Dulu gua pernah membuat orang alim menjadi pengikut gua, masa anak bau kencur ini aja ga bisa gua jadiin pengikut gua. Heh ….. liat aja nanti
Esok pagi
Hahaha …. Pertama gua sudah berhasil membuat dia berkelakar di depan orang orang tentang ilmu-ilmu agama, dan orang sudah yakin akan kealimannya, padahal di saaat-saat sedang sepi, gua berhasil membuat dia melakukan pekerjaan maksiat….hahahaha…gua buat dia yakin bahwa pekerjaan maksiat yang dia lakukan tidak ada yang melihat kecuali dirinya sendiri. Sekarang tinggal gua buat dia melakukan kesalahan-kesalahan kecil, yang kadang-kadang dia acuhkan. Sampai suatu saat dia lupa bahwa dia sudah melakukan dosa besar, dengan menumpuk dosa-dosa itu, dan akan gua buat orang-orang melihat dia melakukan kesalahan itu, sehingga orang akan menganggap bahwa dia munafik.
Hehehehehehe……
Dua hari kemudian..
Haha…skenario yang lain gua buat dia merasa dosa-dosanya tak akan terampuni karena dosanya sudah demikian besar. Kemudian akan gua hias isi dunia menjadi cantik untuk dinikmati dan gua buat dia terbuai oleh dunia ini. Sampai dia tidak lagi memikirkan dosa-dosanya dan terus melakukan kesalahan dan dosa. Gua akan buat bagaimana pekerjaan yang baik menjadi suatu hal yang menyengsarakan buat dia, dan pekerjaan yang maksiat menjadi kenikmatan bagi dia. Gua akan buat dia terus mengikuti arus maksiat, sehingga dia tidak ingat lagi akan Tuhannya dan tidak ingat lagi bahwa dia sebenarnya terus diawasi oleh Tuhannya. Ya…gua akan beri dia kesibukan-kesibukan dengan membantunya memudahkan segala urusan yang dia lakukan tanpa mengikuti aturan-aturan, dan gua akan berikan kenikmatan karenanya. Gua akan terus bisikan bahwa ibadah yang dia lakukan sudah cukuup, tak perlu ditambah lagii, dan gua pastikan bahwa dia yakin pahala yang dia punya sudah bisa membuat dia masuk surga.
Huahahaha….
Di akhir minggu
Dia sudah menjadi pengikut gua….dia lebih menyibukkan dirinya dalam kegiatan-kegiatan di luar ibadah, di luar kegiatan yang dapat mengingatkan dia kembali akan dosa-dosanya, dan mengingatkan dia kembali akan Tuhannya. Dia sudah merasa yakin akan pahala yang dia punya, dan dia sudah terbiasa melakukan dosa-dosa kecil, sehingga untuk melakukan dosa besar pun sudah tidak sungkan lagi, karena dia sudah merasa tidak ada yang mengawasinya. Dia sudah berani mengatakan dengan tegas, “tidak ada yang melihat saya”, ketika dia melakukan dosa dan kesalahan di kala sepi. Matanya sudah gua buat menjadi lihai dalam melirik, sehingga dalam satu menit, dia dapat menatap enam puluh wanita yang sedang lewat, sedang duduk, maupun yang sedang berbicara dengannya. Dia sudah tidak lagi berkomentar masalah agama, tetapi dia lebih suka berkomentar bagaimana membunuh orang, bagaimana mendapat kerjaan, bagaimana memikat wanita.
Hahahhahahaha
Dia sudah menjadi pengikut gua!!!!!!!!
SAlam dari Gua
SETAN
2 comments:
sekadar renungan untuk yang tidak mau jadi pengikut setan
jujur, gw blom baca...
isinya apaan sih??
Post a Comment