Saturday, February 23, 2008

Kau bukan yang pertama

    Hatiku berdegup kencang, entah mengapa bukan jantungku. Setelah dua bulan melakukan ta'aruf, hari ini akan diputuskan, apakah dia menerima diriku dan aku menerima dia sebagai calon istriku.

    “Kau bukan yang pertama”, akupun berhasil mengatakannya walau jantung ini bergetar, entah mengapa bukan hatiku.

    “Ya, kau bukan yang pertama, kalau memang akan menjadi istriku kelak”, wajahnya begitu tenang. Sebelumnya dia sudah memutuskan untuk mau menjadi istriku kelak dengan berbagai pertimbangannya.

    “Umat telah lebih dulu memilikiku, istriku yang pertama adalah dakwah, dan kau harus siap untuk menjadi istriku yang kedua.”

Kini wajahnya menunduk setelah sebelumnya kulihat bibirnya yang manis tersenyum simpul menandakan kegembiraan.


cerpen 100 kata
http://kemudian.com/node/93330

No comments: