Wednesday, October 29, 2008

inikah jawaban Tuhan?

“Ya Allah bingung nih saya harus gimana?”, ba’da dzuhur tadi saya mengadu. Minta pun bingung, kata-kata susaaaaah banget keluarnya. Takut salah minta. Kepala ini saya angguk-anggukan layaknya orang stress. Mungkin orang akan merasa aneh melihatnya. Ujung-ujungnya minta yang terbaik. Minta petunjuk. Kalaupun tidak dikabulkan permintaan yang saya minta, saya minta dikasih tau secepatnya hikmah yang bisa saya ambil. Masjid itupun saya tinggalkan.

Tidak disangka seorang yang berjas santai. Mengenakan batik. Berkacamata. Tidak terlihat seperti sosok orang alim yang berpakaian putih-putih, memakai sorban, dan kopiah. Tetapi justru kata-katanya membolak-balikkan hampir seluruh paradigma berpikir saya. Beberapa ayat dikeluarkan. Beberapa hadits disebutkan. Beberapa hikmah dia ceritakan selama menjalani hidupnya. Inikah jawaban atas doa yang saya minta? Entahlah. Sesaat saya menjadi tenang dan kemudian resah kembali. Permasalahannya adalah ada jawaban yang saya temukan pada perkataannya. Tetapi orang ini memiliki tingkat pemahaman tentang kehidupan yang bagus sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits, hanya saja amalannya dalam menjalankan ibadah wajib bisa dibilang jelek (cukup berat saya mengatakan amalannya ’biasa’ saja). Biar keresahan ini yang menuntun saya kembali ke jalan yang Allah ridhai.

Hidup ini pilihan ? Rasanya, harus ada pengecualian.....

14 comments:

ratu karitasurya said...

Barangkali Antum sedang ingin kembali ke Titik Nol..:)

Ibnu Alwi said...

salah satu perkataan orang itu tadi...

Amanda Pattisahusiwa said...

just take a rest for a while..
tidur bentar..

biarkan hati dan akal bekerja dengan kondisi mereka sedang siap..

ratu karitasurya said...

:-) Saya juga dulu pernah mengalaminya....
Teruslah bermunajat di Malam hari!

Ibnu Alwi said...

lagi-lagi
pembicaraan orang tadi

saya lupa menambahkan;
dia tidak berbicara tentang saya, tetapi tentang pengalaman hidupnya, tetapi seperti sedang menjawab pertanyaan2 saya

Ibnu Alwi said...

"cape nih ya Allah, ngapain sih hidup?", dia menceritakan pengalaman hidupnya, kemudian keluar kata-kata hikmah darinya. saya pun sedang mengalaminya.
kalau saja bunuh diri itu tidak berdosa.
tapi seorang mu'min tidak boleh berputus asa, sebaliknya harus selalu optimis.

Amanda Pattisahusiwa said...

kayak nya penyakit nya berujung kepada: kurang bersyukur.. (nebak2.com.. :D)
tengoklah ke "bawah jembatan",
atau habiskanlah waktu naik kereta ekonomi dari dari bogor ke kota..

bila itu juga tak membantu,
mungkin berpergian keluar kota bisa membantu..

habis itu, reorientasi resolusi hidup..

Ibnu Alwi said...

"reorientasi resolusi hidup..

hahaha
lebih dari itu, sungguh kompleks, tapi itulah hidup.
2 hal di atas memang termasuk
tapi kombinasi di antara semuanya memerlukan kebijakan untuk meramunya dan menjalaninya.

orang tadi sudah menemukan jalannya itu.

aris isnandar said...

jangan2 orang itu kerja di SPBU..??!
8-))

Ibnu Alwi said...

haha
pegawai SPBU bisa ada didalam kantor, mana mungkin
mungkin aja kali ya...

Amanda Pattisahusiwa said...

gak konsisten nih..

Fierdus Batarfie said...

Yang jelas tafakur dulu baru cari jalan lain.............. asal, jangan bunuh diri dong.................!!!!!!

Ibnu Alwi said...

iya
itu kan dosa besar

memang masih banyak jalan menuju Roma ^_^

Ibnu Alwi said...

iya
itu kan dosa besar

memang masih banyak jalan menuju Roma ^_^