Saturday, January 26, 2008

Bank Kaum Miskin (Kisah Yunus dan Grameen Bank memerangi Kemiskinan)

Rating:★★★★★
Category:Books
Genre: Biographies & Memoirs
Author:Muhammad Yunus (Peraih Nobel Perdamaian)
Muhammad Yunus Lahir di Chittagong pada 1940 sebagai anak ketiga dari empat belas bersaudara, lima diantaranya meninggal ketika bayi. Mengalami pemisahan Pakistan dari India semasa kecilnya dan aktif dalam perjuangan kemerdekaan Bangladesh dari Pakistan ketika dewasa. Menerima beasiswa Fulbright untuk melanjutkan kuliah di Vanderbilt University. Menjabat dekan Fakultas Ekonomi Chittagong University pada 1972 dan mulai mendalami akar-akar kemiskinan masyarakat di desa Jobra. Merintis program kredit mikro dan mendirikan Grameen Bank pada 1983. Saat ini, lebih dari 250 lembaga di 100 negara menjalankan program kredit mikro yang didasarkan pada metode Grameen, dan PBB telah mencanangkan tahun 2005 lalu sebagai Tahun International Kredit Mikro. Bersama Grameen Bank, Yunus dianugerahi Hdiah Nobel Perdamaian 2006.

***

Buku ini seperti biografinya Muhammad Yunus, tulisannya mengalir, enak dibaca, dan serasa seperti berada di daerah yang diceritakan. Bahkan ada dialog-dialog yang menguatkan bahwa buku ini seperti buku biografi, walau sebenarnya fokusnya lebih ke Grameen Bank, saya kutipkan beberapa yang menarik, buat saya terutama...

****

Saya biasa merasakan gelora dalam menguliahi mahasiswa-mahasiswa saya mengenai teori-teori ekonomi elegan yang dianggap bisa mengatasi segalam macam persoalan kemasyarakatan. Tetapi di tahun 1974 itu, saya mulai muak dengan apa yang saya ajarkan. Apa hebatnya teori-teori rumititu manakala orang-orang tengah sekarat kelaparan di trotoar dan emperan seberang ruang kuliah tempat saya mengajar? Kuliah-kuliah saya menjadi seperti film-film Amerika dimana orang baik selalu menang. Tetapi begitu saya keluar dari kenyamanan ruang kelas, saya dihadapkan pada realitas yang berlangsung di jalanan kota. Di sini orang-orang baik dihajar dihempas tanpa ampun. Kehidupan sehari-hari semakin memburuk, dan yang miskin jadi bertambah miskin.
Tak sedikit pun teori-teori ekonomi yang saya ajarkan mencerminkan kehidupan yang tengah berlangsung di sekitar saya. Bagaimana saya bisa terus mengajarkan kisah bohong-bohongan ini kepada mahasiswa saya atas nama ilmu ekonomi? Saya ingin kabur dari kehidupan akademis. Saya perlu melarikan diri dari teori-teori ini dan buku-buku ajar saya dan menemukan kehidupan ekonomi riil dari diri seorang miskin.

-------
Saya pikir kami harus berbuat sesuatu di lahan telantar itu. Membiarkan lahan tetap tandus di sekitar kampus universitas adalah hal yang memalukan. Jika universitas adalah gudang pengetahuan maka sebagian pengetahuan itu harus dimanfaatkan untuk komunitas sekitarnya. Universitas semestinya tidak menjadi menara gading tempat akademisi mencapai tingkat pengetahuan setinggi-tingginya tanpa berbagi sedikit pun temuan mereka.
__________
Ketika kita ingin membantu kaum miskin, kita biasanya menyodori mereka bantuan amal. Seringkali kita memakai bantuan amal karena enggan mengakui pokok masalahnya dan menemukan solusinya. Bantuan amal menjadi cara untuk lepas tanggung jawab. Tetapi bantuan amal bukan solusi terhadap kemiskinan. Bantuan amal hanya mengekalkan kemiskinan dengan merebut inisiatif dari kaum miskin. Bantuan amal memungkinkan kita melanjutkan hidup tanpa mencemaskan kehidupan kaum miskin. Bantuan amal menyenangkan hati kecil kita belaka

*******
So
Ikutilah pergulatan mengharukan Yunus dan Grameen Bank dalam memberdayakan masyarakat miskin, membela hak-hak kaum perempuan yang selama ini diabaikan, melawan kelambanan birokrasi, kekolotan sikap keagamaan, kekakuan cara berpikir akademis, dan kesewenang-wenangan lembaga keuangan internasional seperti Bank Dunia.

9 comments:

Bayu Lukman said...

Om kira2 program kredit mikro yang didasarkan pada metode Grameen ini cocok gak yah buat Indonesia?

FeTry Z AchMad said...

penasarannnn........ pengen baca bukunyaa...............

tfs ya mas ibnu.........

Ibnu Alwi said...

ada catatan dari penerbit di belakang bukunya yang tidak semua saya kutip di atas.

"Lahirlah ide-ide cemerlang pengentasan kemiskinan yang sangat relevan dengan
kondisi Indonesia saat ini."

dan menurut saya, sangat cocok sekali apalagi di daerah-daerah seperti kampung saya Bima, NTB
rata-rata kebanyakan mereka bukan orang bodoh, tapi tidak adanya dana yang mereka dimiliki sehingga kecilnya kesempatan untuk berwirausaha.
mau tau sedikit tentang kampung saya?
http://fireman0410.blogspot.com/2006/06/mbombo.html
http://fireman0410.blogspot.com/2006/06/keluarga-di-dena-sila.html
http://fireman0410syah.multiply.com/photos/album/32/Qurban_di_Bima_10_Dzulhijjah_1428_H_yayasan_Turki_...update...
http://fireman0410syah.multiply.com/video/item/36/Susu_Kuda_Liar_full_version
http://fireman0410syah.multiply.com/video/item/45/Qurban_di_Bima_10_Dzulhijjah_1427_H

Yosi Molina said...

jadi pengen baca bukunya?
Di Fauzan Agency ada gak?

Ibnu Alwi said...

ehmm
ga ada kayaknya...

niken putri said...

keren man..
orang-orang seperti M yusuf ini lah, yang dapat berbuat banyak bagi orang lain, semoga kita juga bisa begitu.
ehm, tapi grameen bank ini ga syariah lhow.

Ibnu Alwi said...

makanya
mau nantang nix nih
tau Grameen Bank kan?
http://fireman0410syah.multiply.com/reviews/item/46
coba deh bahas apa bedanya dan persamaan metode lembaga ekonomi (kredit), bank syariah, dan koperasi dengan Grameen Bank?
terus sejauh mana metode Grameen Bank ini bisa diterapkan di Indonesia?

tapi nix core competence di strategic marketing ya...
tapi ayo coba kalu berani menjawab tantangan ini.

hukum ekonomi said...

saya butuh buku ini mas. mas bisa bantu. urgent.

Ibnu Alwi said...

saya tidak jual bukunya mas, kalau mau minjam kita ketemuan saja di UI.
tapi saya yakin, sekian puluh toko buku di Jakarta ini pasti ada diantaranya yang menjual bukunya.
atau beli online
http://khatulistiwa.net/khatulistiwa-online/331/khatulistiwa/1558/bank-kaum-miskin.html
semoga membantu