Thursday, January 29, 2009

CiNta edisi #1 (halah)

(pernah saya posting juga)



cerita lucu.....


Cinta pada Pandangan Pertama (SUmpeh lo?)

cerpen 100 kata
http://kemudian.com/node/116234

Mulutnya menganga, dia seperti melihat pangeran dari Negeri Antahberantah, “Wah, apa ini yang namanya cinta pada pandangan pertama ya?”.
“Woi kerja! melongo aja, ngeliatin apa sih lo?”, wanita penjaga kasir itu ditegur oleh temannya. Tetapi wanita itu tidak menghiraukannya. Bahkan sampai pria yang dipandanginya itu mengambil beberapa barang yang ingin dibelinya, dan matanya semakin terbelalak ketika pria itu menuju meja kasir yang dia jaga.
Tentu si pria mengetahui kejanggalan yang sedang terjadi. Ketika pria itu sampai di meja kasir, “Permisi... mba mau menikah dengan saya?”
Gubraak, “Nikah aja lo, udah kerja? Gajinya berapa? Udah punya rumah? Hah...jawab! enak aaaja.”


bandingkan dengan yang ini...

Kau bukan yang pertama

cerpen 100 kata
http://www.kemudian.com/node/93330
 
Hatiku berdegup kencang, entah mengapa bukan jantungku. Setelah dua jam melakukan taaruf, hari ini akan diputuskan, apakah dia menerima diriku dan aku menerima dia sebagai calon istriku.
“Kau bukan yang pertama”, akupun berhasil mengatakannya walau jantung ini bergetar, entah mengapa bukan hatiku.
“Ya, kau bukan yang pertama, kalau memang akan menjadi istriku kelak”, wajahnya begitu tenang. Sebelumnya dia sudah memutuskan untuk mau menjadi istriku kelak dengan berbagai pertimbangannya.
“Umat telah lebih dulu memilikiku, istriku yang pertama adalah dakwah, dan kau harus siap untuk menjadi istriku yang kedua.”
Kini wajahnya menunduk setelah sebelumnya kulihat bibirnya yang manis tersenyum simpul menandakan kegembiraan.


eh ada cerpen ini, mantep banget

Calon Menantu

Cerita Pendek Irwan Kelana
http://komunitassubuh.multiply.com/journal/item/19/CALON_MENANTU_cerita_bagus_nih

''Ass, Kak. Aku baru nyampe rumah.''
Tak sabar Yayah mengirimkan SMS itu begitu tiba kembali di Tanah Air. Empat tahun lamanya ia menuntut ilmu di Al-Azhar University, Cairo. Tiga tahun di antaranya dilaluinya dengan menyimpan kenangan dan rindu kepada Qodari. Ya, lelaki asli Madura itu telah merebut hatinya sejak saat pertama menyambut kedatangannya di pagi buta, di Bandara Internasional Cairo. Bersama sejumlah senior lainnya, Qodari menjemput rombongan mahasiswa baru Al-Azhar University asal Indonesia yang merupakan peserta program beasiswa kerja sama Indonesia-Mesir.

Yayah segera saja menjadi bintang mahasiswa Al-Azhar angkatan tahun tersebut. Posturnya tinggi, dengan hidung bangir, bibir merah delima asli tanpa pulasan lipstik, dan kulit seputih kapas. Busana apa pun yang dikenakan gadis berdarah Sunda itu hanya membuatnya makin kelihatan cantik dan mempesona. Banyak kakak kelasnya yang berupaya menampakkan perhatiannya. Terutama mahasiswa tahun keempat yang sudah hampir lulus S-1 maupun mereka yang sedang menempuh jenjang pendidikan Pasca Sarjana.

Hanya Qodari yang sama sekali tak pernah memberikan sinyal khusus kepadanya. Meskipun ia tak pernah menolak jika Yayah memerlukan bantuannya. Terkadang Yayah ingin bertanya kepada kakak kelasnya, apakah Qodari sudah mempunyai calon istri. Namun ia merasa malu sendiri. Baru datang ke Mesir kok udah bicara cinta? Setahun kemudian, Qodari lulus S-1. Ia akan pulang ke Indonesia sebentar, lalu melanjutkan pendidikan S-2 di Pakistan.

Yayah dan sejumlah teman mengantarnya ke bandara. Ada yang terasa hilang di jiwanya saat sosok lelaki yang selama ini kerap mengisi relung batinnya itu menghilang dari pandangan sesaat setelah melewati imigrasi. Negeri Mesir yang indah kini terasa begitu hampa. Ketika mobil yang ditumpanginya perlahan meninggalkan bandara, matanya menatap jauh ke landasan, ke deretan burung-burung besi yang dengan angkuhnya bertengger di sana. Kalau saja ia punya sayap, ingin rasanya ia terbang dan hinggap di pesawat yang akan mengantar Qodari pulang ke Indonesia.

Betapa kejamnya Kak Qodari. Ia pergi tanpa pernah memberikan tanda apa pun kepadanya. Apakah ia begitu keras hatinya, sehingga tak mampu menangkap sinyal perasaan yang dikirimkan oleh seorang gadis -- meski itu hanya berupa wajah memerah dan sikap canggung manakala tanpa sengaja berpapasan di perpustakaan kampus, Masjid Al-Azhar, dan Wisma Nusantara yang merupakan pusat aktivitas mahasiswa Indonesia di Mesir. Padahal, lulusan terbaik Al-Azhar University dengan predikat Mumtaz itu dikenal selalu ramah dan simpatik kepada siapa pun.

Diam-diam ia pun menyesali dirinya. Kenapa ia tak berterus terang saja, atau setidaknya mengirimkan sinyal yang lebih jelas, misalnya berupa SMS yang berisi sindiran tentang cinta. Atau, mengapa ia tidak menitipkan salam lewat salah seorang kakak kelasnya yang sama-sama aktif di PPMI bersama Qodari?

''Yayah, kamu sakit?'' tanya Aisyah, melihat wajah Yayah yang agak pucat. Buru-buru Yayah menggeleng. ''Ah, tidak. Hanya kurang tidur saja,'' kilahnya. Sesaat sebelum pesawat Singapore Airlines yang akan membawanya dari Cairo ke Jakarta bersiap-siap untuk lepas landas, Qodari mengirimkan SMS: ''Bila kamu mau menjadi istriku, aku akan menunggumu.'' Membaca SMS tersebut Yayah rasanya ingin berteriak dan melompat dari mobil. Namun ia berusaha menahan perasaannya sewajar mungkin.

''Welcome home. Jadi, kapan aku boleh datang melamarmu? Wss.'' Balasan dari Qodari selalu pendek dan to the point. Namun itu sudah lebih dari cukup. ''Aku akan bicara dulu dengan Abah. Nanti aku kabari Kakak.'' Butuh waktu sebulan, baru KH Syamsuri, ulama terpandang di Bekasi, mengizinkan Qodari datang melamar putri kesayangannya. ''Saya tunggu Jumat pagi, pukul enam,'' kata KH Syamsuri kepada Qodari, lewat telepon.

Dua tahun di Pakistan, Qodari kembali ke Tanah Air dengan menggondol gelar Master di bidang ekonomi syariah. Ia mengajar ekonomi syariah di salah satu universitas ternama di Jakarta. Ia rajin menulis di media massa, khususnya mengenai ekonomi Islam. Ia pun menjadi da'i dan sudah mulai sering tampil di acara keislaman di televisi. Tepat pukul enam kurang 10 menit, ia tiba di rumah Sang Kiai. Ulama kharismatis itu sedang duduk di beranda sambil memegang tasbih dan melantunkan zikir.

''Assalaamu'alaikum.''
KH Syamsuri menoleh. ''Wa'alaikumsalaam.''
Qodari segera mencium tangan Sang Kiai. ''Saya Qodari.''
''Silakan duduk.'' Suaranya terdengar berwibawa. Sorot matanya tajam.
''Terima kasih, Pak Kiai.''
Yayah menyaksikan dari dalam rumah. Hatinya berdegup kencang melihat wajah yang selalu dirindukannya itu.
''Sayang, mana tehnya?''
''Siap, Abah.''
Yayah segera mengantarkan minuman teh manis. Wajahnya terasa bersemu merah ketika Qodari menatapnya. Tanpa sengaja ia menunduk.
''Duduk di sini, sayang,'' kata KH Syamsuri.
Dengan kikuk, Yayah duduk di samping ayahnya, berhadapan dengan Qodari. ''Silakan jelaskan, apa tujuan kamu datang ke rumah saya,'' suara KH Syamsuri terdengar sangat tegas.
''Terima kasih, Pak Kiai. Saya berniat melamar Yayah untuk menjadi istri saya.''
KH Syamsuri tidak langsung menjawab. Ia menatap pemuda di hadapannya, seperti ingin mencari kepastian di matanya. Tanpa sadar, Qodari mengangguk. Yayah merasa serba salah. Ia tidak berani mendonggakkan wajahnya.
''Tadi malam kamu shalat Tahajud?'' tanya KH Syamsuri tiba-tiba.
''Ya, Pak Kiai.''
''Tadi pagi shalat Shubuh di mana?''
''Saya shalat Shubuh berjamaah di Masjid An-Nur, Perumahan Permata Timur, Kalimalang.''
''Ya, sudah. Tiga bulan lagi kamu balik ke sini.''
Setelah itu, KH Syamsuri masuk ke dalam rumah. Qodari pun beranjak pulang. Yayah ingin protes kepada abahnya. Namun ia tidak berani. Abahnya sangat sayang kepadanya, apalagi semenjak ibunya meninggal enam tahun lalu. Namun ia sangat tegas memegang prinsip.
Tiga bulan kemudian, Qodari datang lagi. Namun hal yang sama berulang. Ia diminta datang lagi tiga bulan kemudian. Lagi-lagi, pertanyaannya sama, yakni di mana dia shalat Tahajud dan shalat Shubuh.
Hari ini, untuk yang kelima kalinya Qodari datang ke rumah KH Syamsuri. Berarti kurang lebih setahun lamanya ia melamar Yayah. Pertanyaan KH Syamsuri tetap tidak berubah.
''Saya Tahajud dilanjutkan Shubuh berjamaah di Islamic Centre Bekasi,'' sahut Qodari mantap.
''Selama setahun ini, berapa kali kamu tidak shalat Tahajud, dan berapa kali kamu tidak shalat fardhu berjamaah.''
''Alhamdulillah, tidak satu kali pun, Pak Kiai.''
Tiba-tiba KH Syamsuri bangkit dari duduknya, dan memeluk Qodari. ''Aku izinkan engkau menikahi putriku. Bimbinglah ia ke jalan yang diredhai Allah, dunia dan akhirat,'' bisiknya perlahan namun tegas di telinga Qodari.
Yayah menarik napas lega. Wajahnya tiba-tiba tersenyum sumringah.

KH Syamsuri melirik putrinya. ''Sayangku, calon suamimu berkhidmat di bidang dakwah dan pendidikan. Bagaimana ia bisa menjadi seorang dai yang istiqamah, kalau ia tidak menegakkan shalat Tahajud dan shalat fardhu berjamaah? Ketahuilah, Tahajud merupakan pakaian para Nabi, Rasul dan orang-orang saleh. Sedangkan shalat fardhu jamaah merupakan ukuran kesungguhan iman seseorang. Kamu pasti pernah membaca hadits, cukuplah untuk mengetahui seseorang itu golongan munafik atau bukan dari shalat Shubuhnya, berjamaah atau tidak.''

Friday, January 16, 2009

Wednesday, January 07, 2009

One Man One Dirham To Save Palestine...Urgentt!!!





Palestina,
Tak Cukup Hanya Sekedar Kecaman!!!



            Apa yang dialami oleh Bangsa
Palestina saat ini sudah menjadi cukup bukti betapa Israel sudah
mengoyak-ngoyak nilai kemanusiaan yang katanya selama ini dijunjung oleh
bangsa2 di Dunia. Bahkan Dewan Keamanan PBB pun yang seharusnya menjadi polisi
dunia tak mampu berkutik ketika beberapa
negara ‘besar’ menyatakan dukungan terhadap Israel walaupun entah berapa puluh
negara di dunia yang mengecam Israel. Ya,,,..begitulah yang terjadi di dunia
sekarang ini.



            Mengecam...mengecam...dan
mengecam...mungkin baru itu yang kita lakukan sampai saat ini. Mulai sekarang,
sudah saatnya kita mencoba untuk sedikit lebih ber positive thinking pada diri kita sendiri. Sadar atau tidak dan
mungkin sudah saatnya kita sadar bahwa ada hal lain yang bisa kita lakukan
sebagai bentuk dukungan yang lebih kongkret untuk saudara-saudara  kita di Palestina.



Berikut ada
beberapa rekomendasi ide yang bisa kita lakukan sebagai wujud ‘kepedulian’
untuk rakyat Palestina:



1)     
Penyadaran



Paling
tidak, jangan sampai orang-orang terdekat kita ( misalnya keluarga) menjadi
orang2 yang tidak paham dengan apa yang terjadi di Palestina. Jangan sampai
kita menjadi orang yang SANGAT PAHAM tentang permasalahan di Palestina tetapi
orang tua atau saudara kita menjadi orang yang ikut2an membenarkan apa yang
dilakukan israel.



Sampai
saat ini, 7 januari 2009, sudah sekitar 660 orang warga Palestina syahid di
hantam peluru Israel dan sekitar 2500 warga luka berat dan sebagian besar
merupakan warga sipil bahkan tidak sedikit korban adalah wanita dan anak-anak.



2)     
Penggalangan Dana



Apa
yang dihadapi oleh Bangsa Palestina saat ini bukanlah permasalahan mereka
sendiri. Palestina adalah tanah suci yang merupakan warisan bagi orang muslim.
Di Bumi Palestina terdapat Masjid Al-Aqsa yang merupakan warisan peradaban
islam. Allah SWT telah menjamin penjagaan terhadap masjidil haram, tetapi
penjagaan masjidil Aqsa adalah kewajiban bersama umat islam di seluruh dunia.



Saat
ini Israel disokong oleh negara2 Adikuasa dunia sehingga pasokan senjata dengan
segala teknologi dan kecanggihan untuk menghancurkan saudara2 qt di bumi
Palestina. Tetapi bagaimana dengan Hamas yang sampai saat ini berada dalam
kondisi blokade, jangankan senjata dengan segala macam teknologi, bahkan dari
sekitar 400.000 anggota Hamas bahkan ada yang tidak memegang senjata.



Untuk
penggalangan dana, bagi yang berada di sekitar kampus UI depok, pada tanggal 8 dan 10 Januari 2009 jam 8.00 –
17.00 di stasiun Pocin dan Stasiun UI
akan ada penggalangan dana dari SALAM
UI.  Selain itu ada juga di Mesjid Darussalam di Komplek Darussalam
Kutek
dan mesjid Darussalam di
Komplek Griya Tugu Asri Kelapa Dua
..Jadi bagi yang ingin memberikan
sumbangan dan infak2 terbaiknya ditunggu ya...^_^ AYO KITA SUKSESKAN PROGRAM
ONE MAN ONE DIRHAM (1 Dirham setara dengan Rp 35.000,- sampai Rp 40.000,-).
Mumpung lagi ada peluang amal besar, ayo kita sukseskan....!!!!!!



Tapi
kalo yang kebetulan belum bisa ke 2 spot itu, bisa memberikan sumbangan2
terbaiknya untuk saudara2 kita di Palestina untuk pendidikan rakyat Palestina bisa
berkontribusi melaui jaring dana Nasional ke No.Rekening  Bank Syariah Mandiri
1630012864 atas nama  Andri Adi N.qq
space
atau ke rekening KNRP (Komite
Nasional untuk Rakyat Palestina) no Rekening BCA 7600325099 atas nama Komnas untuk
Rakyat Palestina



3)     
Doa



Doa
adalah kekuatan utama ummat islam yang tidak dimiliki oleh Yahudi La’natullah.
Jadi jangan sampai kita sehari2 pake jaket tentang save Palestine, menyerukan
Blokade produk Yahudi dsb, tapi tidak menyempatkan memberikan sepotong doa
untuk mereka (Palestina) di setiap sujud2 kita, di setiap sholat2 kita. Mari
kita selalu doakan agar Allah menghancurkan Yahudi La’natullah, agar Allah
memberikan kekuatan dan keselamatan bagi saudara2 qt di Palestina. Agar Allah
menurunkan seribu malaikatnya sebagaimana pada kejayaan perang Badar, semoga
Allah menjadikan batu2 yang dilempar ke arah Israel menjadi batu2 hitam kelam
lagi panas yang berasal dari neraka, semoga Allah menurunkan burung ababil yang
menjatuhkan batu2 neraka ke camp2 Israel. Tapi, saudara saudariku semua, Allah
tidak akan menurunkan bala bantuannya jika muslim yang ada di dunia ini tidak
bersatu padu, tidak menyatukan hati2 kita. Nauzubillah....



 



SO...ADA
BANYAK HAL YANG BISA KITA LAKUKAN SELAIN MENGECAM YAHUDI LA’NATULLAH, Mari kita
bangun kepedulian untuk saudara2 kita dimanapun mereka berada karena
berdasarkan hadist nabi “tidak dikatakan
beriman salah seorang kamu sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia
mencintai dirinya sendiri”



Semoga
kepedulian ini akan menjadi hujjah dihadapan Allah yang akan menjadi pemberat
timbangan kebaikan kita...Amin





Saturday, January 03, 2009

Reuni Akbar SMU 38 LA Jakarta

Event Info
Host:
ARI UNTUNG & STENY AGUSTAF
Type:
Network:
Global


Time & Place
Date:
Sunday, January 11, 2009
Time:
9:30am - 3:00pm
Location:
SMA 38 Lenteng Agung
Street:
jl. Raya Lenteng Agung
City/Town:
Jakarta, Indonesia

Contact Info
Phone:
0217270864

Description
11 January 2009 start at 9.30am till you drop
at SMA 38 Lenteng Agung

Sumbangan Tiket Rp 100.000 (mahasiswa Rp. 50.000) dapat dibeli di:
1. TU SMAN 38 telp.7270864
2. Cafe D'bluez, Jl. Raya Pasar Minggu (samping Volvo/Indomobil) telp 021- 7970772/ Zaenal Hp 085692218244)
3. Jl Nusantara Raya No.1 Depok 1, Yandri HP: 021- 70402757)
4. Sekretariat Humas, Kompleks Perwira Zeni Jl Wira No.38, Srengseng Sawah , CP: Teddy HP 08988301737)

Pembelian tiket juga dapat dilakukan dengan mengirimkan dana ke rekening bendahara panitia atas nama:

1. Panitia Reuni KAbar SMAN 38, Bank Mandiri no. rek 157-00-0117592- 7 kcp Depok I.

2. Eka Muji Diliwiyana ('02) HP 0856-91191413/ 9214-6789, Bank Mandiri No.Rek 124 – 00 – 0452435 – 2

3. Riyan Purnamasari ('97) HP 0813-15105840, BCA KCP Graha Inti Fauzi No.Rek 3751393260

4. Rahayu Rachmania ('92) HP 0816-1914689 No.Rek BCA 2671204460.







OK.. Pada dateng yaaa...

THx.

NB:
judul sebelumnya : "Reuni Akbar SMU 38 LA Jakarta (turun derajat)"
kata "turun derajat" dihapus karena telah dijelaskan langsung oleh ketua umumnya. jzk