
Jangan-jangan gempa ini azab dari Allah, coba kita simak ayat-ayat ini.
"Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan, saudara mereka Syu'aib, maka ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan". Maka mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka." (QS.Al 'Ankabuut : 36-37)
"Orang-orang yang menyombongkan diri berkata: "Sesungguhnya kami adalah orang yang tidak percaya kepada apa yang kamu imani itu". Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: "Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)". Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka." (QS. Al A'raaf:76-78)
"Pemuka-pemuka kaum Syu'aib yang kafir berkata (kepada sesamanya): "Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu'aib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi". Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka," (QS. Al A'raaf:90-91)
Ketika bencana datang bisa jadi banyak orang yang beriman dan bertaqwa juga ikut terkena bencana, seperti di jaman Nabi Musa as.
"Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohonkan taubat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka digoncang gempa bumi, Musa berkata: "Ya Tuhanku, kalau Engkau kehendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu hanyalah cobaan dari Engkau, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah Yang memimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan EngkaulahPemberi ampun yang sebaik-baiknya". (QS.Al A'raaf:155)
Mari kita selalu taat kepada Allah, tidak hanya saat tertimpa musibah saja. Jangan lupa untuk selalu beryukur ketika diberi nikmatNya.
"Katakanlah: "Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, yang kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah diri dengan suara yang lembut (dengan mengatakan): "Sesungguhnya jika Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur"". Katakanlah: "Allah menyelamatkan kamu dari bencana itu dan dari segala macam kesusahan, kemudian kamu kembali mempersekutukan-Nya."(QS.AlAn'aam:63-64)
"Katakanlah: " Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu[482] atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti[483] agar mereka memahami(nya)". (QS.Al An'aam:65)
[482]. Azab yang datang dari atas seperti hujan batu, petir dan lain lain. Yang datang dari bawah seperti gempa bumi, banjir dan sebagainya.
[483]. Maksudnya: Allah s.w.t. mendatangkan tanda-tanda kebesaranNya dalam berbagai rupa dengan cara yang berganti-ganti. Adapula para mufassirin yang mengartikan ayat di sini dengan ayat-ayat Al-Quran yang berarti bahwa ayat Al-Quran itu diturunkan ada yang berupa berita gembira, ada yang berupa peringatan, cerita-cerita, hukum-hukum dan lain-lain.
Bisa jadi gempa atau musibah yang datang silih berganti adalah ujian keimanan dari Allah swt untuk kita semua.
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: "Bilakah datangnya pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat." (QS. Al-Baqarah:214)
"Tiada sesuatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Luhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.." (QS.Al-Hadid : 22)
Semoga kita termasuk orang-orang mukmin.
"Sungguh ajaib keadaan seorang mukmin, karena seluruh kondisinya adalah baik baginya. Hal itu hanya berlaku bagi seorang mukmin saja. Apabila ia mendapatkan kesenangan, lalu ia bersyukur, itu menjadi kebaikan baginya. Dan apabila ia tertimpa musibah, lalu ia bersabar, maka itupun menjadi kebaikan baginya." (HR. Muslim No. 2999)
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan:"Innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji'uun"(Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kami kembali). Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS.Al-Baqarah:155-157)
Lalu apa karena SBY yang memimpin bangsa Indonesia ini sehingga bencana silih berganti datang ketika masa jabatannya? Ada yang mengatakan dosa SBY yang begitu besar maka bangsa Indonesia terkena imbasnya, Atau ada yang mengatakan, bencana sering datang karena SBY itu menang dengan kecurangan yang dilakukan dimana-dimana oleh para pendukungnya, apakah ini benar? Bisa jadi, Tapi sebaiknya tidak hanya SBY yang berintrospeksi diri, tapi kita semua. Bisa jadi bencana datang karena dosa-dosa yang kita lakukan, seperti yang telah Allah sampaikan dalam ayat-ayatNya di atas. Atau bisa jadi bangsa Indonesia ini sebenarnya dosanya sudah tidak ketulungan, sudah tidak terhitung jumlahnya. Hanya saja “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS.Al-Baqarah:286), sehingga bencana baru didatangkan silih berganti oleh Allah saat SBY menjabat Presiden, karena mungkin bangsa Indonesia akan sanggup memikul bencana ini ketika dipimpin oleh SBY.
"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." "(QS.Al-Baqarah:286)
Keep fight..
Wallahu’alam bishawab.
4 comments:
Terima kasih sharing-nya pak, btw mungkin introspeksinya ada di tulisan yang ini
Bisa jadi..
Perlu perenungan..
mantap di compile nya pak *acung jempol*
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." "(QS.Al-Baqarah:286)
Post a Comment