Dalam desakan ku mengingat peristiwa malam
Terhimpun oleh keresahan dalam lalainya tugas
Terhentak oleh getaran kaki yang keram
Ku meronta dalam hati dan tubuhku tertawa
Ku meratapi tubuhku dan hatiku terdiam
Aku terkutuk
Aku durhaka
Teguran hatiku yang terus memuji Tuhannya
Terus meminta ampun dan merintih
Dan tubuhku pun coba untuk tertawa
Melawan arus yanhg dilakukan hatiku
Aku terkutuk
Aku durhaka
Meminta ampun pada Ibuku dan Tuhannya
Aku tetap terhentak
Entah apa sebab
Oleh kutukan hatiku
Atau getaran kaki yang keram
27 Agustus 2001
No comments:
Post a Comment