Saturday, March 07, 2009

Saat Allah menguji melalui Pita Suara....

Sudah lebih dari 2 tahun tumor itu terdeteksi. Tetapi sudah 2 kali pula Bapak saya tidak jadi dioperasi, karena ketidaksiapannya mengenang pengalaman buruk yang dialami beberapa temannya akibat dioperasi juga. Pertama kali terdeteksi di RS. THT Proklamasi, suara seraknya setelah berminggu-minggu ternyata disebabkan oleh tumor yang tumbuh di dekat pita suaranya. Sudah mau dilaksanakan operasi saat itu, tetapi 1 jam sebelumnya Bapak saya malah pulang ke rumah. Selama ini pula berobat kesana kemari mencari pengobatan alternatif. Kini suaranya sudah semakin menghilang, bahkan mulai mengganggu pernapasan. Setelah bertemu beberapa dokter, akhirnya bertemu dengan Prof. Dr. Bambang Hermani, beliau merasa nyaman dan siap untuk dioperasi kali ini. Sabtu siang ini tanggal 7 Maret 2009, beliau siap untuk dioperasi. Semoga Allah melancarkan operasinya, mengangkat penyakitnya, mengembalikan kesehatannya, dan mengampuni dosa-dosanya. Amin

"Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku. Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil." (Nuh:28 & Al Israa':24)

The Larynx

Vocal Cord (Pita Suara)

foto Laryngitis Bapak saya di RS. THT Proklamasi 26 November 2006


foto Laryngitis Bapak saya di RS. Carolus. 27 Januari 2009

Tentang Laryngitis/Pita Suara dan penyakitnya

Kesehatan Online: Pita Suara Manusia Yang Menakjubkan !

http://artikel-kesehatan-online.blogspot.com/2009/01/pita-suara-manusia-yang-menakjubkan.html
Pita Suara Manusia Yang Menakjubkan !

Pernahkan Anda membayangkan bagaimana bentuk pita suara Anda? Bagaimanakah pita suara saat bekerja, yaitu saat kita berkata sesuatu atau pun bernyanyi? Bagaimana cara merawat kesehatan pita suara kita? Hal apa saja yang dapat mengurangi kesehatan pita suara? Hmm, ada baiknya Anda membaca postingan saya kali ini, terutama buat Anda yang gemar bernyanyi tanpa diimbangi teknik yang mumpuni, suka teriak-teriak ndak jelas, atau pun bagi Anda yang gemar merokok dan minum-minuman yang beralkohol.

Pita suara atau yang dalam bahasa inggrisnya disebut vocal fold adalah ‘mesin’ penghasil suara bagi manusia. Di mana, untuk menghasilkan suara, pita suara harus bergetar ratusan bahkan ribuan kali per detiknya, tergantung nada atau frekuensi yang kita ucapkan. Pita suara sendiri terletak di perbatasan faring dan trakea.

Pita suara merupakan susunan dari tulang rawan, otot, dan membran mukosa yang membentuk semacam lempengan di ujung trakea, berada di sebelah kiri dan kanan dari ujung saluran nafas atau trakea. Membran mukosa ini membungkus otot dan tulang rawan.

Pita suara yang normal dapat bergerak membuka dan menutup, serta bergetar dengan baik. Bila kita dalam keadaan bernafas, pita suara akan membuka / memisah, dan udara yang kita hirup lewat hidung atau mulut akan masuk ke saluran yang ada di bawah pita suara menuju ke paru-paru. Dan bila kita berbicara, maka pita suara akan menutup dan bergetar.

Selain pita suara, otot leher juga sangat berpengaruh dalam menghasilkan suara. Bila Anda mencoba bernyanyi dengan nada tinggi, semakin tinggi nada yang Anda capai, maka semakin mengecil otot leher Anda dan pita suara akan bergetar makin kencang. Dan jika Anda memaksa meraih nada tinggi, akan menyebabkan otot leher mengecil dan “mencekik” epiglotis (tulang rawan yang dibungkus otot) yang ada di depan pita suara. Hal ini dapat membahayakan kesehatan pita suara dan otot leher Anda, oleh karena itu leher Anda akan terasa capek.

Lain halnya dengan nada rendah, otot leher akan meregang ke bentuk yang paling besar. Pita suara akan bergetar dengan pelan. Setiap orang memiliki otot leher dengan kemampuan fleksibilitas yang berbeda-beda. Penyanyi-penyanyi yang dengan mudahnya menjangkau nada-nada tinggi, memiliki otot leher yang elastis dan pita suara yang prima. Untuk melatih kemampuan pita suara dan otot leher, dapat dengan cara solmisasi, melafalkan do-re-mi-fa-so-la-si-do berulang-ulang dari nada rendah ke nada tinggi. Atau besenandung ringan secara benar. Bila Anda bercita-cita sebagai penyanyi, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan guru vokal saja.

Coba bayangkan bila pita suara Anda mengalami kerusakan! Anda akan kesulitan berkomunikasi dengan orang lain, susah melafalkan kata-kata. Berikut adalah kerusakan-kerusakan yang bisa terjadi pada pita suara, hanya beberapa saja:

Trauma Pita Suara
Trauma bisa terjadi karena pita suara mengalami keadaan yang membahayakan. Misalnya kita sering berteriak-teriak, memaksa meraih nada-nada tinggi di luar jangkauan pita suara, maupun keadaan fisik seseorang. Munculnya bisa ditandai dengan menurunnya kemampuan kita dalam berbicara, suara serak, maupun rasa sakit di tenggorokkan.

Laringitis
Laringitis merupakan peradaan pada pita suara (laring) dikarenakan terlalu sering digunakan (hati-hati buat Anda yang gemar ngomong tanpa henti), karena iritasi atau karena infeksi akibat virus. Pita suara akan membengkak sehingga menyulitkan untuk pita suara bergetar dan menyatu, sehingga menyebabkan suara sulit keluar dan suara menjadi lemah dan bahkan bisa tidak terdengar. Bila Anda batuk kering dan berlangsung lama dan parah, biasanya akan membuat Anda kehilangan suara. Kehilangan suara ini dapat bertahan beberapa hari (akut) dan bahkan permanen (kronis).

Cacat bawaan
Untuk masalah ini, penyebabnya murni karena alam. Cacat ini bisa terjadi bermacam-macam. Ada pita suara yang besar sebelah (yang kiri kecil dan yang kanan besar), bentuk pitas suara tidak sama, pita suara terlalu kecil sehingga tidak mampu menyatu, pita suara kendur, otot-otot leher terlalu lemah, dan sebagainya. Untuk Anda yang memiliki cacat pita suara dengan ukuran pita suara yang kecil sehingga tidak bisa menyatu, bisa dilakukan operasi dengan menyuntikkan semacam zat di tepi pita suara dan ‘menarik’ pita suara dan membuatnya menjadi lebih lebar sehingga dapat menyatu.

Oleh karena pita suara sangat penting, maka harus kita jaga kesehatannya. Masih banyak lagi penyakit / kerusakan yang bisa menimpa pita suara, seperti polip atau nodules. Berikut saya beri tips-tips untuk merawat kesehatan pita suara Anda:

Tidak merokok dan mengkonsumsi alkohol

Kepekaan pita suara terhadap zat-zat tertentu, misalknya asap rokok atau alkohol

Jangan terlalu berlebihan menggunakan pita suara, bicara tanpa henti, bicara terlalu keras, maupun memaksa pita suara

Banyak minum air putih. Berguna untuk mengurangi lendir pada tenggorokkan

Kurangi konsumsi kafein

Usahakan jangan berdehem untuk membersihkan tenggorokan Anda. Berdehem akan menyebabkan terjadinya keadaan vibrasi atau bergetarnya pita suara secara tidak wajar. Hal ini mengakibatkan munculnya banyak lendir yang akan berakibat kita ingin berdehem lagi

Membuat keadaan tenggorokkan Anda lembab, dapat dengan menggunakan pelega tenggorokkan, berkumur dengan air garam, maupun mengunyah permen karet

Hirup udara yang bersih dan segar

Usahakan jangan berbisik ketika bicara. Dengan berbisik, membuat keadaan pita suara tertekan sehingga mudah lelah

Istirahatkan pita suara Anda setelah digunakan melakukan kegiatan yang berat, misalnya saja menyanyi

Berkonsultasi dengan pelatih vokal maupun dokter untuk melatih teknik olah vokal yang benar dan memeriksa kesehatan pita suara Anda.

tanpa-pita-suara: suara anda serak ???


http://tanpa-pita-suara.blogspot.com/2007/05/suara-anada-serak.html
Kejadian Kanker laring di Inggris sekitar 1,2 % kanker . Tumor biasanya tumbuh di atas pita suara.





Gejala:

Pertumbuhan yang terjadi di atas pita suara, menyebabkan gerakan vibrasi pita suara tergangu, dengan demikian terjadilah suara serak. Bila seseorang menderita serak lebih dari 1 bulan, segeralah mengunjungi spesialis THT, untuk di eksplorasi lebih lanjut.


Bagaimana mendiagnosa suatu kanker laring?

Seorang ahli THT biasanya akan melakukan pemeriksaan menggunakanendoskopi untuk melihat pita suara.

Bila seorang spesialis THT curiga akan keganasan laring, akan di lakukan biopsi, yaitu mengambil sedikit jaringan menggunakan endoskopi. Biopsi ini di kirim untuk dilakukan kajian .

Polip Pita Suara


http://www.klubsukses.com/biofir/kesehatan/polip.html
NAMA
Polip Pita Suara
DEFINISI
Polip Pita Suara adalah tumor jinak pada pita suara.
PENYEBAB
Polip pita suara biasanya disebabkan oleh:
- Penyalahgunaan suara
- Reaksi alergi menahun pada laring
- Menghirup iritan (misalnya asap pabrik atau asap rokok).
GEJALA
Gejalanya berupa suara serak.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Dengan menggunakan kaca dilakukan penilaian terhadap pita suara dan untuk memastikan
bahwa bukan suatu kanker, dilakukan biopsi.
PENGOBATAN
Untuk mengembalikan suara yang normal, dilakukan pengangkatan polip.

Jenis Penyakit Papilloma Pita Suara
http://cahayamasadepan.blogspot.com/2008/10/papilloma-pita-suara.html

Laryngology 101 - Reflux Laryngitis




http://www.youtube.com/watch?v=s3NpwHK2REg

Laryngology 101 - Medialization Laryngoplasty




http://www.youtube.com/watch?v=0vOxkEo1vrg

Laryngology 101 - Vocal nodules




http://www.youtube.com/watch?v=z9LKwISwb_c

Cinta Edisi #3 - Sore Itu Di Jalan Yang Amat Panjang (Mohon Doanya)


Sore itu di jalan yang amat panjang, jalan tol Merak-Jakarta, di dalam sebuah mobil yang kukemudikan. Adik-adikku tertidur pulas, lelah sehabis bermain dan berenang di pantai Anyer. Aku telah menjalani hidup ini dengan penuh liku, kadang sampai pada titik jenuh, kadang sampai tingkat ketegangan yang tinggi, kadang sampai ke dalam suasana yang sejuk seperti saat ini. Kulihat sepintas dari kaca spion tengah, Ibuku yang sedang menatap pemandangan sawah yang mulai menguning ditaburi oleh cahaya matahari sore yang menimbulkan keindahan tersendiri.

Aku berpikir sejenak, ”saatnya kah kutanyakan sekarang?”. Aku menunggu saat-saat seperti ini. Saat ketika kami -aku, Ibu, dan Ayahku- tidak memikirkan yang baru saja dikerjakan dan tidak memikirkan apa yang akan kami kerjakan. Pikiran kami hening, hanya berpikir tentang apa yang sedang kami lakukan sekarang. Bagaimana aku bisa mengetahui yang seperti ini? Ah, memang irama hidup yang membuat kami saling mengenal satu sama lain dalam anggota keluarga walaupun diantara kami tidak ada yang bicara

”Ayah”, kupecah suasana. ”Boleh nggak Armin nikah?”

Ayahku menoleh ke arahku tanpa ekspresi. Ibuku yang duduk dibelakang Ayahku juga menoleh ke arahku, aku tak melihatnya tapi aku bisa merasakannya karena jarakku dengannya tak terlalu jauh. Wajar saja sikap mereka seperti itu, aku baru saja dinyatakan lulus kuliah setelah aku selesaikan skripsi minggu lalu dan tiga minggu lagi aku akan wisuda.

”Mau menikah sama siapa?”, pertanyaan Ayahku datar, tidak menolak, tidak juga menerima, masih menganggap aku bercanda mungkin.

”Ya belum ada lah, kalau sudah diizinin, baru Armin cari calonnya. Jadi boleh nggak?”

”Coba tanya Mamah tuh! boleh nggak?”

”Boleh Mah?”, sebenarnya tanpa disuruh pun aku akan menyakan juga kepada Ibuku kalau Ayahku sudah menjawab boleh atau tidaknya, tetapi bahkan belum dijawabpun aku sudah disuruh bertanya.

”Boleh-boleh aja kalau Ayah bilang boleh. Sudah tanya kakakmu Min?”

Sudah kusiapkan segalanya sampai kudapat kesempatan seperti saat ini. Aku memang punya satu kakak perempuan bertaut satu tahun umurnya dariku. Dia tidak ikut di liburan kali ini. Istilah yang aku pakai, dia lebih suka”jaga rumah” dari pada ikut berpergian.

Aku sudah tanyakan hal ini kepada kakakku karena kutahu hal ini akan menjadi sebuah pertanyaan kelak. Pertanyaan yang dia ajukan pun sama seperti Ayahku, tentunya dengan jawaban yang sama pula. Sampai akhirnya kujelaskan semua, dia pun mengijinkan, ”Boleh aja kalau Ayah dan Mamah bilang boleh.”

***

Aku tak pernah pacaran. High quality jomblo kata orang-orang. Apapun yang mereka katakan, aku punya alasan tersendiri mengapa aku melakukan itu. Aku memang dekat dengan beberapa wanita, tetapi hanya sebatas teman. Sebagaimana laki-laki yang lain aku pun punya hasrat dan suka dengan beberapa wanita. Namun setiap orang punya ilmu dan wawasan yang berbeda, punya hati dan perasaan yang berbeda, dan punya pemahaman dan pendapat yang berbeda. Ya, sampai ku putuskan aku akan pacaran kalau sudah menikah, pacaran dengan istriku tentunya. Ku cari ilmu dan wawasan untuk persiapan, ku pupuk kepercayaan orang tua, ku bangun usaha untuk menghidupi keluarga ku kelak, sampai ku siap untuk mendapatkan pendampingku.

”Kamu yakin Min?”, tanya temanku memastikan.

Aku hanya tersenyum, ku rasa sudah berulang kali menjelaskan semuanya, memastikan segalanya. Aku akan menikah dengan wanita pilihanku. Tetapi aku ingin melewati proses itu. Aku ingin proses ta’aruf (mengenal) itu kulalui, karena tak sepenuhnya kukenal dirinya. Aku ingin temanku ini membantuku dalam proses ini karena dia kupercayai untuk memutuskan juga apakah wanita ini layak bagiku.

Wanita ini sudah ku kenal sejak SMA, tetapi hanya setahun. Aku tidak terlalu mengenal dirinya, tetapi aku tahu tabiatnya yang sangat berbeda dari wanita lainnya. Lembut, santun, bicara seperlunya, tentulah sangat berbeda dengan wanita kebanyakan. Sempat kunyatakan perasaanku kepadanya. Hebatnya dia tidak menolak dan tidak menerima. Sampai aku pun ingin melupakannya.

Ya, aku manusia yang punya akal. Bertambah ilmu dan wawasan, sudah seharusnya bertambah pula tingkat iman dan ketaqwaan. Aku berubah, dan kuharap memang perubahan itu ke arah yang lebih baik. Aku menyesali beberapa hal dalam hidupku, dan akupun menyadari beberapa hal yang harus kulakukan.

Selama perubahan itu pula aku tetap menjaga komunikasi dengannya, dengan fasilitas SMS tanpa pernah mendengar suaranya. Awalnya sebulan beberapa kali, kemudian sebulan hanya sekali, sampai akhirnya setahun mungkin hanya tiga kali aku berkomunikasi dengannya. Aku pun tahu perubahan yang ada pada dirinya. Perubahan yang lebih baik pastinya. Perubahan yang tanpa pengaruhku tentunya.

”Dia memang layak untukmu!”, kali ini temanku yang memastikan.

Penilaianku tak salah, tetapi aku akan tetap melakukan ta’aruf itu. Aku harus mengenalnya sejauh mungkin. Aku ingin mengikuti Nabiku, aku ingin menikahinya karena agamanya. Walau aku tahu perubahan yang ada pada dirinya, tetapi aku tidak mengetahui sepenuhnya.

Sekali lagi aku memastikannya, aku akan menikahinya. Kemudian bertemu dengan keluarganya, menentukan hari, tanggal, dan menentukan segalanya. Aku pun melangsungkan akad nikah dan kemudian hidup bahagia bersamanya.


***

”Dan itu hanya impian?” adikku yang pria ini bertanya sinis.

”Ya, seperti yang kau tahu.”

”Ya, kenapa? Kenapa kakak masih belum menikah? Bukankah indah impian itu?”. Dia bertanya dengan penuh hasratnya, menyesali keputusan yang telah kuambil. Di umurku yang sudah berkepala tiga ini, aku masih juga belum memutuskan untuk menikah. Bahkan adik-adikku mendahuluiku.

”Kamu ingat di sore itu di jalan yang amat panjang, di jalan tol dari Anyer menuju Jakarta. Kamu tertidur pulas.”

”Memangnya apa yang terjadi di dalam mobil itu?”, suaranya kini pelan dan berbicara perlahan.

”Kukira Ayah akan mengizinkanku untuk menikah... Tetapi ternyata tidak. Ayah bilang aku harus mapan dulu agar aku bisa menghidupi anak dan istriku kelak. Selain itu aku dilarang mendahului kakak dengan berbagai alasan-alasannya. Aku beri penjelasan sebisa mungkin di dalam mobil itu tetapi tidak berhasil. Beberapa haripun aku melakukan pendekatan kepadanya juga tak berhasil. Sampai kuputuskan untuk menghormati Ayah, karena aku sangat berharap mendapat restu darinya. Tetapi apalah arti kemapanan itu. Sampai sekarang aku masih belum merasa mapan atas apa yang aku miliki. Aku merasa selalu sibuk untuk mengejar kemapanan itu. Aku merasa tak ada waktu selain untuk bekerja, bekerja dan bekerja. Sampai aku memang lupa dengan impianku itu. Sampai aku tak lagi memikirkan itu lagi. Sampai ada yang mampu menjelaskan kepadaku untuk apa aku harus menikah??!?”

sebuah cerpen (pernah diposting juga)

Sore Itu Di Jalan Yang Amat Panjang

http://fireman0410syah.multiply.com/journal/item/21/Sore_Itu_Di_Jalan_Yang_Amat_Panjang
http://www.kemudian.com/ibnu_alwi/cerita/kehidupan/sore_itu_di_jalan_yang_amat_panjang

fiuhh, untung hanya cerpen. Payah si Armin. Padahal udah ada puisinya.


Untuk apa HARTA ?

http://www.kemudian.com/node/225860

Untuk apa harta
Kalau kau habiskan semua
Untuk apa mencari nafkah
Kalau kau tak sedekahkan juga

Masih sendiri
Tak ada yang kau nafkahi

Tak salah
kalau kau menikah
Bikin hidup
jadi lebih hidup

remasan jari
berpahala
istri kau gauli
pun berpahala
keluarga kau nafkahi
juga berpahala

tunggu apalagi kawan ?!?


tapi sebenarnya si Armin hanya ingin mematuhi orang tuanya. Birrul walidain.
Seperti Abdullah bin Amr bin Ash yang terpaksa mematuhi orang tuanya, karena teringat nasihat Nabinya.



Kala Husein Mendiamkan Abdullah

http://www.dakwatuna.com/2008/kala-husein-mendiamkan-abdullah/

Abdullah benar-benar gelisah. Saat itu, ketika ia dan beberapa sahabat lain sedang ngumpul, Husein lewat. Abdullah benar-benar kikuk ketika Husein mengucapkan salam. Setelah ia jawab salam itu, Husein pun berlalu. Ketika itu juga, Abdullah mengatakan, “Akan kutunjukkan kepada kalian seorang penduduk bumi yang sangat dicintai penduduk langit. Dialah yang baru saja lewat tadi, Husein bin Ali. Sejak perang Shiffin, ia tak pernah bicara denganku. Sungguh, ridhanya padaku lebih kusukai dari barang berharga apa pun yang kumiliki.”

Ia minta tolong Abu Sa’id Al-Khudri untuk menemaninya mengunjungi Husein bin Ali. Benar saja. Dalam kunjungan itu, Husein menanyakan soal kesertaan Abdullah dalam perang Shiffin.

Abdullah mengatakan, “Suatu hari, aku diadukan ayahku, ‘Amr bin ‘Ash kepada Rasulullah saw. Katanya, ‘Abdullah ini puasa tiap hari dan beribadah sepanjang malam. Ucap Rasulullah kepadaku, ‘Hai Abdullah, shalat dan tidurlah, puasa dan berbukalah, dan taatilah ayahmu!’ Sewaktu perang Shiffin, ayahku mendesakku untuk ikut bersamanya. Aku pun ikut. Dan demi Allah, selama perang itu, aku tidak pernah menghunus pedang, melempar tombak, dan melepas anak panah!”

Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash, http://abughifari.wordpress.com/2008/09/15/abdullah-bin-amr-bin-ash/


****
Mohon Doanya
Sabtu siang tanggal 7 Maret 2009 Bapak saya akan dibiopsi dan kemudian dioperasi karena ada tumor di dekat pita suaranya. Semoga Allah melancarkan operasinya, mengangkat penyakitnya, mengembalikan kesehatannya, dan mengampuni dosa-dosanya. Amin
Foto Larynx di RS. Carolus
berita selengkapnya...klik