lihat videonya
http://fireman0410syah.multiply.com/video/item/48/Briefing_GAme_saat_SAnlat_TPA
baca juga ini
http://fireman0410syah.multiply.com/journal/item/11/Di_Sore_Hari_Itu...Di_dalam_TPA_itu
Tahun 2006, saya nulis ini nih
http://fireman0410syah.blogs.friendster.com/firmansyah/2006/09/firmansyah_beri.html
Saya Firmansyah, hari ini tanggal 1 Juni 2006 berikrar untuk terus berkontribusi dalam menegakkan syariat Islam di muka bumi ini, karena itu adalah jalan menuju surga Allah yang saya akan temui Allah swt didalamnya, dan itu adalah jalan untuk mati dalam khusnul khotimah, sehingga saya harus memiliki ilmu yang bermanfaat untuk diamalkan, agar dengan ilmu itu saya dapat terbantu dalam menegakkan syariat Islam, mensyiarkan Islam, mengajarkan Islam yang rahmatan lilalamin dan dengan ilmu itu saya dapat mencari harta yang halal, sehingga saya memiliki harta yang berlimpah dan bermanfaat, agar dengan harta itu saya dapat terbantu untuk menegakkan syariat Islam, dan dengan harta itu saya dapat membantu mensejahterakan kehidupan rumah tangga, keluarga, lingkungan sekitar yang terdekat, melalui yayasan yang akan saya buat atau melalui sumbangan-sumbangan yang akan saya alirkan kepada orang-orang yang berhak, sehingga saya harus memiliki banyak anak yang soleh, agar dengan anak ini saya memiliki kader pasti sebagai agent of change untuk membuat peradaban baru yang lebih baik, dan dengan anak ini saya terbantu dalam menegakkan syariat Islam, sehingga saya juga harus memiliki istri yang soleh pula untuk melahirkan anak-anak yang soleh, dan membantu saya untuk membentuk keluarga sakinah yang mawadah warahmah, sehingga sebuah keluarga terbentuk sebagai bibit dari keluarga-keluarga yang akan membantu menegakkan syariat Islam di muka bumi ini. Maka dalam jangka 2 tahun kedepan target yang harus saya capai adalah lulus 5 tahun, dengan IPK min 3, berpenghasilan minimal 1,5 juta dan nikah di umur 23. Serta sudah mempunyai sejumlah hasil sebagai bentuk kontribusi dalam menegakkan syariat Islam. Allahu Akbar !!!!!!
Jadi kalau di list targetan kedepan :
Allahu Akbar!!!
dan ikrar Anda adalah??????
(Sebenarnya yang saya maksud Ikrar di sini bukan janji, tapi lebih kepada apa yang akan saya usahakan ke depan dan saya targetkan ke depan. Dan dinamakan Ikrar karena dibacakan di depan kelas, ya...semacam ada forum gitu dan ada beberapa orang yang mendengarkan dan melakukan hal serupa)
1 Januari 2007
Tujuan itu penting dan evaluasi itu juga penting
15. Umur 30 tahun sudah hafal Al-Qur`an.
Umur saya sekarang 21 tahun. Satu hari diluangkan waktu 1 jam untuk menghafal 15 baris selama 5 tahun. Empat tahun dilakukan untuk menata hafalan sampai semua benar-benar dihafal 30 juz,114 surat.
16. Tanggal 1 Januari 2008, saya sudah menguasai Bahasa Inggris, minimal reading and writing.
Satu tahun, atau 52 minggu, kira-kira 15 menit setiap hari diluangkan waktu untuk membaca, menghafalkan, menuliskan, dan mempraktikan sampai semua benar-benar dikuasai.
17. Semester 8 mendapat IPs 4.
18. Tanggal 1 Februari sudah hafal juz 30 Al-Qur`an.
Huaaaaawaawawawaaaaa.....ternyata sodara2....BERAAAT
Tapi masih BISAAAAAAA.
Praktis dari sekian banyak target di atas baru beberapa poin yang bisa di evaluasi. Evaluasi akhir Desember lalu udah pernah nih. Evaluasi tahun ini, 3 point doang, dan tak tercapai pula. Tanggal 1 Januari 2008 sudah dipastikan saya belum menguasai Bahasa Inggris. Alasannya, eng ing eng, entar di bilang pembelaan lagi. Jadi biar lah ini menjadi target untuk tahun depan. Semester 8 pun gagal mendapat IPs 4, cuma 2,79. Alasannya, yang ini jelas pembelaan abis. Jadi ga perlu disebutin, tapi layaklah untuk dijadikan alasan. Semester 9 juga begitu keliatannya, dari 3 nilai yang sudah keluar cuma 1 yang dapet A. Nah ini nih, hafal juz 30 AlQuran, ternyata hanya kena predikat “pernah hapal”, sekarang banyak yang sudah lupa. Maklum ga dimuraja’ah. Terus satu lagi, target berpenghasilan 1,5 juta, ternyata kesampean cuma dapet 1,3 juta, 1 bulan doang. Sekarang, masih minta ongkos lagi nih.
Jadi targetin lagi nih....
- Punya perusahaan di bidang Properti beromzet minimal 1 Milyar (hartanya)
- bermanfaatnya (ada deh...)
5. Memiliki Ilmu yang diamalkan (Sedang dijalani nih, ngisi mentoring, ngajar TPA, dll, doain ya supaya terus istiqomah)
6. 6. Umur 30 tahun sudah hafal Al-Qur`an.
Yang pasti tahun ini akan sangat “crowded” dan beda banget. Pertama, karena harus lulus tahun ini, dan tahun ini pula umur saya 23 (eng ing eng....)
Kesan pertama baca ini, SOMBONG....mudah-mudahan ga begitu ya para pembaca. Ini buat penyemangat saya, dan penyemangat Anda yang sedang tak tentu arah hidupnya.
Bermimpilah selagi mimpi itu memotivasi Anda untuk maju, bermimpilah selagi mimpi itu gratis ga perlu bayar. Mimpi jangan yang kecil-kecil, tapi yang besar-besar. Kalau perlu “unrealistic”. Mimpi Anda akan menjadi target Anda. Target Anda akan mengarahkan jalan hidup Anda. Ingat Allah tidak akan mengubah suatu kaum kalau kaum itu tidak mau merubahnya. Tapi ingat juga takdir Allah, ketika kita sudah mengusahakan sebegitu besar upaya untuk menggapai mimpi itu, kita juga harus sudah bersiap untuk menerima hasil yang kita dapatkan. Karena semuanya yang menentukan itu Allah. Dan “takdir itu sebelum terjadi” adalah kolaborasi “apa yang kita lakukan” dengan apa yang telah Allah putuskan di Lauh Mahfuz sana. Dan INGAT, apa-apa yang baik menurut pandangan kita, belum tentu itu sebenarnya baik bagi kita. Begitu juga sebaliknya, apa-apa yang buruk menurut pandangan kita, belum tentu itu sebenarnya buruk bagi kita. Itulah “hikmah”. Jadi jelas, konsep “jalani aja apa adanya” itu salah. Yang benar adalah, tentukan tujuan, lakukan proses dengan baik, benar, dan tepat, kemudian terima hasilnya, dan ambil hikmahnya. Itulah KEHIDUPAN.

| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Other |
| Author: | M. Anis Matta |
Angin itu
menegur bulu romaku
meremukkan tulang belulangku
menusuk sampai kejantungku
Angin itu
membawa berita duka
mengurai kabar bencana
memekikkan rintihan jiwa
Angin itu
menginginkan ku terpanggil
untuk turut membantu
walau seluruh tubuhku menggigil
Angin itu
terus mengiringi hariku
mengusik mimpi-mimpiku
kembali...untuk turut membantu
aku
katanya aku
adalah muslim
muslim
sesama muslim
bagaikan satu tubuh
satu organ sakit
organ yang lain akan sakit
satu muslim tertimpa musibah
muslim yang lain ikut bergelisah
Angin itu
seakan menggambarkan cuaca
dingin dan hujan
Angin itu
padahal mengabarkan derita
derita jiwa
beribu muslim disana
"turut berduka atas korban bencana yang terjadi akhir2 ini di Indonesia, tidak layak rasanya kalau muslim yang lain masih merayakan tahun baru, berhura-hura, padahal ada yang menderita"
| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Other |
| Author: | Prie GS |




| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Health, Mind & Body |
| Author: | Rhonda Byrne |






Kematian untuk kehidupan
Dahulu tiada kemudian ada
Kehidupan untuk kematian
Semua yang hidup akan tiada
Kematian adalah gerbang kehidupan
Kehidupan yang kekal
Kekal dalam kesengsaraan
Atau kekal dalam kenikmatan
Kematian adalah tujuan
Tujuan untuk melewati tahapan
Tahapan akhir menuju neraka
Atau tahapan akhir menuju surga
Kematian yang kau harapkan
Adalah kematian di Sisi-Nya
Kematian yang kau rindukan
Kematian menyebut Asma-Nya
Tahapan kematian dan kehidupan
>Kematian
>Kehidupan
>Kematian
>Kehidupan selamanya yang dijanjikan
| Start: | Oct 25, '07 9:00p |
| Location: | O-Channel |
Tidak disangka 12 SMS yang saya kirimkan ini kalau diketik hampir 1 halaman
***
Apa tujuan hidup manusia?
Kata Tung Desem Waringin, pembicara sukses no. 1 di Indonesia (non muslim) dalam bukunya Financial Revolution, banyak cara bagaimana kita menggapai tujuan, salah satunya dengan mengetahui kenikmatan yang amat sangat kalau kita mendapatkan tujuan itu & penderitaan yang amat sangat kalau kita gagal pendapat tujuan itu. Nah, inilah Maha Besarnya Allah menciptakan kita.
Didalam Al-Quran Allah berfirman,”tidaklah Aku ciptakan jin&manusia, kecuali untuk beribadah kepadaKu.” Jadi hidup kita harus = ibadah kita. Makan = ibadah. Masuk WC = ibadah. Belajar = ibadah. Olah raga = ibadah. Dll. Intinya Allah menciptakan kita bukan untuk hidup aja, tapi untuk ibadah. Jadi hidup = ibadah. Jadi apa tujuan hidup manusia, yaitu = tujuan ibadah. Nah, buat apa kita ibadah?
Tujuan ibadah kita, untuk mendapat Ridha Allah. Kenapa, karena Allah mencipatkaan begitu. Kalau kita ikuti apa yang Allah ingini maka kita akan mendapat Ridha Allah.
Kembali lagi, Allah menciptakan kita untuk ibadah, supaya kita mendapatkan Ridha Allah. Tahu tidak, kalau kita mendapat Ridha Allah, kita akan mendapat kenikmatan yang amat sangat yaitu KEHIHDUPAN KEKAL DI SURGA. Sebaliknya, kalau kita tidak mendapat Ridha Allah, maka kita akan mendapat penderitaan yang amat sangat, kita tau apa, NERAKA YANG MEMBARA. Jadi ternyata hidup kita adalah untuk hidup, ternyata hidup kita yang singkat ini, yang kita tau kita akan mati, adalah untuk hidup juga, tapi kehidupan yang lebih kekal. Pertanyaan selanjutnya mau hidup kekal di Surga, atau di Neraka ? jadi kalau kita urutin hirarki hidup kita adalah , lahir>baligh>dewasa>mati>hidup lagi. Kalau disingkat kita mati>hidup>mati>hidup lagi. Kenapa disebut baligh & dewasa? Karena ada andil orang tua yang bertanggung jawab atas kita sebelum kita baligh. Tapi sesudah kita baligh, maka kita sudah bisa menentukan mana yang baik&buruk, kita sudah punya akal untuk memilih, maka sepenuhnya kita bertanggung jawab atas diri kita sendiri.
Jadi kalau kita mau SURGA, kita harus mendapat Ridha Allah, caranya? Yaitu dengan ibadah. Nah, bagaimana hidup kita bisa bernilai ibadah? Yaitu dengan menjalankan PERINTAH ALLAH & menjauhi LARANGAN ALLAH. Simpel kan? Dan, tau ga? Berbuat baik/menyenangkan kepada orang tua adalah salah satu perintah Allah.
Hidup ini malam
Kata kang Emha
Hidup ini malam
Hakikat malam adalah kegelapan
Dan di setiap hadapan kita adalah kegelapan
Kegelapan akan ketidaktahuan kita
Kita tidak tahu satu jam ke depan kita jadi apa
Kita tidak tahu satu hari ke depan ditakdirkan seperti apa
Kita tidak tahu mampukah kita menghadapi rintangan yang akan ada
Semuanya gelap karena ketidaktahuan kita
Maka disitulah hakikat cahaya
Cahaya yang muncul dalam kegelapan
Cahaya yang menerangi setiap jalan
Cahaya yang merubah diri kita
Diri kita yang tidak tahu menjadi tahu
Diri kita yang akhirnya akan menentukan takdirnya sendiri
Kembali ke fitrah
Hati ini belum juga pulih
Hati ini belum juga putih
Hati ini masih ternodai
Hati ini masih dirasuki
Ingin kuteriak
Tapi tersentak
Ingin ku tertawa
Tapi tak layak
Bukan itu penyelesaiannya
Bukan itu carnaya
Bukan itu jalan keluarnya
Bukan itu akhirnya
Kau harus pulihkan hatimu
Kau harus putihkan hatiu
Kau harus bersihkan hatimu
Kau harus bentengi hatimu
Bagaimana
Kembalilah ke fitrahmu
Kembalilah ke pondasimu
Kembalilah kepada sunnah Nabi
Kembaliah kepada Al-Quranul Karim
Karena dengan itu
Tuhanmu yang menciptakanmu
Akan menjaga hatimu
Memulihkan hatimu
Membersihkan hatimu
Dan membentengi hatimu
Tuhanmu akan mendekatimu dengan berlari
Karena dengan ikhlas dirimu
Mendekati Tuhanmu
Untuk menyucikan jiwa dan hatimu
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1428 H
Zona tak nyaman
Apa yang sudah kau lakukan
Jika pagimu adalah tidur
Siangmu adalah tidur
Dan malammu adalah tidur
Apa yang sudah kau lakukan
Ketika dunia ini membutuhkan
Ketika dunia ini menangis
Ketika dunia ini perlu diperbaiki
Dirimu hampa
Dirimu tak bisa berbuat apa-apa
Dirimu kosong
Dirimu tak punya bekal persiapan
Kau akan disalati sebelum salat
Kau akan dihisab sebelum menghisab diri
Kau akan disiksa sebelum menyiksa diri
Kau akan mati sebelum penuh bekal mu
Hidup ini tak akan berarti
Jika kau mengharapkan kenikmatan
Sebelum mensyukuri nikmat
Sebelum kau berada di zona tak nyaman
Yesi, yang satu ini cukup pendiam dan penurut. Sifatnya yang baik menjadi lengkap dengan kebiasaannya yang suka membantu teman lainnya. Otaknya yang cerdas juga terlihat ketika pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan berhasil dijawab olehnya.
Retty dan renny dua orang kembar ini juga cerdas, terlihat dari kuis yang diberikan hanya mereka berdua yang mendapat menjawab soal lebih banyak, masing-masing benar 4 dan 5 soal, sedang yang lainnya ada juga yang tidak bisa menjawab dari 10 pertanyaan pada kuis tersebut.
Azis, umurnya yang lebih tua dari yang lainnya menjadikan dia merasa lebih tau akan materi yang disampaikan, walau sebenarnya tidak seperti itu keadaannya.
Hadli, sedikit lebih muda dari Azis tetapi dia lebih bijak dari yang lainnya, pemahamannya pun lebih, atas berbagai materi yang disampaikan, jiwa pemimpinnya pun lebih terlihat, tak heran kalau dia yang sering ditunjuk untuk memimpin shalat Ashar dan lainnya.
Masih banyak lagi yang lainnnya, dengan berbagai sifatnya yang unik. Anak-anak tempat TPA saya mengajar ini memang baru tumbuh berkembang, tapi dari berbagai sifat yang ada itu saya yakini adalah hasil bentukan dari ajaran keluarga, lingkungan dan pendidikan yang dia terima.
Annisa misalnya, suatu saat dia curhat
Yang lainnya lagi beragam, ada yang layaknya seorang pencinta gravity yang melukis ditembok-tembok, bedanya dia menggambar di setiap halaman belakang bukunya yang kosong bahkan di belakang tasnya atau di lembar laporan hapalannya.
Karakter mereka terbentuk dari apa yang mereka lihat, mereka dengar, dan mereka pahami. Kecerdasan mereka mempengaruhi, daya tangkap mereka tentunya berbeda, tapi yang lebih mempengaruhi lagi adalah
Analisa saya ini hanya berdasarkan pengamatan saya dari berbagai anak yang saya perhatikan termasuk dari diri saya yang dibesarkan oleh keluarga saya.
Lepas dari itu semua. Wah rasanya bagaimana menghadapi anak kecil. Mudah tapi sulit, sulit tapi mudah. Pokoknya dibuat mudah sajalah. Karena kenikmatan yang tiada
Anda paham dua kalimat terakhir saya dan hubungannya dengan cerita saya di atas, kalau paham, maka tujuan hidup kita memang sama.
****
Ya, tujuan yang saya maksud adalah kebangkitan Islam, terbentuknya kekhilafahan. Apa pun gerakan dakwah Anda, pasti itu tujuannya. Tentunya dengan mengharap keridhaan Allah swt. Lalu siapa yang mengawali kebangkitan itu? Generasi Muda !
Hampir setahun sudah. Kondisi TPA juga berubah, ada anak yang sudah keluar, ada anak yang baru masuk. Tetapi Gurunya semakin berkurang, semakin kritis, berdampak juga pada kehadiran murid-murid.
Saya cari sana-cari sini, jarang juga yang mau jadi guru TPA, ada yang datang dan ada yang pergi. Mereka punya kesibukan dan rutinitasnya masing-masing. Ada yang tidak sesuai jadwalnya, ada yang memang berat melangkahkan kakinya.
Lalu dimana mereka yang katanya mengharapkan kebangkitan ummat, dimana mereka yang mau terciptanya kekhilafahan. Mana mungkin bisa tercipta, tanpa membentuk generasi penerus yang akan meneruskan perjuangan ummat.
Pada akhirnya, yang ingin saya tanyakan "Apakah Anda mau mengajar TPA di tempat ini?"
INgatlah, hanya ada 3 hal yang masih terbawa ketika kita mati, harta yang diamalkan, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang sholeh. Insya Allah dengan mengajar TPA ini, Anda akan memiliki ilmu yang bermanfaat, yang pahalanya akan terus berlipat.
Saya maklum bagi Anda yang punya kesibukan atau letak rumah yang jauh, walau itu tidak ada artinya. Maka saya mengharapkan bagi mereka yang masih menganggur, atau rumahnya dekat dengan lokasi TPA, sisihkan 3 jam saja di sore hari untuk mengajar anak-anak. Tidak perlu setiap hari, mungkin bisanya 1 minggu 3 kali, atau 1 minggu 1 kali pun itu pasti akan dihargai sekali. Sekarang, ada dua hal yang bisa Anda lakukan menghubungi saya atau Tyan (tee_yan615@yahoo.com) sekarang juga, atau Anda tetap berpikir dengan penuh pertimbangan sampai setan disegala penjuru tubuh Anda menguasai Anda, sehingga Anda melewatkan kesempatan untuk mencetak agent of change berikutnya.

| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Other |
| Author: | Hernowo |
SMS dan Perang Uhud
Tanggal 7 Agustus 2007 pukul 22:40 saya mendapat sms yang tertulis, “AMUNISI TERAKHIR utk KMENANGAN: Stiap kader wjib: 1.bc quran min 1juz mlm ini, 2.qyamulail mlai 03.30 dn sling miscall, 3.doakan kmenangan dkwh ini, 4……”, dst. Tanggal 5 Agustus sore pun saya menerima sms serupa itu, yang intinya tawakal kepada Allah. Jadi teringat, sebuah kisah ketika pasukan Amru bin Ash ingin menaklukan Mesir dan memerlukan bala bantuan dari Madinah. Namun bukan bala bantuan yang dikirimkan oleh Khalifah Umar tetapi hanya sebuah
Atau sebuah kisah Perang Badar, ketika sekitar 300 orang kaum Muslimin yang didominasi oleh kaum Anshar berhadapan dengan pasukan kaum Quraisy yang jumlahnya lebih dari tiga kali lipat kaum Muslimin. Sebelum perang itu dimulai, Nabi Muhammd saw berdoa dengan khusyuknya disaksikan oleh Abu Bakar AsSidiq, memohon pertolongan Allah swt atas kaum Muslimin. Dan akhirnya kemenangan pun diraih kaum Muslimin.
Lalu apa hubungannya dengan Pilkada Jakarta? Bahwa sebenarnya ikhtiar itu mutlak adanya. Usaha untuk mendapat kemenangan itu perlu dilakukan sampai titik darah penghabisan. Tetapi ketika segala hal direncankan dan dilakukan maka yang terakhir adalah keputusan berada di tangan Allah. Pasukan Amru bin Ash bisa menang, kaum Muslimin mengalahkan kaum Quraisy di perang Badar, dan Allah menjanjikan "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah : 249), lalu bagaimana kita bisa kalah di Pilkada Jakarta?
Jadi teringat kisah Perang Uhud, sebelum perang segala hal direncanakan, apakah akan bertahan di Madinah atau maju berhadapan di Gunung Uhud. Keputusan pun diambil, perang di Gunung Uhud dengan segala persiapannya. Segala siasat perang dirancang, segala perintah begitu diperhatikan. Sampai pada sebuah peringatan agar pasukan panah yang ada di Gunung Uhud tidak pergi meninggalkan posisinya sampai kemenangan benar-benar diraih. Alhasil kemenangan di raih kaum Muslimin di Perang Uhud, akan tetapi ketika kemenangan belum diraih sepenuhnya dan pengejaran terhadap pasukan Quraisy masih dilakukan, pasukan panah itu meninggalkan posnya hanya karena ingin cepat mendapatkan harta rampasan perang. Pasukan Quraisy yang melihat peluang ini akhirnya kembali menyerang dengan pasukan yang sudah dipersiapkan sebelumnya, sehingga kaum Muslimin mengalami kekalahan.
Pilkada, Perang Badar, dan Perang Uhud. Semuanya sudah menjadi kisah yang telah berlalu. Menganalisanya bukan menjadi sebuah hal yang tidak berguna kalau kita bisa mengambil beribu hikmah yang terkandung didalamnya. Kita bisa menganggap itu sebagai kekalahan atau kemenangan, tergantung dari sudut pandang mana kita melihat.

| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Other |
| Author: | Dr. john Gray PhD |
Menang Tipis
“Menang tipis!”, ujar saya sambil tersenyum. Saya yang dari tadi pagi sudah di TPS sebagai saksi masih bisa tersenyum ketika ada yang menanyakan bagaimana hasil perhitungan suara siang tadi jam 2.
Pagi tadi dengan memakai baju koko seperti instruksi, saya melangkah gagah ke TPS. Sampai di TPS beberapa anggota KPPS sudah ada di tempat termasuk Ketua KPPS. Tegur sapa untuk menambah keakraban, berhasil mengurangi ketegangan. Jam 7 hampir tiba, semua perlengkapan sudah diperiksa, tetapi saksi dari Fauzi-Prijanto belum datang. Pak RT yang anggota FORKABI mulai menelepon untuk mencari tahu.
”Udaaah... bukan urusan kita, kita kan cuma ngurusin TPS doang!” ujar KPPS 2 yang merasa risih. Pak RT yang juga anggota KPPS bertugas menjaga kotak suara pun memberikan alasannya, tetapi dengan nada bercanda (mungkin) kembali disahut oleh KPPS2.
”Begini ni kalau udah dapet serangan fajar!”, mereka berdua pun tertawa, saya pun ikut tertawa.
Akhirnya saksi dari Fauzi-Prijanto pun tidak datang. Sesumbar dengan nada bercanda ke Pak RT, saya merasa tidak ada temannya, ”Wah nggak ada temen ngorbrolnya nih pak!”.
Jam 7 lewat 1 menit upacara dimulai. Para anggota KPPS di sumpah, kotak suara dibuka dan dikeluarkan segala isinya kemudian dicatat. Banyak toleransi yang saya lakukan, terhadap anggota KPPS yang selalu menganggap mudah semua permasalahan yang ada, tetapi memang hanya masalah administrasi kecil, sehingga semua itu hanya saya rekam saja, tetapi tidak saya protes. Para pemilih pun sudah ada yang datang. Dan pencoblosan dimulai!
Sepanjang pencoblosan tidak ada permasalahn yang berarti. Sempat ada isu dari saksi bayangan kalau saja warga yang tidak mendapatkan kartu pemilih, bisa melakukan pencoblosan walau tidak terdaftar di DPT (Daftar Pemilih Tetap). Tetapi apa daya, ketua KPPS tidak menyetujui, dan saya tidak bisa berbuat apa-apa terlebih saya sudah membuat kesepakatan/perjanjian tersendiri tentang masalah ini, bahwa warga yang tidak mendapatkan kartu pemilih bisa melakukan pencoblosoan apabila terdaftar di DPT. Kesepakatan itu sudah ditandatangani bersama sehari sebelum pencoblosan. Tetapi tetap hal itu coba di konfirmasi ke kelurahan dan hasilnya nihil, warga yang tidak terdaftar di DPT tidak dapat melakukan pencoblosan.
Ada dua orang yang datang hanya dengan membawa KTP dan tidak terdaftar di DPT. Satu orang yang merasa bingung, tinggal lama di situ, istrinya dapat kartu pemilih, tetapi dia tidak dapat, padahal saat pemilu dia mendapat kartu pemilih. Ada lagi yang datang, sama seperti yang tadi, lucunya lagi dia sempat menceramahi KPPS terutama yang mendata warga.Ada lagi dua orang yang melaporkan salah seorang keluarganya sakit, tetapi mempunyai kartu pemilih. Sampai akhirnya salah satu anggota KPPS dan saya sebagai saksi mendatangi rumahnya, dengan membawa kertas suara, alat pencoblosan, tinta, dan tak lupa surat mandat pendamping pemilih sebaga bukti bahwa pemilih dapat mencoblos dengan didampingi oleh orang yang dipilihnya.
Setelah ishoma, tidak ada lagi pemilih yang datang. Dari 396 yang terdaftar, hanya 304 yang menggunakan hak pilihnya, 148 laki-laki dan 156 perempuan. Jam 1 pun tiba. Setelah bersiap-siap pada kondisi perhitungan suara, kotak suara pun dibuka. Perhitungan pun dimulai. Tak ada kejanggalan sama sekali dalam perhitungan suara. Hal-hal yang ditakutkan seperti di Pilkada Banten, tidak ada yang terjadi. Hasilnya pun 300 suara sah dan 4 tidak sah karena ada yang tidak di tusuk juga ada yang ditusuk di kedua kandidat. Awalnya suara Fauzi-Prijanto memimpin, dan kemudian susul menyusul. Hal ini yang membuat saya yang dari tadi merasa rileks saja menjadi tegang, terlebih anak-anak kecil yang berteriak “Weeee….”, ketika Nomor 2 disebut dan “Huuuuu…”, ketika nomor 1 disebut. Tetapi akhirnya saya ikutan teriak bareng-bareng dengan tetap memperhatikan untuk meredam ketegangan itu. Ada ibu-ibu yang nyeletuk tapi terdengar serius (menurut saya) kalau saja sendainya Fauzi-Prijanto menang nanti akan mendapat beras dari Pak RT. Dan hasilnya menang tipis, Adang-Dani 143 dan Fauzi-Prijanto 157. Pak RT yang dari tadi juga terlihat tegang ketika perhitungan sudah mulai sumringah. Telepon kesana kemari melaporkan hasil kemenangannya. Dan celetukan itu terdengar lagi.
“Nanti jangan lupa ambil beras dari Pak RT, Fauzi-Prijanto menang!”, sambil beres-beres celetukan itu terdengar serius seperti menagih janji (kembali menurut saya). :)