“Berkah!”, kata seorang mandor baja yang menjadi supplier di salah satu proyek perumahaan kami, yang sudah mendaftarkan dirinya untuk pergi haji dalam waktu dekat ini. “Untung saya sedikit disini, tapi berkah. Tidak seperti ditempat lain. Tidak perlu tipu sana, tipu sini, terpaksa menipu karena sering didzalimi developer.” Rasa puas dia utarakan atas kerjasamanya dengan perusahaan ini.
Begitu juga ketika saya tanyakan kepada salah satu mandor yang biasa mengerjakan infrastruktur jalan. “Apa enaknya kerja di Relife dibanding di developer lain sebelumnya?”
“Kalau di sini orangnya jujur-jujur pak, saya gak ada beban pak, gak perlu bohong”, katanya.
“Bohong bagaimana?”, tanya saya lagi.
Ternyata di tempat dia bekerja sebelumnya, dia harus menandatangani opname tagihan dari proyek ke Kantor Pusat atas volume pekerjaan yang dia lakukan. Hanya saja volume tersebut sudah tidak sesuai lagi karena sudah di markup Site Manager (SM)proyeknya. Misal galian saluran jalan yang dia kerjakan sepanjang 1000 m, lebar 70cm, kedalaman 1 m. Berarti volumenya adalah 700 m3. Sedangkan volume yang ditulis oleh SM-nya di dalam laporan dan harus ditandatangani olehnya adalah 960 m3 dengan panjang 300 m, lebar 80 cm, dan kedalaman 1,2 m. Berarti ada selisih 260 m3 dikalikan dengan Rp. 30.000,-/m3, total yang didapatkan SM-nya Rp. 7.800.000,-. Itu baru galiannya. Belum buangan tanahnya, buis betonnya, atau pekerjaan yang lainnya yang volume yang di-mark-up-nya tidaklah kecil. Atau bisa juga yang di mark-up adalah harga satuannya.
“Minimal tuh pak, selesai proyek, SM-nya bisa beli mobil atau bangun kontrakan!” gemasnya.
“Lho kan, bukan Bapak yang dirugikan?”
“Iya betul, tapi saya harus ikut bohong menandatangani laporan opname-nya. Jadi beban buat saya”, bantahnya.
Betul juga, pikir saya. Memang SM-nya sendiri yang pernah cerita langsung kepada saya. Ketika sedang membicarakan struktur organisasi, karena ada pengembangan perusahaan untuk bersiap menjadi lebih besar lagi.
“Di sini tuh pak, kita butuh Quantity Surveyor. Yang bertugas untuk mengevaluasi volume material yang akan digunakan. Sehingga antara rencana dan realisasi di lapangan bisa ketauan selisihnya. Sekarang nih, saya bisa aja cepet kaya. Karena tidak ada orang pusat yang mengecek material yang saya gunakan. Saya bisa aja mengumpulkan material-material sisa lalu kemudian saya jual. Atau menambahkan volume pekerjaan di lapangan, walau tidak sesuai dengan apa yang dikerjakan. Atau menambahkan harga satuan, bersengkokol dengan supliernya agar selisihnya bisa langsung masuk kantong saya.”
Tetapi hal tersebut tidak dilakukannya. “karena ada Iman aja yang bentengin saya!” tegasnya[2].
Inilah nilai kejujuran yang saya rasakan dari para pegawai di perusahaan ini dan usaha manajemen untuk tetap menjaga budaya ini. Di perusahaan ini sangat terbuka untuk saling memperbaiki dan melengkapi. Jika salah ya dikatakan salah untuk segera diperbaiki, jika ada masukan segera disampaikan untuk saling melengkapi. Sangat dinamis, perubahannya sangat cepat untuk berkembang, yang tidak siap tidak akan kuat berada di dalamnya. Saya sendiri sebelum masuk perusahaan ini, diam-diam sudah mengamati sejak perusahaan ini mulai dibangun dari nol.
Di bidang saya sendiri, Quality Control, sangat berbeda dengan yang ada di developer lain. Contohnya, seperti yang diceritakan oleh Manajer Logistik saya saat dia bekerja diperusahaan sebelumnya.
“Biasanya nih, kalau ada QC yang datang ceklist untuk mengontrol kualitas rumah yang selesai dibangun kontraktor. Itu QC-nya gak akan lama kontrolnya, karena langsung di service dengan minuman segar atau makanan yang lezat, bahkan amplop yang memang sudah disiapkan oleh kontraktornya. Kalau QC-nya lagi butuh nih, dia baru agak lamaan ceklistnnya sampai nemuin kesalahan yang cukup besar. Sehingga kontraktor mau gak mau, memberikan isi amplop yang lebih besar lagi. Walau begitu kontraktor diuntungkan karena tidak perlu mengerjakan ulang pekerjaan yang salah tadi.”
Wah, pantas saja kalau kualitas di perumahan lain jadi buruk,yang bahkan di pegang oleh developer ternama sekalipun. Walau saya yakin tidak semua developer demikian.
Ini baru berbicara di bidang Developer Perumahan. Bagaimana pekerjaan di bidang Anda? Apalagi Anda yang sebagai PNS. Pernahkah Anda membayangkan jika semua perusahaan dengan setiap pegawai-pegawainya memiliki kualitas spiritual yang tinggi yang sadar akan Yang Maha Melihat[3] dan malaikat yang mengawasi[4]? Maka tidak akan ada suap menyuap, tidak akan ada yang namanya korupsi. Maka sangat mungkin, jika Khairu Ummah akan terbentuk.[5] Dan sangat mungkin jika umat Muslim ini akan memimpin peradaban dunia ini sebagai Khalifah fil Ardh[6]. Dan semuanya dimulai dari Anda![7] Karena surga adalah balasannya.[8]
[1] “Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan[714].” (QS. Huud:16) [714]. Maksudnya: apa yang mereka usahakan di dunia itu tidak ada pahalanya di akhirat.
[2] “Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka, Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. Al-Zalzalah:6-8)
[3] “…Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.”(QS.Al-Anfaal:72)
[4] “Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu),” (QS. Al Infithaar:10-11)
[5] “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah….” (QS.Ali ‘Imran: 110)
[6] “Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi…..” (QS. Faathir:39)
[7] “Dan Katakanlah: "Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan.” (QS.At-Taubah:105)
[8] “Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti benar-benar berada dalam syurga yang penuh kenikmatan,” (QS.Al-Infithaar:14)