
| Rating: | ★★★★★ |
| Category: | Books |
| Genre: | Biographies & Memoirs |
| Author: | Dr Muhammad Husain Haekal |
tiada yang bicara. Kemudian ia meneruskan berkata lagi:
"Seorang hamba Allah oleh Tuhan telah disuruh memilih antara
dunia dan akhirat dengan apa yang ada padaNya, maka ia
memilih yang ada pada Tuhan."
Muhammad diam lagi, dan orang-orang juga diam tidak
bergerak. Tetapi Abu Bakr segera mengerti, bahwa yang
dimaksud oleh Nabi dengan kata-kata terakhir itu adalah
dirinya. Dengan perasaannya yang sangat lembut dan besarnya
persahabatannya dengan Nabi, ia tak dapat menahan air mata
dan menangis sambil berkata:
"Tidak. Bahkan tuan akan kami tebus dengan jiwa kami dan
anak-anak kami."
Kuatir rasa terharu Abu Bakr ini akan menular kepada yang
lain, Muhammad memberi isyarat kepadanya:
"Sabarlah, Abu Bakr."
Kemudian dimintanya supaya semua pintu yang menuju ke mesjid
ditutup, kecuali pintu yang ke tempat Abu Bakr. Setelah
semua pintu ditutup, katanya lagi:
"Aku belum tahu ada orang yang lebih bermurah hati dalam
bersahabat dengan aku seperti dia. Kalau ada dari hamba
Allah yang akan kuambil sebagai khalil (teman kesayangan)
maka Abu Bakrlah khalilku. Tetapi persahabatan dan
persaudaraan ialah dalam iman, sampai tiba saatnya Tuhan
mempertemukan kita."
http://media.isnet.org/islam/Haekal/Muhammad/Wafat2.html
DAHSYAT!!!
nangis aku
1 comment:
salah satu cerita tentang Abu Bakar yang ada di buku Sejarah Hidup Muhammad
http://media.isnet.org/islam/Haekal/Muhammad/Wafat2.html
Post a Comment