Wednesday, February 08, 2006

“Bagai”

Bagai anak burung disarangnya
Aku menunggu suapan ibunda
Bagai gajah yang baru bisa berdiri
Aku mengharap perlindungan ibunda
Bagai kucing yang baru lahir
Aku menanti kasih sayang ibunda
Bagai romeo kehilangan juliet
Aku tak lagi memiliki segalanya
Bagai cerita Arjuna & Sinta
Aku tenggelam di dalam cinta
Bagai macan mati meninggalkan belangnya
Aku ada karena dibutuhkan
Aku tiada karena hina
Bagai ikan di dalam lautan
Aku ada dalam kesepian
Aku sepi dalam keramaian
Bagai bunga yang mekar
Aku indah karena diperlukan
Aku buruk karena satu alasan
Mungkinkah aku merubah diriku
Sedangkan aku tak mungkin merubah
berbagai macam “bagai” yang kulukiskan
23-04-2004

No comments:

Post a Comment