Tuesday, January 18, 2011

[seri Kehidupan] Ketika bangga dengan 1% usaha!

Ini tentang hidup, teman. Jangan heran jika ada penjahat dan para ahli maksiat, bukannya di azab tetapi malah bisa menikmati hidup yang nikmat. Sekaliber Umar ra pun pernah menangis dalam keraguan melihat raja Persia dan raja Romawi berada dalam kemegahan sedang Rasulullah tidur beralaskan tikar.[1][2]
“Apakah engkau dalam keraguan?”, tanya Rasulullah kepada Umar ra.
“Mereka itu adalah orang-orang yang disegerakan kesenangan mereka di dalam kehidupan dunia?”, lanjut Rasulullah[3].
Persis, 1% usaha kita sangat ditentukan oleh 99% kehendak Allah swt. Orang kafirpun, asal dia mau usaha, dia juga akan memperoleh kesenangan hidup di dunia.[4] Padahal usaha itu hanya bernilai 1%.
Lalu Anda? Di saat shalat sudah malas ke masjid, atau adzan sudah tak terasa terdengar lagi. Di saat Al-Qur’an hanya dijadikan pajangan, atau mungkin hanya dibaca di bulan Ramadhan saja. Di saat pandangan mata sudah tak terjaga, dan lisan sudah bersilat dusta. Di saat tangan berbuat maksiat dan kaki menuntun ke arahnya. Tetapi malah kenikmatan dunia mudah di dapat atau kesenangan lainnya datang silih berganti, tanpa derita dan tanpa kekecewaan. Dan Anda mau mengatakan “Tuhanku telah memuliakanku[5]”. Jangan terlalu bangga dulu apalagi malah menjadi sombong! Berhati-hatilah! Belum tentu karena 1% usaha Anda yang sudah luar biasa atau karena doa-doa Anda telah dikabulkan. Bisa jadi, 99% kehendak Allah sedang meluaskan rezeki Anda[6], sampai Anda tertipu dengan kesenangan kehidupan dunia![7]
Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam, ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya dibalasi dengan baik. Kepada masing-masing golongan–baik golongan ini maupun golongan itu–Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi. Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya. (QS. al-Isra’ (17) : 18-21)

_____________________________
[1] Aku melihat bekas tikar di lambung/rusuk beliau, maka aku pun menangis, hingga mengundang tanya beliau, “Apa yang membuatmu menangis?” Aku menjawab, “Wahai Rasulullah, sungguh Kisra (raja Persia, –pent.) dan Kaisar (raja Romawi –pent.) berada dalam kemegahannya, sementara engkau adalah utusan Allah.” Beliau menjawab, “Tidakkah engkau ridha mereka mendapatkan dunia sedangkan kita mendapatkan akhirat?” (HR. Al-Bukhari no. 4913 dan Muslim no. 3676)
[2] Dalam riwayat lain disebutkan ucapan Umar ibnul Khaththab radhiyallahu ‘anhu: “Maka bercucuranlah air mataku.” Melihat hal itu beliau bertanya, “Apa yang membuatmu menangis, wahai putra Al-Khaththab?” Aku menjawab, “Wahai Nabiyullah, bagaimana aku tidak menangis, aku menyaksikan tikar ini membekas pada rusukmu. Aku melihat lemarimu tidak ada isinya kecuali sekedar yang aku lihat. Sementara Kaisar dan Kisra dalam limpahan kemewahan dengan buah-buahan dan sungai-sungai yang mengalir. Padahal engkau (jauh lebih mulia daripada mereka, –pent.) adalah utusan Allah dan manusia pilihan-Nya, dalam keadaan lemarimu hanya begini.” (HR. Muslim no. 3675)
[3] Mohon engkau wahai Rasulullah berdoa kepada Allah agar Allah memberikan kelapangan hidup bagi umatmu. Sungguh Allah telah melapangkan (memberi kemegahan) kepada Persia dan Romawi, padahal mereka tidak beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.” Rasulullah meluruskan duduknya, kemudian berkata, “Apakah engkau dalam keraguan, wahai putra Al-Khaththab? Mereka itu adalah orang-orang yang disegerakan kesenangan (kenikmatan hidup/rezeki yang baik- baik) mereka di dalam kehidupan dunia?” (HR. Al-Bukhari no. 5191 dan Muslim no. 3679)
[4] “Dan ingatlah hari ketika orang-orang kafir dihadapkan ke neraka, kepada mereka dikatakan, ‘Kalian telah menghabiskan kesenangan hidup (rezeki yang baik-baik) kalian dalam kehidupan duniawi saja dan kalian telah bersenang-senang dengannya. Maka pada hari ini kalian dibalas dengan adzab yang menghinakan karena kalian telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa haq dan karena kalian berbuat kefasikan’.” (QS. Al-Ahqaf: 20)
[5] Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia berkata: “Tuhanku telah memuliakanku” (QS. al-Fajr (89) : 14)

[6] Allah meluaskan rezeki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat hanyalah kesenangan (yang sedikit). (QS. ar-Ra’d (13) : 26)
[7] Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. al-Hadid (57) : 20)

Seri sebelumnya :
- [seri Kehidupan] Ikhtiar dan Tawakal
- [seri Kehidupan] 1% dan 99%
- [seri Kehidupan] 99% itu adalah kehendakNya ?