Monday, January 23, 2006

Ingat dan Renungilah

Ingatlah
Kala hati tetap sepi
Dan diri terdiam
Menanti waktu
Melewati semuanya
Sampai puncakpun tertutupi dosa-dosa
Dan lautan tak lagi berombak
Dan air mengalir ke tempat yang lebih tinggi
Dan mata tak berkedip

Maka
Renungilah dirimu
Hingga hati tak lagi sepi
Dan diri tak lagi terdiam
Untuk menanti waktu
Melewati semuanya
Sampai puncakpun tak lagi tertutupi dosa-dosa
Dan lautan mulai berombak
Dan air mengalir ketempat yang lebih rendah
Dan mata pun mulai berkedip

19-04-2004

Kulemparkan kedalam tulisan

Kulemparkan lisanku kedalam tulisan
Mengungkapkan segala hasrat dalam tulisan
Memandang tenang menatap tajam dunia fana
Tak terlihat diliputi oleh fatamorgana

Kulemparkan segala resahku ke dalam tulisan
Hidupku hanya ada di dalam keluarga
Terselubung di dalam suasana neraka
Terhempas meninggalkan mereka

Kulemparkan segala kesenanganku ke dalam tulisan
Bersujud syukur atas nikmat Tuhan
Menjaga diri atas takwa dan iman
Canda tawa satu-satunya teman

Kulemparkan cara hidupku ke dalam tulisan
Ku tertidur menghaturkan pujian kepada-Nya
Ku memakan untuk mendapat kehidupan
Kehidupanku mencari keridhaan-Nya

18 April 2001

Sunday, January 22, 2006

Cintaku

Aku tak mengerti cinta
Aku dikejar cinta
Aku mengharapkan cinta
Aku mencintai cinta
Aku ingin lari dari cinta
Kebingungan cinta
Tak tahu arti cinta
Dalam filosofi cinta
Dalam filsafat cinta
Hatiku dengan cinta
Diriku dengan cinta
Ku berlari dengan cinta

Sekali lagi aku tak mengerti cinta
Cinta yang membuatku hidup
Cinta yang membuatku percaya
Cinta yang membuatku bertanya
Cinta yang membuatku berlari
Cinta yang membuatku dikejar
Cinta yang membuatku berfilosofi
Cinta yang membuatku berfilsafat
Cinta yang membuatku tak mengerti
Dan kuputuskan
Cintaku hanya kepada Tuhan

DD/MM/YY

Wednesday, January 18, 2006

Tahukah Kau #4

Tahukah kau ketika ku mendengarkan sebuah lagu
Ku ingin menjadi musiknya
Ku ingin menjadi alat musiknya
Ku ingin menjadi penyanyinya
Ketika lagu rendah
Ku bisa menghayatinya
Karena hatiku bisa merasakannya
Karena hidupku berada di dalamnya
Ketika lagu itu keras
Ku bisa menikmatinya
Perasaanku lepas, diriku lepas
Terbang melayang ke atas
Hingga suatu saat
"Bisa diam nggak ?!"
"Suaranya bagus juga !?"
"Hebat juga suaranya ?!"
"Duh, pengen muntah nih !?"
Semuanya ku nikmati
Karena inilah hidup

11.10 pm, 03 April 2004

Tahukah Kau #3

Tahukah kau tentang cinta
Cinta yang sebenarnya
Cinta yang nyata
Cinta yang tak pernah hilang
Ketika hati ini ingin menangis
Dan mata ini ingin mengeluarkan air mata
Dan jantung menyesakkan kata
Dan tubuh ini mengeluarkan kata
Aku merasakan cinta
Tanpa makna tanpa arti
Sampai ingin tertawa
Sedang mata mengeluarkan air mata
Apa artinya
Apa maknanya
Semua ini
Hingga air terus mengalir dari mata
Hingga tangan tak mampu melanjutkan
Menuliskan kata-kata
Untuk melukiskan rasa cinta
Cinta yang tak punya makna

10.55 pm, 03 April 2004

Tahukah Kau #2

Tahukah kau ketika ku kesepian
Dalam keramaian
Yang tak tertahankan
Gelak tawa dan canda tawa
Pesawat yang lewat
Ku hanya terdiam
Duduk menatap layar yang hitam
Memasang radio mendengar musik
Dengan volume yang keras
Mencoba mengusik
Hati yang sepi
Dengan ramai yang tiada arti
Membiarkan hati melayang
Terbang ke awang-awang
Sampai tiba-tiba !
“Hei, bengong aja. Salat Isya !!” bentak seseorang.

10.33 pm, 03 April 2004

Tahukah Kau

Tahukah kau ketika ku lapar
Menangis? Tidak
Meringis? Juga tidak
Mengemis? Apa lagi
Ku berjalan menyusuri jalan
Dengan wajah yang tenang
Di malam minggu yang ramai
Namun hati yang sepi ini
Tetap sepi
Tak menangis
Tak meringis
Apa lagi mengemis
Dan diriku berhenti
Setelah hati ini mengajak berhenti
Untuk menikmati makanan
Makanan yang menahan lapar
Makanan yang dimasak dengan kasih sayang
Makanan masak yang ikhlas dimasak
Oleh pedagang
Untuk sejumlah uang yang kupegang

10.20 pm, 03 April 2004

Friday, January 13, 2006

Aku, bintang & bulan

Bintang
Dimanakah kau ?
Kau tiada
Ketika ku ingin memandangmu
Kau tiada
Ketika ku ingin melukismu
Bulan
Dimanakah kau ?
Seandainya kau bisa menjawab
“Aku tiada karena bintang tiada”
“Aku bersinar karena bintang bersinar”
“Aku elok karena bintang berkedip”
Ku tahu, bulan
Walau kau tak bisa menjawab
Karena hatiku pun begitu
Seperti keadaanmu
Yang ada karena ada
Dan tiada karena tiada
Naifkah diriku
Bilaku seperti dirimu
Yang bersinar karena sinaran
Dan elok karena kedipan

20-04-2004

Aku dan 4 Kekasihku






















Aku sedang termangu
Duduk dan melamun
Berharap mencintai cinta
Dalam hayal yang nyata

Ku ingin mencintai Tuhanku
Ku ingin mencintai Nabiku
Ku ingin mencintai orang tuaku
Tapi ku ingin mencintai tulang rusukku yang menghilang

Namun hatiku hanya satu
Hidup dalam dunia yang terus maju
Bagaimana cintaku bisa menjadi satu
Jika aku ingin mencintai 4 kekasihku

Akhirnya ku mencari rumus cinta
Dengan belajar matematika
Dengan belajar etika
Didalam dunia yang fana

Sampai ku putuskan
Hatiku yang satu
Hanya untuk Tuhanku yang satu
Yang Maha Kasih sayang kepadaku

Dan tetap kucintai Nabiku
Untuk menyempurnakan cintaku kepada Tuhanku
Karena beliau adalah utusan Tuhanku
Dan beliau adalah kekasih Tuhanku

Dan tetap kucintai orang tuaku
Untuk menyempurnakan cintaku kepada Tuhanku
Karena ridha mereka adalah ridha Tuhanku
Dan doa mereka adalah hadiah Tuhanku

Dan tetap ku cintai tulang rusukku yang menghilang
Untuk menyempurnakan cintaku kepada Tuhanku
Karena dia diciptakan Tuhanku dari tulang rusukku
Dan dia yang menjaga diriku agar tetap mencintai Tuhanku

10-05-2004