Bismillahirrahmanirrahim...
Jangan pernah berpikir jika kau beriman dan bertakwa kemudian pasti akan menjadi kaya harta! Begitu juga sebaliknya..Jangan pernah berpikir jika kau beriman dan bertakwa pasti akan menjadi miskin harta.
Atau, jangan pernah berpikir jika kau tidak beriman dan bertakwa kemudian pasti akan menjadi miskin harta. Begitu juga sebaliknya...Jangan pernah berpikir jika kau tidak beriman dan bertakwa kemudian pasti akan menjadi kaya harta.
Lho kok gitu...coba lihat, ada orang beriman dan bertakwa, amal salihnya luar biasa, aktivitas dakwahnya tidak ketulungan, tapi dia tidak kaya. Contohnya banyak, kita bisa contoh para sahabat. Abu Bakar misalnya, ketika awal masuk Islam dia adalah seorang saudagar kaya yang membebaskan Bilal yang masuk Islam dan disiksa oleh majikannya yang kafir, dia membeli Bilal dengan nilai beli yang tidak biasa pada umumnya untuk membeli budak. Tapi dia juga pernah jatuh miskin ketika terus menerus membantu perjuangan Rasulullah dari bantuan ketika pergi Hijrah sampai pernah menyumbangkan seluruh hartanya bersedekah di jalan Allah. Sampai ketika Rasulullah bertanya kepada Abu Bakar tentang apa yang ditinggalkannya untuk keluarganya, Abu Bakar hanya menjawab "Allah dan RasulNya", dan itu membuat Rasulullah tersenyum.
Ada juga yang beriman dan bertakwa, dia juga kaya, Abdurrahman bin Auf contohnya, ketika hijrah dari Mekkah dia tidak membawa harta, bahkan ketika sampai di Madinah dia ditawari istri dan sebidang tanah, tapi Abdurrahman bin Auf hanya minta ditunjukkan pasar dan kemudian menjadi orang kaya karena kesuksesannya dalam berdagang. Umar bin Khattab lain lagi, dari belum masuk Islam sampai sudah masuk Islam kerjaannya tetap berternak dan bercocok tanam.
Kehidupan nyata sekarang juga bisa dilihat, ada Aa Gym dan Ust. Yusuf Mansur yang kaya, tapi ingat bukankah penduduk Indonesia itu Muslim? Kalau kita hitung-hitungan, kurang lebih 30 juta penduduk miskin di Indonesia, misalnya 85% Muslim, berarti ada sekitar 25 juta. Masa sih dari 25 juta, tidak sampai 1 juta yang Muslimnya beneran, dalam artian dia beriman dan bertakwa. Banyak kan?
Jadi tidak pernah ada korelasinya kalau dia beriman itu pasti jadi orang kaya! Belum tentu !
Tapi jangan salah lho...di negara non Muslim keadaannya juga sama. Ada yang kaya, ada juga yang miskin. Hahahaha....
Lalu apa gunanya kita beriman?
Jangan pernah berpikir jika kau beriman dan bertakwa kemudian pasti akan menjadi kaya harta! Begitu juga sebaliknya..Jangan pernah berpikir jika kau beriman dan bertakwa pasti akan menjadi miskin harta.
Atau, jangan pernah berpikir jika kau tidak beriman dan bertakwa kemudian pasti akan menjadi miskin harta. Begitu juga sebaliknya...Jangan pernah berpikir jika kau tidak beriman dan bertakwa kemudian pasti akan menjadi kaya harta.
Lho kok gitu...coba lihat, ada orang beriman dan bertakwa, amal salihnya luar biasa, aktivitas dakwahnya tidak ketulungan, tapi dia tidak kaya. Contohnya banyak, kita bisa contoh para sahabat. Abu Bakar misalnya, ketika awal masuk Islam dia adalah seorang saudagar kaya yang membebaskan Bilal yang masuk Islam dan disiksa oleh majikannya yang kafir, dia membeli Bilal dengan nilai beli yang tidak biasa pada umumnya untuk membeli budak. Tapi dia juga pernah jatuh miskin ketika terus menerus membantu perjuangan Rasulullah dari bantuan ketika pergi Hijrah sampai pernah menyumbangkan seluruh hartanya bersedekah di jalan Allah. Sampai ketika Rasulullah bertanya kepada Abu Bakar tentang apa yang ditinggalkannya untuk keluarganya, Abu Bakar hanya menjawab "Allah dan RasulNya", dan itu membuat Rasulullah tersenyum.
Ada juga yang beriman dan bertakwa, dia juga kaya, Abdurrahman bin Auf contohnya, ketika hijrah dari Mekkah dia tidak membawa harta, bahkan ketika sampai di Madinah dia ditawari istri dan sebidang tanah, tapi Abdurrahman bin Auf hanya minta ditunjukkan pasar dan kemudian menjadi orang kaya karena kesuksesannya dalam berdagang. Umar bin Khattab lain lagi, dari belum masuk Islam sampai sudah masuk Islam kerjaannya tetap berternak dan bercocok tanam.
Kehidupan nyata sekarang juga bisa dilihat, ada Aa Gym dan Ust. Yusuf Mansur yang kaya, tapi ingat bukankah penduduk Indonesia itu Muslim? Kalau kita hitung-hitungan, kurang lebih 30 juta penduduk miskin di Indonesia, misalnya 85% Muslim, berarti ada sekitar 25 juta. Masa sih dari 25 juta, tidak sampai 1 juta yang Muslimnya beneran, dalam artian dia beriman dan bertakwa. Banyak kan?
Jadi tidak pernah ada korelasinya kalau dia beriman itu pasti jadi orang kaya! Belum tentu !
Tapi jangan salah lho...di negara non Muslim keadaannya juga sama. Ada yang kaya, ada juga yang miskin. Hahahaha....
Lalu apa gunanya kita beriman?
Mari kita kutip dari Al-Quran diambil dari sini http://akucintaislam.id.or.id/?p=7
1. Rizki yang baik di dunia dan di akhirat
“Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat.” Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.” (Al A’raaf:32)
2. Kekuatan dari sisi Nya untuk memperoleh kemenangan
“Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongan dari Bani Israil beriman dan segolongan lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang yang beriman terhadap musuh-musuh mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang menang.” (Ash Shaff:14)
3. Memperoleh pahala serta dihilangkan kekhawatiran dan kesedihan dari dalam dirinya
“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (Al Baqarah:62)
4. Dipelihara oleh Alloh
“Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” 9Al Baqarah:137)
5. Dimintakan ampunan oleh para malaikat pemikul Arsy
“(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala,” (Al Mu’min:7)
6. Dilindungi oleh Alloh
“Yang demikian itu karena sesungguhnya Allah adalah pelindung orang-orang yang beriman dan karena sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak mempunyai pelindung.” (Muhammad:11)
7. Dihilangkan azab yang menghinakan di kehidupan dunia dan diberi kesenangan sampai waktu yang ditentukan
“Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu), beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai kepada waktu yang tertentu.” (Yunus:98)
8. Diselamatkan oleh Alloh
“Kemudian Kami selamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman, demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang-orang yang beriman.” (Yunus:103)
9. Ditinggikan derajatnya
“Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Al Mujaadilah:11)
10. Diberi kemenangan
“Dan barangsiapa mengambil Allah, Rasul-Nya dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.” (Al Maa’idah:56)
11. Surga
“(Dan mengutus) seorang Rasul yang membacakan kepadamu ayat-ayat Allah yang menerangkan (bermacam-macam hukum) supaya Dia mengeluarkan orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari kegelapan kepada cahaya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezki yang baik kepadanya.” (Ath Thalaaq:11)
12. Ditunjuki jalan yang lurus
“dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran itulah yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus.” (Al Hajj:54)
13. Di do’akan Rosululloh saw agar mendapat ampunan Alloh
“Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan, mereka tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya, maka apabila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (An Nuur:62)
14. Ampunan dan rizqi yang mulia
“Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia.” (Al Anfaal:74)
15. Dihapus kesalahan-kesalahan dan diperbaiki keadaan mereka
“Dan orang-orang mukmin dan beramal soleh serta beriman kepada apa yang diturunkan kepada Muhammad dan itulah yang haq dari Tuhan mereka, Allah menghapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki keadaan mereka.” (Muhammad:2)
16. Syafa’at di akhirat
“Mereka tidak berhak mendapat syafa’at kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pemurah (orang-orang beriman).” (Maryam:87)
17. Diperkenankan do’anya dan bertambah pahala
“dan Dia memperkenankan (doa) orang-orang yang beriman serta mengerjakan amal yang saleh dan menambah (pahala) kepada mereka dari karunia-Nya. Dan orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang sangat keras.” (Asy Syuura’:26)
18. Dianugerahi kenikmatan hidup hingga waktu yang ditentukan
“Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.” (Ash Shaaffaat:148)
19. Balasan yang berlipat ganda dan memperoleh rasa aman sentosa di tempat yang tinggi (surga)
“Dan sekali-kali bukanlah harta dan bukan (pula) anak-anak kamu yang mendekatkan kamu kepada Kami sedikitpun; tetapi orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal (saleh, mereka itulah yang memperoleh balasan yang berlipat ganda disebabkan apa yang telah mereka kerjakan; dan mereka aman sentosa di tempat-tempat yang tinggi (dalam syurga).” (Saba’:37)
20. Pertolongan Alloh
“Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.” (Ar Ruum:47)
21. Derajat disisi Nya, ampunan serta rizqi yang mulia
“Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia.” (Al Anfaal:4)
22. Dimasukkan ke dalam golongan orang-orang sholeh
“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh benar-benar akan Kami masukkan mereka ke dalam (golongan) orang-orang yang saleh.” (Al ‘Ankabut:9)
23. Dihapus dosa-dosanya dan diberi balasan yang lebih baik
“Dan orang-orang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (Al ‘Ankabut:7)
24. Dianugerahi keberuntungan
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman,” (Al Mu’minuun:1)
25. Memperoleh rahmat Alloh
“Dan tetapkanlah untuk kami kebajikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman: “Siksa-Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.” (Al A’raaf:156)
26. Berkuasa dimuka bumi
“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” (An Nuur:55)
27. Dibela Alloh
“Sesungguhnya Allah membela orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya Allah tidak menyukai tiap-tiap orang yang berkhianat lagi mengingkari nikmat.” (Al Hajj:38)
28. Diselamatkan Alloh
“Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (Al Anbiyaa’:88)
29. Ditanamkan rasa kasih sayang dalam hati mereka
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, kelak Allah Yang Maha Pemurah akan menanamkan dalam (hati) mereka rasa kasih sayang.” (Maryam:96)
30. Mendapatkan pahala dan perintah-perintah yang mudah
“Adapun orang-orang yang beriman dan beramal saleh, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami.” (Al Kahfi:88)
31. Bertambah petunjuk
“Kami kisahkan kepadamu (Muhammad) cerita ini dengan benar. Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka, dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk.” (AL Kahfi:13)
32. Memperoleh pembalasan yang baik
“sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang-orang yang beriman, yang mengerjakan amal saleh, bahwa mereka akan mendapat pembalasan yang baik,” (Al Kahfi:2)
33. Memperoleh Al Qur’an sebagai peneguh hati, petunjuk dan kabar gembira
“Katakanlah: “Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).” (An Nahl:102)
34. Kehidupan yang baik
“Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An Nahl:97)
35. Memperoleh Al Qur’an sebagai petunjuk dan rahmat
“Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (An Nahl:64)
Kalau ada salah, mohon perbaikkannya. Afwan
Wallahu alam

30 comments:
*baru denger abu bakar pernah jatuh miskin*
mungkin bukan jatuh miskin bang, soalnya beliau itu terkenal pengusaha sukses
eniwei, JKFS
bukan jatuh miskin.. tapi waktu itu seluruh harta kekayaannya telah di'persembahkan' untuk jihad.
Assalamu'alaikum wrwb
Rupanya anda belum menemukan beberapa ayat dlm al quran, bahwa orang2 beriman dan bertaqwa itu PASTI orang2 yang berakhlaq mulia, dan benyak mendapar hadiah harta dll dari ALLAH.Karena ajaran2 Allah itu pasti membawa umat islam menjadi umat yang sukses.
Orang2 yang tidak mendapat kitab ALLAH,mereka tidak tahu hidup yang sukses seperti orang2 yang tinggal di hutan2 itu.
Kalau ada orang2 kota yang miskin, seperti orang2 hutan itu, namun mereka islam, sesungguhnya mereka belum lagi beriman yang benar.
inilah ayat2 ALLAH yang menunjukan orang2 beriman dan bertaqwa itu adalah banyak mendapat rezeki dari arah yang tidak dikeathuinya,seperti Aa Gym, abuya ashhari, Rasulullah saw dan sahabat2nya..
Barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanyaQS.65:2-3
Artinya orang2 bertaqwa mendapat rezeki atau hadiah dari ALLAH dari bermacam macam cara berniaga.Sebagaimana Rasulullah saw dan Aa Gym.
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa,
(14) pastilah Kami akan melimpahkan kepada me-reka berkah dari langit dan bumi(kekayaan,kemakmuran), tetapi mereka (ulama2)mendus-takan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka(kemiskinan,kekacauan) di-sebabkan perbuatan mereka sendiriQS.(7): 96)
Sebuah nasehat dari Khalifah Umar bin Khatab;
"Pada suatu masa dimana umat muslim sudah meninggalkan usaha berniaga,berdagang,pengusaha dan Industri,sebagai mata pencariannya, maka umat muslim yang jutaan jumlahnya, hidupnya akan banyak tergantung kepada umat lainnya, akirnya menjadi umat lemah, umat yang selalu tergantung , umat yang mudah di porak perandakan oleh kekuatan lain"
Hadits; ALLAH lebih senang muslim yang kuat iman dan ekonominya dari muslim yang lemah.Hr Muslim
Sebaik baik pertolongan atas taqwa kepada Allah swt adalah “harta-uang”.HR Baihaqi
http://latifabdul.multiply.com/journal/item/46
Demikianlah ayat2 ALLAh menjelaskan dlm Al quran, kitab yang sempurna bagi orang2 yang bertaqwa.
Terimakasih mari kita perbanyak sharing ilmu al Quran
wassalam
http://www.islamliberal.net/
http://www.islam-moderat.blogspot.com/
ya..makanya, kayanya kata "jatuh miskin" tidak tepat
kata yang pantas untuk orang yang punya harta banyak dan kemudian dalam waktu sesaat jadi tidak punya harta sama sekali apa?
saya cuma ingin menunjukkan surat Al-Hujurat : 13 yang artinya : "Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian di hadapan Allah adalah yang paling bertaqwa." bukan karena miskin atau kaya hartanya. that's all.
ya jatuh miskin harta maksudnya, tapi kaya akan iman yang luar biasa...
ya jatuh miskin harta maksudnya, tapi kaya akan iman yang luar biasa...
"...Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (Q. Ath Thalaaq(65):2-3)
ini tidak berarti serta merta menjadi kaya harta pak...Allah lebih menekankan pada kecukupan...tidak berarti orang miskin itu tidak berkecukupan...karena banyak orang dikampung saya yang miskin (miskin menurut kita), tapi mereka tidak merasa miskin karena sudah merasa berkecukupan.
karena sudah bersyukur dengan apa yang mereka dapatkan
"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (QS. Al A'raaf(7):96)
"pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi," maksudnya, hujan dari langit dan tumbuh-tumbuhan dari bumi.
dan siksa disini maksudnya kebinasan. Ini menurut tafsir Ibnu Katsir, penerbit Pustaka Imam Syafii, penyusun/pentahqiq DR.'Abdullah bin Muhammad bin 'Abdurrahman bin Ishaq Alu Syaikh
tapi menurut saya boleh saja bapak menafsirkannya demikian, sebagai penyemangat kita untuk jadi kaya.
saya setuju banget dengan nasehat ini
tapi tidak membantah pernyataan saya di atas. :)
tolong referensi shahihnya pak :)
setahu saya konteksnya begini
Abu Hurairah radhiyallahu’anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah, namun pada masing-masingnya terdapat kebaikan. Bersemangatlah untuk meraih apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan jangan bersikap lemah. Apabila sesuatu menimpamu janganlah berkata, ‘Seandainya dahulu aku berbuat demikian niscaya akan begini dan begitu.’ Akan tetapi katakanlah, ‘Itulah ketetapan Allah dan terserah Allah apa yang dia inginkan maka tentu Dia kerjakan.’ Dikarenakan ucapan ’seandainya’ itu akan membuka celah perbuatan syaitan.” (HR. Muslim [2664] lihat Syarh Nawawi, jilid 8 hal. 260).
kuat bisa dimaksudkan kuat jasmani bisa juga ruhani.
kalo bapak mau memaksudkan "iman dan ekonomi", menurut saya boleh-boleh aja biar kita semangat untuk kuat di segala bidang.
jadi
“Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada seorang mukmin yang lemah, namun pada masing-masingnya terdapat kebaikan."
ini juga pak tolong referensi shahihnya (soalnya baru denger hadits ini,terjemahannya juga rada janggal, maklum saya juga baru belajar)
nah kita lihat bagaimana orang miskin iri terhadap orang kaya harta
(untungnya iri dalam kebaikan itu tidak apa)
HADITS KEDUAPULUH LIMA
HADITS ARBA'IN NAWAWIYAH
الأربعون النووية
اللغة الأندونيسية
MUHYIDDIN YAHYA BIN SYARAF NAWAWI
محي الدين يحيى بن شرف النووي
Penerjemah: ABDULLAH HAIDHIR
ترجمة: عبد الله حيدر
Murajaah: DR.MUH.MU’INUDINILLAH BASHRI, MAERWANDI TARMIZI
مراجعة: د. محمد معين بصري - إيرواندي ترمذي
Dari Abu Dzar radhiallahuanhu: Sesungguhnya sejumlah orang dari shahabat Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam 19) berkata kepada Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam: “ Wahai Rasululullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka (sedang kami tidak dapat melakukannya). (Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam) bersabda: Bukankah Allah telah menjadikan bagi kalian jalan untuk bersedekah? Sesungguhnya setiap tashbih 20) merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, amar ma’ruf nahi munkar merupakan sedekah dan setiap kemaluan kalian21) merupakan sedekah. Mereka bertanya: Ya Rasulullah masakah dikatakan berpahala seseorang di antara kami yang menyalurkan syahwatnya? Beliau bersabda: Bagaimana pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan di jalan yang haram, bukankah baginya dosa? Demikianlah halnya jika hal tersebut diletakkan pada jalan yang halal, maka baginya mendapatkan pahala. (Riwayat Muslim)
19. Yang dimaksud dengan mereka adalah para shahabat Rasulullah yang fakir dari kalangan Muhajirin.
20. Tashbih adalah ucapan Subhanallah.
21. Maksudnya adalah melakukan jima’ dengan istri.
Bpk anjurkan dlm memahami ajaran2 ALLAH sebaiknya komprehensive,artinya jangan diambil satu ayat saja dan lihat ayat lain yang ada koneksion dan di dukung oleh Hadits2.
Ayat QS 65:2-3------> QS,7:96----> QS 57:25m -------> penjelasan Hadits2 dan sunnah rasul yang Kaya raya....
Jadi orang2 yang benar2 mengetahui ajaran2 Islam dan mengerti memehami petunjuk2 ALLAH, pasti tidak akan jatuh Miskin.....kalau ada orang islam yang miskin, artinya dia tidak mengetahui Rahasia2 ALLAH yang lengkap, hanya sekedar ibadah2 ritual saja...
Kaya dan Miskin adalah Ujian.
Sesunggunya bukan kaya dan miskin saja menjadi ujian, tapi semua apa yang kita kerjakan, atau semua aktivitas kita di dunia ini adalah ujian...untuk kesyurga.
Demikian, Wassalam
Tafsiran Ibnu Katsir
Pada umumnya umat islam banyak mengikuti tafsiran2 dari ulama2 Arab,karena dia pikir karena; rang Arab, pintar bhs Arab
Cara berpkir seperti itu sudah banyak umat islam tertipu....apa yang datang dari saudi itu adalah ajaran islam yang benar 100%, semua merujuk kepada Ulama2 Saudi
dan ada pula yang berpendapat apa yang datang dari Arab adalah Ajaran2 islam. dan islam itu adalah orang2 Arab....
KIta banyak bersyukur kepada ulama2 Arab yang pertama tama mengjarkan islam.
tapi setelaj Arab di jajah oleh Barat, maka banyak ulama2 Arab yang dibeli oleh Penjajah selama ratusan tahun. akibatnya ajaran2 islam sudah terkontaminasi dgn ajaran2 palsu, lewat hadist2 Palsu, kitab2 riwayat2 nabi dan sahabat2 yang direka saya oleh penulis, akibatnya sampai hari ini kita tidak melihat ajaran2 islam yang rahmatan lil alamin, umat yang damai-sejahtera, dan berkasih sayang..
yang kita lihat sekarang ini adalah umat islam yg terbelakang dlm segala aktivitas kehidupan, dari ekonomi--sampai Science...( dulu kita umat islam pernah berjaya, bukan)
kenapa ini terjadi?
Setelah bpk membaca bebarapa tafsiran2 dari ulama2 Arab, ternyata banyak yang menyimpang dari sesungguhnya , akibatnya umat islam adalah umat YANG LEMAH, TERBELAKANG.NAUZUBILLAH.
Sangat menyedihkan kita semua....kalau penafsiran2 Al Quran itu benar dari Arab,sudah pasti negeri2 Arab itu kembali menjadi Emperium, negara2 yang kuat baik ekonominya maupun pertahanan persenjataannya....
Ternyata sebagaimana Sahabat Rasul bernasehat;
Umat Islam sangat mudah di porak peranda oleh musuh2, ternyata RAMALAN UMAR BIN KHATAB adalah bernar sekali.
Mari kita sama sama memerbaikinya.
http://latifabdul.multiply.com/journal/item/325
wassalam
Hadits ini bpk kutip dari sebuah buku Dakwah dari jemaah tabligh dulunya.
dan hadits2 ini tidak bertengan dengan Al quran, seperti ayat Qs 65:2-3 QS.7:96, QS.57:25, Bahwa ulama2 yang bertaqwa itu adalah Khalifah2 Fild ardh, yaitu ulama2 yang membangun akhlaq yang mulai dan ekonomi yang kuat,seperti Aa gym abuya ashhari dari arqam yang mengikuti sunnah Rasul yang pertama dan utama yaitu BERWIRA SWASTA..
Orang2 atau ulama2 yang tidak mengikuti sunnah Rasul cara mencari nafkah, tidak akan BISA menjadi Khalifah Fild ardh, tidak bisa dinamakan ulama2 bertaqwa.
Umumnya ulama2 yang banyak ini, adaah ulama2 yang membangun akhlaq yang mulia, tapi tidak mengabaikan pembangun secara menyeluruh.Inilah yang dikatakan oleh Khalifah Umar itu.
Kalau ulama2 sudah tidak lagi mengikuti sunnah Rasul dlm mencari nafkah, tunggunlah kehancuran umat islam, musuh2 mudah menjajah dan mengusai dunia Islam. Terbukti sudah.
Belum kita terlabat untuk memperbaikinya.mari bersama sama memperbaik pemahaman ajaran2 ALLAH.
Salah satu faktor lagi yang membuat umat islam kita meskin karena hadits2 palsu ini;
http://latifabdul.multiply.com/journal/item/337
Semoga sharing ilmu akan banyak manfaatnya
wassalam
Dalam al quran sudah dijelaskan dgn ayat2nya, mungkin sdr fireman belum menemukannya;bahwa rezeki manusia itu ada 4 Tingkat;
1. rezeki sama dengan bintang. setiap yang hidup akan diberi rezeki;
Rezeki yang dijamin oleh ALLAH:
"Tidak suatu binatangpun(termasuk manusia) yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin oleh Allah rezekinya."(QS 11:6)
2. Rezeki tingkat kedua; yang rajin bekerja mendapat lebih banyak dari orang2 yang malas.
"Tidaklah manusia mendapat apa-apa, kecuali apa yang telah dikerjakannya" (QS 53: 39)
3. Rezeki tingkat ketiga; orang yang bersyukur;
“Siapa yang pandai mensyukuri pemberian-Ku, Aku akan tambahkan nikmat-nikmat(rezeki) kepada mu, tapi kalau tidak pandai bersyukur Aku akan beri azab yang pedih." (QS 14: 7)
4. Rezeki ke empat untuk orang2 beriman dan bertaqwa.Rezeki yang tertinggi, terkaya;
“Orang orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah, Allah akan berikan rezeki dari sumber yang tidak diduga duga.”Qs.65:3
Penjelasan lebih detailed ;
http://latifabdul.multiply.com/journal/item/45
Wassalam.
Tambahan informasi dari saya;
http://latifabdul.multiply.com/journal/item/341
Bahwa orang2 muslim yang bertaqwa itu adalah berakhlaq mulia dan kuat ekonominya;Seperti Aa Gym,
pak saya sudah bilang dari awal
kita itu sepaham...
seperti saya sepaham dengan DR Yusuf Qardhawi bahwa umat Islam itu lebih utama menjadi orang kaya dari pada jadi orang miskin.
tapi saya juga yakin tidak semua orang beriman itu akan selalu diberi kekayaan harta oleh Allah. kadang dikasih kaya, kadang dikasih miskin, atau kaya terus, atau miskin terus. Sudah banyak saya berikan contoh referensinya di atas. :)
hanya kalimat ini yang saya tidak setuju pak,
saya sudah kasih contohnya di atas, mau saya kasih contoh sahabat yang lain? dan saya tidak setuju hanya orang-orang kaya yang memahami ajaran Islam dengan benar.
kalau bapak masih berbeda pendapat, maaf, saya tidak mau berdebat kusir lagi.
maaf pak
saya tidak mau berdebat kusir lagi dengan bapak...
pemikiran bapak islam liberal,
saya lebih percaya MUI dari pada bapak,
kita sepakat pada satu hal dan tidak sepakat di hal yang lain...
saya memahami dan menjalanakan keyakinan saya,
tapi malah bapak yang memaksakan keyakinan bapak yang liberal pada saya, bapak berarti terkena penyakit pertama.
bapak pun masih menggunakan hadits riwayat Muslim, tapi ditambah-tambahin sendiri artinya. saya rasa penafsiran berbeda dengan penerjemahan. bapak boleh menafsirkannya berbeda, tapi terjemahan jangan diada-adakan pak...
jangan meragukan begini dong pak, gak keliatan keshahihannya.
secara umum saya setuju....
ini saya tidak setuju,
saya yakin bapak bukan orang yang sombong...
jadi supaya saya percaya sama bapak, kalau bisa, bapak ceritakan dulu bapak pernah belajar hadits dimana saja?
bapak itu lulusan mana?
sudah kemana saja berguru untuk mempelajari hadits palsu atau bukan?
sudah berapa lama?
ceritakan riwayat-riwayatnya, jangan cuma logika semata pak.
maaf ya pak, umat non-muslim juga banyak yang mengatakan hadits-hadits palsu, bahkan alquran dibilang palsu.
mudah-mudahan bapak tidak seperti itu
maaf pak, linknya tidak bisa dibuka
alhamdulillah pak, saya sudah tau semua ayat yang bapak kutip.
saya setuju kok pak....ga ada masalah.
munkin pak latif takut kali ya saya ini muslim bermental miskin,
insya Allah tidak pak
saya punya semangat membara :)
http://fireman0410syah.multiply.com/journal/item/58/Peringkat_25_Konglomerat_2008_dan_2035
hehehe...
Benar, orang2 beriman dan orang2 islam itu tidak ada jaminan akan masuk syurga, atau mendapat hadiah dari ALLAH, kalau tidak beramal SALEH atau berkarya, berbuat kebaikan untuk manusia banyak.
Makin banyak perbuatan2 kebikan atau karya2 kita,makin banyak Hadiah2 dari ALLAH..
Bpk juga banyak yang sependapat dgn MUI, tidak semua bpk tentang..
Yang bpk tentang adalah menzolimi keyakinan orang lain....
Sebab ALLAH mengatakan dlm Al quran;
Sesungguhnya orang orang yang memecah belah agamanya dan mereka terpecah menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadapat mereka. Sesungguhnya urusan mereka hanya lah terserah kepada Allah, kemudian Allah akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat.QS.6:159.
As for those who divide their religion and break up into sects, thou hast no part in them in the least: their affair is with Allah: He will in the end tell them the truth of all that they did.
Kalau ada ulama2 yang membuat jemaah2 baru, atau ada yang mengaku nabi setelah Rasul dll , ALLAH mengatakan dlm ayat diatas itu, bukan TUGAS Ulama2 mengharamkan bukan TUGAS rasul, Tapi adalah TUGAS ALLAH.
Demikian makna dari ayat itu bukan?
Jadi kalau MUI dan golongan2 Islam Konservative mengharamkan Syiah ahmadiyah, Liberal dan demokrasi, bertentangan dgn Al Quran dan Islam Liberal.
Wassalam
Sebagaimana orang2 Jahlliah menanyakan Resumi Nabi, kenapa kita harus percaya kepada perkataan seorang yang tidak berilmu dan tidak intelektual....mereka melihat sosok Nabi itu adalah orang yang terhina di mata orang2 bangsawan quraish..
Lihatlah dan bacalah artikel2 Bpk, yang berdasarkan kdp Al quran dan hadits2...
Orang2 Arab itu ,walaupun pintar bhs Arab, jangan di anggap mereka lebih mengerti dari orang2 Indonesia...dan banyak orang2 Arab itu yang munafik dan musrik..demikian Al quran menjelaskan....jangan tertipu..dari orang2 Arab itu.
Kalau ulama2 Saudi itu benar semua, sudah pasti negara2 Arab itu sudah maju semua,tapi sebaliknya...masih terbelakang.
Post a Comment