Monday, March 01, 2010

Benarkah Hidup ini pilihan ?!




http://fireman0410syah.multiply.com/music/item/3/Benarkah_Hidup_ini_pilihan
“Kalau aku memilih, lebih baik aku tetap buta. Di dalam kegelapan ini aku lebih banyak mendapatkan pencerahan.”
Kata-kata ini terucap dari seorang pemeran utama dalam sebuah sinetron. Lalu bagaimana dengan kau yang dikaruniai penglihatan? Akankah kau harus buta untuk mendapatkan pencerahan? Masihkah kau belum mendapatkan karuniaNya, nikmatNya dan anugerahNya? Masihkah kau belum syukuri juga?
Ternyata benar adanya bahwa orang itu lebih banyak berhasil diberikan ujian dengan kesulitan yang menyengsarakan dari pada dengan kesenangan dan kenikmatan yang melupakan. Ini baru satu anggota tubuh yang diperhitungkan, bagaimana dengan yang lainnya. Telinga kita, mulut kita, tangan kita, atau kaki kita. Perlukah Allah mengambil pendengaranmu agar kau tak mendengar sesuatu selain Firman-FirmanNya? Perlukah Allah menjadikanmu bisu agar kau tidak lagi berkata yang seharusnya tidak kau katakan? Perlukah dilumpuhkan kakimu agar tak lagi kau melangkah ke tempat yang tidak Allah suka?
Apakah harus diambil satu persatu dari dalam tubuh kita agar kita bisa merasakan nikmat Allah, agar kau yakin bahwa kau tidak ada apa-apanya kecuali tanpa adanya pemberian dari Allah? Masih berapa banyak pertanyaan lagi agar kau sadar bahwa dirimu tidak ada apa-apanya.
Dua hari yang lalu saya tertidur di suatu tempat yang agak berdebu, ketika terbangun tenggorokan saya sudah begitu gatalnya seperti ada yang mengganjal. Saya alergi debu. Saya terken flu. Tidur pun sulit. Keesokan paginya bangun dengan keresahan. Tubuh ini menjadi resah hanya karena debu. Maha Suci Allah Yang Menciptakan debu. Debu yang berterbangan di udara. Debu yang masuk ke dalam tubuh saya.
Ibu seorang teman saya terkena tumor. Tumor itu membesar di otak, tepatnya dibelakang mata dan ada saraf mata yang terjepit karena pertumbuhan tumor itu sehingga salah satu matanya tidak berfungsi lagi. Sebelum menyerang saraf mata yang satu lagi, tumor itu segera diangkat. Saya yakin Anda tahu, kalau biaya operasinya tidak murah.
Ada juga seorang teman saya yang mempunyai kelebihan. Kelebihan harta yang membuatnya kelebihan makan sehingga dia mengalami kelebihan berat badan. Yang hebatnya dalam satu hari dua bungkus rokok selalu dihabisinya. Hasilnya dadanya suka sesak. Setelah diperiksa dokter ternyata terjadi gejala penyempitan pembuluh darah yang berhubungan langsung dengan jantungnya. Ada lagi seorang penulis, memiliki penyakit Talasemia yang harus transfusi darah secara rutin seumur hidupnya. Bayangkan !!
Ok. Silakan kau memejamkan mata, mendongak ke atas dan kau lihat dalam kegelapan itu, apabila kau yang mengalami berbagai penyakit di atas. Apakah kau harus mengalami semua itu, baru kau akan menyadari betapa lemahnya kita, betapa tiada dayanya diri kita? Betapa tubuh ini hanya seonggok mayat yang diberi nyawa oleh Allah.
Lalu mau kau bawa kemana tubuh mu? Hanya untuk dimasukan ke liang lahat?
Ya..bayangkanlah lagi ketika kau dalam kuburan. Apa yang kau lihat? Bayangkan ketika wajahmu sebegitu pucatnya dimasukkan ke dalam liang lahat. Bayangkan ketika binatang-binatang mulai melucuti kulitmu, menghabisi dagingmu, dan menjilati tulangmu. Hanya untuk itu kah kau hidup?
Wahai teman….
Masih ada surga disana. Tak mau kah menggapainya? Hidup abadi didalamnya? Apakah kau hanya akan menangisi dunia yang sudah pasti kau tinggalkan? Kau sudah tahu dunia itu fana. Hanya untuk itu kah kau hidup?
Kurang apa lagi? Kita diciptakan di dunia ini bukan tanpa apa-apa. Ada makhluk hidup lainnya, tumbuhan, hewan, air dan udara. Kita diberikan pegangan hidup berupa Alquran dan Hadist. Sekian banyak Rasul telah diturunkan. Lalu apa lagi?
Hanya perasaan sajakah yang kau ikuti?
“Ah, ga sreg nie…”
“Terlalu banyak aturan !!”
Sampai disitukah perasaan mu? Benarkah kau tidak mau hidup kekal? Melewati ujian-ujian yang ada di dunia ini dengan mengambil hikmahnya, mensyukuri nikmatNya, dan bermunajat kepadaNya? Tak maukah nikmat yang kekal di surga kelak?
Aduhai….
Wahai malam yang berganti siang
Andai saja aku bisa mengendalikan tubuh ku ini hanya untuk ku seorang
Maka tak akan ku tatap dunia
Maka tak akan ku lepaskan diriku sedikitpun dari hadapanMu
Namun aku hanya seonggok tubuh yang tak berdaya
Yang hanya mendapatkan kekuatan dariMu
Yang ada karena Engkau ada
Yang tiada karena tak Kau butuhkan
Maka berikanlah aku kekuatan
Untuk menguatkan imanku kepadaMu
Memudahkan ku mendapatkan fajarMu
Merasakan sentuhan bisikanMu
Menikmati setiap teguranMu
Dan untuk menjauhkan ku dari setiap larangan Mu
Agar aku tetap berada di jalur Mu
Ya Allah
Aku sangat berharap dengan penuh simpuh

Amin

diiringi oleh musik
Anata ga Oshiete Kure Tamono by Susumu Euda dan
Only Human by Susumu Euda

(mohon maaf-pemuatan fotonya tanpa ijin pemiliknya)

7 comments:

aris isnandar said...

syukron for share

khoiri . said...

renungan yang pas,
thnks bro.

*Arisa . said...

Terima kasih sharingnya.

Ibnu Alwi said...

sama2,
semuanya kembali ke diri kita masing2
semoga kita bisa bertemu di surgaNya kelak..amin

crysan hijau said...

Nikmat berupa kelebihan harta benda pun adalah ujian dariNya.. banyak diantara kita yang tidak menyadarinya.. Terimakasih sharenya, maafken numpang liwat langsung berkata2..

qyrra qyrra said...

kata'' qw tuh
ngopy..........

Ibnu Alwi said...

??