahkan keputusan kepada ibu tersebut dan tentunya dia yakin kalau ibu itu pasti akan mencoblos Adang.

Dan masih banyak cerita lain di PILKADA DKI Jakarta ini yang lucu-lucu, yang aneh-aneh, yang serius. Karena kebetulan di sekitar saya ada Guru, PNS, pejabat, Koruptor, Kader PKS, simpatisan, wong cilik, KPPS, dll. Saya hanya bisa tertawa, tersenyum, merenggut, dan kadang memanas-manasi. Tapi arus tetap saya bawa ke arah yang benar (menurut saya). :)

Sunday, August 05, 2007

Men Are from Mars Women Are from Venus


Men Are from Mars Women Are from Venus


1.      Saat wanita berkata, "Kau tidak mendengarkan;" pria berkata, "Apa maksudmu aku tidak mendengarkan? Aku dapat mengatakan padamu segala yang kaukatakan:" Pria yang sedang berada di gua dapat merekam apa yang dikatakan wanita dengan lima persen pikirannya yang masih mendengarkan. Pria menganggap bila ia mendengarkan dengan lima persen, berarti ia sudah mendengarkan. Tapi kaum wanita menginginkan perhatian sepenuhnya.

2.      Saat wanita berkata, "Aku merasa kau tidak hadir di sini;" pria berkata, "Apa maksudmu aku tidak hadir di sini? Tentu saja aku ada di sini. Bukankah kau melihat tubuhku?" Ia berpikir bahwa bila tubuhnya hadir, wanita itu tidak boleh berkata bahwa ia tidak hadir di situ. Namun, sekalipun tubuh pria itu hadir, sang wanita tidak merasakan seluruh kehadirannya, dan itulah yang dimaksud si wanita tadi.

3.      Saat wanita berkata, "Kau tidak peduli padaku," pria berkata, "Tentu saja aku peduli. Kaupikir kenapa aku berusaha memecahkan masalah ini?" Pria menganggap bahwa karena perhatiannya terpaku untuk memecahkan masalah yang entah bagaimana akan bermanfaat bagi si wanita, wanita itu seharusnya mengerti bahwa si pria mengasihinya. Namun wanita itu perlu merasakan perhatian langsung dan kepedulian pria itu.. Itulah yang benar-benar diinginkan si wanita itu.

4.      Saat wanita berkata, "Aku merasa diriku tidak penting bagimu;" pria berkata, "Konyol sekali. Tentu saja kau penting: Pria berpikir bahwa si wanita tidak seharusnya merasa demikian, sebab pria itu sedang memecahkan persoalan-persoalan yang bermanfaat bagi wanita tadi. Pria tidak menyadari bahwa saat ia memusatkan perhatian pada satu kesulitan dan mengabaikan kesulitan-kesulitan yang dirisaukan oleh istrinya, dengan tindakan itu hampir setiap wanita akan memberi tanggap yang sama dan menganggap sebagai serangan pribadi dan merasa tidak penting.

5.      Saat wanita berkata, "Kau tak punya perasaan. Kau terlalu banyak berpikir," pria berkata, "Apa salahnya tindakan ini? Bagaimana aku harus menyelesaikan masalah ini?" Pria berpikir bahwa si wanita terlampau kritis dan banyak menuntut, padahal pria tersebut sedang melakukan sesuatu yang sangat penting agar ia dapat menyelesaikan kesulitan-kesulitannya. Pria merasa tidak dihargai. Apalagi ia tidak mengakui perasaan-perasaan istrinya. Kaum pria umumnya tidak menyadari betapa ekstrem dan cepat mereka beralih dari sikap hangat dan penuh perasaan menjadi tak mau menanggapi serta menjauh. Di dalam guanya, pria terkungkung dengan penyelesaian masalahnya dan ia tidak menyadari akibat ketidakpeduliannya bagi orang-orang lain.

 

SEPULUH KELUHAN UMUM YANG MUDAH DISALAHARTIKAN

Wanita mengatakan hal-hal seperti ini

Pria menanggapi seperti ini

"Kita tak pernah jalan-jalan"

“Itu tidak benar. Kita jalan-jalan minggu lalu”

"Semua orang mengabaikan aku"

"Aku yakin ada yang memperhatikanmu:"

"Aku sangat lelah, aku tak sanggup

“Konyol. Kau bukannya tak berdaya.”

            melakukan apa pun

 

"Aku ingin melupakan segalanya"

"Kalau kau tidak menyukai pekerjaanmu,

 

berhenti saja.”

"Rumah ini selalu berantakan"

“Rumah tidak selalu berantakan.”

"Tak ada orang yang mendengarkan aku lagi"

"Tapi aku mendengarkanmu sekarang ini."

"Tidak ada yang beres"

"Jadi, maksudmu itu kesalahanku?

"Kau tidak mencintaiku lagi"

"Tentu aku masih mencintaimu. Itu sebabnya

 

aku ada di sini"

"Kita selalu tergesa-gesa"

"Kita tidak selalu tergesa-gesa. Hari Jumat kita

 

santai-santai saja.”

"Aku menginginkan lebih banyak roman"

"Jadi, maksudmu aku tidak romantis?


"Kita tak pernah jalan-jalan" kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Mars berarti "Aku ingin pergi keluar dan melakukan sesuatu bersama-sama. Kita selalu senang menghabiskan waktu berdua, dan aku senang bersama denganmu. Bagaimana pendapatmu? Maukah kau mengajakku makan di luar? Sudah beberapa hari kita tidak makan di luar:"

Tanpa terjemahan ini, bila seorang wanita berkata, "Kita tak pernah pergi keluar", pria barangkali memaksudkannya "Kau tidak melaksanakan tugasmu. Betapa mengecewakannya kau. Kita tak pernah lagi melakukan apa pun bersama-sama, karena kau malas, tidak romantis, dan pokoknya membosankan:"

"Semua orang mengabaikan aku" diterjemahkan dalam bahasa Mars berarti "Hari ini aku merasa diabaikan dan tidak diakui. Aku merasa tak ada yang melihatku. Tentu saja aku yakin ada yang melihatku, tapi mereka tampaknya tak peduli padaku. Kukira aku juga kecewa, sebab akhir-akhir ini kau terlampau sibuk. Aku benar-benar menghargai kerja kerasmu, dan kadang-kadang aku mulai merasa diriku tidak penting bagimu. Aku khawatir pekerjaanmu lebih penting daripada aku. Maukah kau memelukku dan mengatakan betapa istimewanya aku bagimu?"

Tanpa terjemahan ini, apabila wanita berkata, "Semua orang mengabaikan aku", pria barangkali mengartikannya "Aku begitu tidak bahagia. Aku tidak memperoleh perhatian yang kubutuhkan. Segala sesuatunya sama sekali tanpa harapan. Bahkan kau pun tidak memperhatikan aku, padahal mestinya kau mencintai aku. Kau seharusnya malu. Kau tak bisa menunjukkan rasa sayang. Padahal aku sendiri tak pernah mengabaikanmu seperti ini:"

"Aku sangat lelah, aku tak sanggup melakukan apa pun" kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Mars berarti "Hari ini begitu banyak yang kukerjakan. Aku benar-benar perlu beristirahat sebelum dapat melakukan hal lain lagi. Aku begitu beruntung memperoleh dukunganmu. Maukah kau memeluk dan meyakinkanku bahwa aku telah bekerja dengan baik dan layak mendapat istirahat?"

Tanpa terjemahan ini, bila seorang wanita berkata "Aku sangat lelah, aku tak dapat melakukan apa pun", pria barangkali mengartikannya, "Aku yang melakukan semuanya, sedangkan kau tidak melakukan apa-apa. Mestinya kau berbuat lebih banyak. Aku tak bisa melakukannya sendirian. Aku begitu putus asa. Aku menginginkan 'seorang pria sejati' untuk mendampingiku. Memilihmu merupakan kesalahan besar:"

 

"Aku ingin melupakan segalanya" kalau diterjemahkan dalam bahasa Mars berarti "Aku ingin kau tahu bahwa aku mencintai pekerjaanku dan kehidupanku, tapi hari ini aku begitu banyak urusan. Aku ingin mengerjakan sesuatu yang benar-benar menyenangkan bagi diriku sendiri, sebelum aku memikul tanggung jawab lagi. Maukah kau bertanya padaku 'Ada apa?' Dan kemudian mendengarkan dengan empati tanpa menawarkan penyelesaian-penyelesaian? Aku hanya ingin merasakan kau memahami tekanan-tekanan yang kurasakan. Itu akan membuatku merasa jauh lebih enak. Aku bisa lebih santai. Besok aku akan kembali memikul tanggung jawab dan mengatasi segala sesuatunya:'

Tanpa terjemahan ini, apabila seorang wanita mengatakan "Aku ingin melupakan segalanya", pria barangkali mengartikan "Aku sudah begitu banyak melakukan hal yang tak ingin kulakukan. Aku sangat tidak bahagia denganmu dan dengan hubungan kita. Aku menghendaki pasangan yang lebih baik, yang dapat membuat hidupku lebih memuaskan. Kau payah sekali:"

 

"Rumah ini selalu berantakan" kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Mars berarti "Sekarang ini aku ingin istirahat, tapi rumah ini begitu berantakan. Aku kecewa dan butuh istirahat. Mudah-mudahan kau tidak mengharapkan aku membersihkan segala sesuatunya. Apa kau sependapat denganku bahwa ini berantakan dan kemudian kau menawarkan bantuan untuk membersihkan sebagian?"

Tanpa terjemahan tadi, apabila seorang wanita berkata, "Rumah ini selalu berantakan", barangkali pria mengartikan "Rumah ini berantakan karena kau. Aku sudah berusaha keras membersihkannya, dan sebelum aku selesai, kau sudah memorakporandakannya lagi. Kau malas dan aku tak ingin hidup denganmu, kecuali kalau kau, berubah. Bersihkkanlah atau enyahlah!"

"Tak ada orang yang mendengarkan aku lagi" kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Mars berarti "Aku khawatir aku membosankanmu:" Aku khawatir kau tidak tertarik lagi padaku. Rasanya aku terlampau peka hari ini. Maukah kau memberikan perhatian istimewa padaku? Aku akan sangat senang menerimanya. Hari ini sangat berat dan aku merasa tak seorang pun mau mendengarkan aku.

"Maukah kau mendengarkanku dan terus mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mendukungku, misalnya: 'Apa yang terjadi hari ini? Apa lagi yang terjadi? Bagaimana perasaanmu? Apa yang kauinginkan? Bagaimana lagi perasaanmu?' Juga dukunglah aku dengan mengatakan pernyataan-pernyataan penuh kasih dan pengertian dan yang membesarkan hati, seperti: 'Ceritakan lebih lanjut padaku' atau Itu benar' atau 'Aku tahu' atau 'Aku mengerti'. Atau dengarkanlah saja dan sesekali kalau aku berhenti, berikanlah reaksi meyakinkan, misalnya dengan mengeluarkan suara: 'Oh,' Them; 'eh; 'Ohoh; dan 'Em'." (Catatan: Orang-orang Mars tak pernah mendengar suara-suara ini sebelum kedatangan orang Venus.)

Tanpa terjemahan tadi, apabila seorang wanita berkata, "Tak ada orang yang mendengarkan aku lagi", barangkali si pria mengartikan "Aku memberimu perhatianku, tapi kau tidak mendengarkan aku. Dulu kau mendengarkan. Sekarang kau sangat membosankan. Aku menghendaki orang yang menggairahkan dan menarik. Dan kau jelas bukan orang itu. Kau telah mengecewakan aku. Kau egois, tidak tahu mencintai, dan jelek."

 

"Tidak ada yang beres" apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Mars berarti "Hari ini aku begitu banyak pekerjaan dan aku amat bersyukur bisa membagikan perasaan-perasaanku denganmu. Ini sangat membantu membuatku merasa jauh lebih baik. Hari ini sepertinya semua yang kukerjakan tidak beres. Aku tahu ini tidak benar, tapi itulah yang kurasakan saat aku kesal dengan segala hal yang masih harus kukerjakan. Maukah kau mernelukku dan mengatakan bahwa aku bekerja dengan sangat baik? Aku pasti akan merasa nyaman:"

Tanpa terjemahan ini, saat seorang wanita berkata, "Tidak ada yang beres", pria barangkali mengartikannya "Kau tak pernah melakukan apa pun dengan benar. Aku tak dapat mempercayaimu. Seandainya aku tidak mendengarkanmu, aku tidak akan begini kacau balau. Pria lain pasti bisa membereskan segala sesuatunya, tapi kau membuatnya lebih buruk:"

 

"Kau tidak mencintaiku lagi" bila diterjemahkan ke dalam bahasa Mars berarti "Sekarang ini aku merasa kau tidak mencintaiku. Aku khawatir telah menjauhkanmu. Aku tahu kau sungguh-sungguh mencintaiku. Kau telah begitu banyak berbuat bagiku. Hari ini aku cuma merasa sedikit tidak aman. Maukah kau meyakinkanku mengenai cintamu? Katakan padaku ketiga kata ajaib itu,'Aku mencintaimu: Aku akan merasa sangat senang:"

Tanpa terjemahan ini, ketika seorang wanita berkata, "Kau tidak lagi mencintaiku", pria barangkali menafsirkannya "Aku telah memberimu tahun-tahun terbaik dalam hidupku; tapi kau tidak memberikan apa pun padaku. Kau memanfaatkan aku. Kau egois dan dingin: Kau melakukan apa yang ingin kaulakukan, bagimu dan hanya bagimu. Kau sama sekali tak peduli pada siapa pun. Aku bodoh telah mencintaimu. Kini aku tak punya apa-apa:"

 

"Kita selalu tergesa-gesa" bila diterjemahkan ke dalam bahasa Mars berarti "Aku merasa begitu dikejar-kejar hari ini. Aku tak suka tergesa-gesa. Aku harap hidup kita tidak begitu tergesa-gesa. Aku tahu ini bukan kesalahan siapa pun dan aku tentu tidak menyalahkanmu. Aku tahu kau sudah berusaha sebaik mungkin agar kita tiba di sana tepat waktu, dan aku sangat menghargai perhatianmu yang besar.

Maukah kau seperasaan denganku dan mengatakan sesuatu seperti, 'Memang sulit selalu terburu-buru ke mana-mana. Aku juga tidak suka senantiasa tergesa-gesa:"

Tanpa terjemahan tadi, apabila seorang wanita berkata, "Kita selalu tergesa-gesa", pria mungkin mengartikannya "Kau sangat tidak bertanggung jawab. Kau menunggu sampai menit terakhir untuk melakukan segala sesuatunya. Aku tak pernah bahagia bila bersamamu. Kita selalu tergesa-gesa agar jangan sampai terlambat. Kau mengacaukan segalanya setiap kali aku bersamamu. Aku jauh lebih bahagia saat tidak bersamamu:"

 

"Aku menginginkan lebih banyak roman" bila diterjemahkan ke dalam bahasa Mars berarti "Sayangku, kau bekerja begitu keras akhir-akhir ini. Mari kita luangkan waktu sejenak untuk diri kita sendiri. Aku senang sekali kalau kita bisa beristirahat dan berduaan, tanpa anak-anak dan tekanan-tekanan pekerjaan. Kau begitu romantis. Maukah kau mengejutkan aku dengan bunga-bunga dalam waktu dekat ini dan mengajakku berkencan? Aku suka dibujuk rayu:"

Tanpa terjemahan ini, apabila seorang wanita berkata, "Aku menginginkan lebih banyak roman", pria mungkin mengartikan "Kau tidak lagi memuaskan aku. Aku tidak bergairah lagi padamu. Kemahiranmu bercumbu rayu jelas tidak memadai. Sebenarnya kau tak pernah bisa memuaskan aku. Kalau saja kau bisa seperti pria-pria lain yang kujumpai:"

 

Setelah menggunakan kamus ini selama beberapa tahun, pria tak usah membukanya setiap kali merasa disalahkan atau dikecam. Ia mulai memahami cara kaum wanita berpikir dan merasa. Ia tahu bahwa ungkapan-ungkapan dramatis semacam ini tak boleh diartikan secara harfiah. Ungkapan-ungkapan itu hanyalah cara kaum wanita mengungkapkan perasaan-perasaan dengan lebih lengkap. Begitulah caranya di Venus dan orang Mars harus mengingatnya!

 

Why Men Don't Listen and Women Can't Read Maps

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Other
Author:Allan and Barbara Pease
Buku ini mengungkap tentang:
• bagaimana sebuah peta hampir mengakibatkan perceraian
• mengapa pria tidak mampu melakukan beberapa hal sekaligus
• mengapa wanita banyak bicara sedangkan pria tidak
• mengapa pria senang gambar erotis sedangkan wanita tidak wanita
• mengapa senang curhat
• mengapa pria senang menawarkan solusi tapi membenci nasehat
• mengapa wanita geram dengan bisunya pria
• mengapa wanita benci memarkir mundur mobilnya
• mengapa pria senang mengganti saluran TV
• mengapa wanita berbicara dengan perasaan sedangkan pria berbicara apa adanya
• mengapa wanita menghargai hubungan sedangkan pria menghargai pekerjaan
• mengapa pria jatuh cinta sedangkan wanita memutuskan

Dan masih banyak lagi....

****

Yang lucunya ketika Anda membaca buku ini adalah Anda akan menyama-nyamakan dengan diri Anda karena memang itu tujuannya, tetapi tidak akan selalu sama karena setiap manusia pasti berbeda, dan yang diulas dalam buku ini adalah manusia PADA UMUMNYA. Saya percaya buku ini lahir dari sebuah penelitian yang amat panjang, dan saya mempercayai isi buku ini karena satu dan lain hal terkait tentang pribadi seorang pria dan wanita, namun yang perlu diwaspadai adalah ketika doktrin teori evolusi dihubung-hubungkan dalam penulisan buku ini. MAKA BERHATI-HATILAH!
Kesimpulannya adalah pria dan wanita memang tidak sama, dan tidak akan pernah sama menurut saya. Tidak sama bukan berarti tidak sederajat. Perbedaan bukan berarti tidak setara. Maka yang dipelajari dalam buku ini adalah mempelajari perbedaan yang ada sehingga kita sukses dalam membina hubungan. (kayak udah kawin aja-red)

Note:
Untuk semua pria dan wanita yang belum siap nikah karena terus mencari pendamping yang cocok dengannya, sama hobinya, sesuai kriterianya atau apalah itu namanya, percayalah! perbedaan dari setiap kita adalah mutlak adanya, karena yang penting adalah menyamakan visi misi hidup bersama untuk mengejar ridha Allah swt.

(Guru Salimin) Mengenal Amien Rais melalui Anekdot dan Kisah Nyata

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Other
Author:Muhamad Najib
Tulisan Bang Najib benar-benar bercerita. Judulnya memang sesuai dengan dituliskannya. Bang Najib benar-benar mengenalkan seorang Amien Rais yang lebih nyata. Dimaklumi, karena Bang Najib ini adalah Asisten Pribadinya Pak Amien.

***

Guru Salimin

Amien Rais lahir dari sebuah keluarga religius yang sangat taat dalam menjalankan agamanya. Suhud Rais, ayahnya, adalah pegawai kantor Departemen Agama yang pernah mengenyam pendidikan di Muallimin Muhammadiyah. Sementara sang ibu, Sudalmiyah, adalah alumni Hogere Inlandsche Kweekschool (HIK) Muhammadiyah. Sudalmiyah juga dikenal sebagai seorang guru yang ulet. Dia mengajar di Sekolah Guru Kepandaian Putri (SGKP) Negeri dan Sekolah Bidan Aisyiyah. Amien merupakan anak kedua dari enam bersaudara. Kakaknya adalah Fatimah, dan empat adiknya adalah Abdul Rozak, Achmad Dahlan, Siti Aisyah, dan Siti Asyiah. Berarti Amien merupakan anak laki-laki tertua.
Sejak kecil mereka sudah dilatih disiplin oleh sang ibu. Bila Amien kecil melanggar, sang ibu tilak segan-segan menghukumnya. Mereka harus bangun pukul 04.00 WIB setiap pagi. Caranya dengan meletakkan jam weker di dekat tempat tidur. Dan ketika bangun, mereka diminta untuk mengucapkan "ashshalatu khairun minan naum" dengan suara keras sehingga terdengar ibunya.
Sang ibu biasanya memberikan imbalan berupa uang 50 sen. Uang tersebut lalu mereka tabung, untuk dibelikan baju baru menjelang lebaran. Besarnya pengaruh Ibu pada pertumbuhan jiwanya, dan kekaguman serta penghormantannya pada sang ibu terlihat dari berbagai kesempatan ketika Pak Amien memberikan ceramah. Nama sang ibu sering kali disebut dan dirujuk. Sewaktu masih hidup, Pak Amien selalu meluangkan waktu untuk menjenguknya. Begitu juga ketika harus mengambil keputusan-keputusan penting dia selalu meminta nasehat dari sang ibu yang tinggal di Kota Solo sampai akhir hayatnya.
Sebetulnya, selain sang ibu ada satu lagi orang yang sangat dihormati sekaligus dikaguminya, walaupun tidak setinggi sang ibu. Dia adalah Anwar Salimin yang akrab dipanggil guru Salimin. Seorang guru mengaji di kampung yang mengajarnya ketika masih kecil. Sang guru adalah hafizh (hafal AI-Quran). Untuk merawat hafalannya, di samping harus sering diulang, dia juga harus menjaga lidah, pendengaran, dan pandangannya dari berbagai hal yang dilarang agama. Yang paling berat dirasakan guru Salimin adalah godaan mata. Saking khawatirnya akan berbagai godaan indrawi, setelah hafal seluruh isi Al-Quran, guru Salimin lalu mengambil keputusan untuk berhenti menikmati keindahan duniawi.
Setiap kali selesai salat, dengan tetap menghadap kiblat dia menengadahkan kepalanya sambil mengangkat kedua tangannya sembari berdoa dengan khusuk. Kiranya Allah berkenan mengambil miliknya yang sangat berharga dan sangat dicintainya berupa penglihatannya. Setiap kali dia berdoa, matanya berair dan menetes lewat ujung bola matanya, sehingga membasahi sajadah tempat dia bersimpuh. Beberapa saat kemudian dia sering kali merasakan gatal-gatal di matanya, dan secara berangsur-angsur kemampuannya melihat berkurang, sampai satu saat dia tidak bisa melihat sama sekali. Guru Salimin kemudian dikenal sebagai hafizh tuna-netra, dan sampai akhir hayatnya dia berhasil menjaga hafalannya.
Walaupun Guru Salimin sudah lama meninggalkannya, namun pesan-pesannya sering kali muncul di benak Pak Amien, khususnya saat dia menghadapi situasi genting.

***

Kisah seri selanjutnya.... baca sendiri di bukunya ya!

Etika Bisnis MQ

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Business & Investing
Author:Abdullah Gymnastiar
ETIKA BISNIS MQ
Abdullah Gymnastiar

Berbisnis Dari Kedalam Hati

“Sesungguhnya Allah swt suka kepada hamba yang berkarya dan terampil. Barangsiapa bersusah payah mencari nafkah untuk keluarganya, maka dia serupa dengan seorang mujahid fii sabiilillah.” (HR Imam Ahmad)

Persoalan terbesar dari aktivitas bisnis adalah masalah manusianya. Sedangkan manusia itu sendiri sangat tergantung pada suasana hatinya.
Kalau seseorang sudah jujur, maka bisnis yang dijalankannya pun insya Allah akan bermutu tinggi. Bahkan nilainya jauh lebih tinggi dari sekadar transaksi uang atau barang. Dan oto-matis, bisnis yang dilakukannya itu pun akan terangkat nilainya menjadi lebih mulia dan terhormat. Dengan demikian, penekanan konsep Manajemen Qolbu dalam bisnis adalah membuat sikap sebagai buah dari hati yang dikelola dengan baik, sehingga akan jauh dari kehinaan.

Alasan untuk membangun perekonomian umat serta memacu tumbuhnya jiwa wirausaha.
1. Ekonomi lemah ibadah tidak bisa maksimal.
2. Ekonomi lemah menurunkan tingkat pendidikan.
3. Ekonomi lemah berarti tingkat kesehatan masyarakat rendah.
4. Ekonomi lemah berarti gerbang menuju penjajahan gaya baru.

Langkah Merintis Usaha
a. Niat
1. Lurus dan Benar
2. Taqarub kepada Allah
3. Mengikuti Sunnah Rasul
4. Jihad Fisabilillah
b. Persiapan wirausaha
1. Banyak Membaca
2. Miliki Referensi Kisah Orang Sukses
3. Mencari Rujukan Pengusaha Sukses
4. Ikuti Pelatihan dan Kursus
5. Praktekan
6. Miliki Pengetahuan tentang Bisnis
c. Memulai wirausaha
1. Modal Sendiri (tentatif-red)
2. Mulai dari Bawah
3. Untung Pertama (maksudnya-jangan terlalu melihat materi, untung pertama bisa jadi adlah pengalaman atau kepercayaan orang, itu yang paling penting.)
4. Nikmati Proses
Jangan terlalu tergesa-gesa ingin cepat sukses atau besar, karena setiap kesuksesan harus selalu diimbangi dengan perkembangan keilmuan, wawasan dan sikap mental.
5. Keuntungan yang Berkah
Rezeki yang berkah itu benar-benar membuat diri kita serba cukup, walaupun harta yang dimiliki tidak melimpah, tetapi batin selalu tenteram dan terlebih lagi kehormatan kita jauh terangkat melampaui kedudukan dan jumlah harta yang kita miliki.

Bisnis ala MQ

Etika Bisnis yang berkah
1. Sedikit untung banyak laku
2. Mudah dan menyenangkan
3. Jujur
4. Tepat janji
5. Amanah
6. Bertabur Zikir dan Doa
7. Sedekah Melimpah

Cara bisnis MQ
1. Adil, tak ada yang teraniaya
2. Transparan, tak ada yang berburuk sangka
3. Saling menyukseskan, semakin maju bersama
Kesuksesan hakiki adalah ketika kita bisa menyukseskan sebanyak mungkin orang lain. Apa artinya kita maju dengan menginjak dan merugikan orang lain. Bila orang lain merasa kita bermanfaat dan menguntungkan baginya maka akan timbul komitmen dan ini menjadi hal yang penting untuk bersinergi menjadi lebih sukses bersama.

Ciri produk MQ
(Bagimu Limamu)
1. Mutu
2. Murah
3. Mudah
4. Mutakhir
5. Multimanfaat

Membangun Kredibilitas

Langkah-langkah dalam membangun kredibilitas :
1. Kejujuran yang terbukti dan teruji
2. Cakap
3. Kreatif dan inovatif

Yang harus diperhatikan berkaitan dengan kejujuran
1. Jaga kejujuran kita
2. Jaga lisan
3. Jangan sok tahu dan sok pintar
4. Pandai-pandailah menjaga amanah
5. Tepati janji

Yang harus diperhatikan berkaitan dengan kecakapan
1. Kunci utamanya adalah secara sadar kita harus selalu beajar, melatih diri, mengembangkan kemampuan, wawasan, dan keterampilan kita secara terus menerus, sistematis dan berkesinambungan.
2. Awalilah selalu dengan membuat perencanaan yang baik dan persiapan yang matang. ”Gagal dalam merencanakan sama dengan merencanakan kegagalan”
3. Jangan lupa untuk selalu melakukan check and re-check.
4. Laksanakan segala sesuatu dengan kesungguhan,sikap yang berhati-hati dan cermat.
5. Selalu sempatkan untuk mengevaluasi setiap tahap pekerjaan apapun yang kita lakukan.
6. Sempurnakan apapun yang kita lakukan. Jangan pernah puas dengan setengah-setengah, jangan pula puas dengan sembilan puluh persen.

Yang harus diperhatikan berkaitan dengan kreativitas dan inovasi
1. Banyak membaca dan menulis.
2. Banyak berdiskusi dan bertanya.
3. Banyak mengadakan studi banding
4. Banyak merenung (tafakur)
5. Banyak berbuat dan mencoba.
6. Banyak beribadah dan berdoa


Alat Ukur Keuntungan

Keuntungan tidak selalu berbentuk uang, boleh jadi Allah memberi keuntungan dengan terhalangnya kita dari uang tapi terbukanya pintu ilmu dan hikmah.
Ketika ruh berpisah dari raga, satu hal yang mungkin kita sesali adalah mengapa tidak memanfaatkan kesempatan hidup di dunia untuk memperbaiki diri dan berbuat kebaikan lebih banyak lagi.

Ada dua ciri profesional Muslim
1. Ketika mencarinya (keuntungan) sangat menjaga nilai-nilai akhlakul karimah, sehingga kalau dia mendapatkan sesuatu, dirinya tetap lebih bernilai daripada yang dia dapatkan.
2. Setelah mendapatkannya dia distibusikan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan umat.

Lima alat ukur keuntungan dalam berbisnis dan bekerja.
1. Yang namanya untung itu kalau apa yang kita lakukan menjadi amal saleh.
2. Yang namanya untung adalah kalau apa yang kita lakukan itu bisa membangun nama baik atau citra diri kita.
3. Yang namanya untung adalah kalau apa yang kita lakukan itu bisa menambah ilmu, pengalaman, dan wawasan.
4. Yang namanya untung adalah kalau apa yang kita lakukan itu bisa membangun relasi atau silaturahmi.
5. Yang namanya untung itu tidak hanya sekadar untuk mendapatkan manfaat bagi diri sendiri, tetapi apa yang kita lakukan justru harus banyak menguntungkan dan memuskan orang lain.

Memahami Makna Rezeki

Kewajiban kita adalah
1. Husnudzan (berbaik sangka) bahwa Allah adalah Maha Penjamin Rezeki
2. Berikhtiarlah di jalan yang Allah sukai.

Rezeki ada tiga macam
1. Rezeki yang Dijamin, yaitu penguat tubuh, makanan dan minuman.
2. Rezeki yang digantungkan
Penggambarannya kurang lebih begini: Rezekimu ditetapkan segini. Tetapi harus ikhtiar di jalan Allah dulu, maka engkau bakal bertemu dengan rezekimu itu. Tetapi kalau engkau tidak ikhtiar, maka takdirnya tidak akan ketemu. Kalau engkau malas amaka rezeki yang kau dapatkan pun sedikit. Kalau ikhtiarnya jujur maka selain rezeki dapat, pahala pun akan kau dapatkan. Begitu juga sebaliknya.
3. Rezeki yang dijanjikan
Allah telah berjanji, barang siapa yang bersyukur terhadap nikmat yang ada, maka Allah akan menambah nikmatnya. Oleh karena itu, setiap kita mendapat rezeki keluarkan zakat dan sedekahnya, karena harta kita tidak akan berkurang dengan sedekah. Sebaliknya, harta itu akan bertambah, bertambah, dan bertambah. Inilah rumunsnya.

Rezeki yang berkah ada tiga cirinya
1. Hati jadi tenteram
2. Kebutuhannya tercukupi
3. Namanya terjaga

Yang tidak berkah juga ada tiga
1. Hati menjadi resah gelisah
2. Tidak pernah tenang dengan apa yang dia miliki karena tidak pernah merasa cukup dengan apa yang ada
3. Namanya tercoreng

Menumbuhkan Motivasi

Beberapa hal yang insya Allah dapat membantu dalam membangkitkan motivasi.
1. Munculkan harapan
Prinsip pertama agar seseorang memiliki semangat yang menggebu sehingga ia mampu berbuat sesuatu adalah adanya kemampuan memunculkan harapan.
2. Mengenali Allah
Orang yang memiliki harapan akan mampu berjuang dengan baik. Dan harapan ini biasanya sangat besar ketika orang tersebut mengenal Allah dan agama-Nya dengan benar.
3. Membersihkan hati
”Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu.” (QS. Asy-Syams : 9)


Berpikir Positif

Agar hati kita bisa jernih dalam bergaul dengan sesama manusia
1. Bersibuk-sibuklah melihat aneka kebaikan orang lain dan belajarlah mengakui dengan jujur segala kelebihan yang dimilikinya.
2. Berhenti dari mengingat-ingat kebaikan yang pernah kita lakukan terhadap orang lain.



Pada dasarnya, orang yang sukses adalah orang yang paling berhasil menata diri, pikiran, mata dan mulutnya sehingga hidup di jalan yang tepat yaitu jalan yang Allah swt ridhai. –Aa Gym