“Ya Allah bingung nih saya harus gimana?”, ba’da dzuhur tadi saya mengadu. Minta pun bingung, kata-kata susaaaaah banget keluarnya. Takut salah minta. Kepala ini saya angguk-anggukan layaknya orang stress. Mungkin orang akan merasa aneh melihatnya. Ujung-ujungnya minta yang terbaik. Minta petunjuk. Kalaupun tidak dikabulkan permintaan yang saya minta, saya minta dikasih tau secepatnya hikmah yang bisa saya ambil. Masjid itupun saya tinggalkan.
Tidak disangka seorang yang berjas santai. Mengenakan batik. Berkacamata. Tidak terlihat seperti sosok orang alim yang berpakaian putih-putih, memakai sorban, dan kopiah. Tetapi justru kata-katanya membolak-balikkan hampir seluruh paradigma berpikir saya. Beberapa ayat dikeluarkan. Beberapa hadits disebutkan. Beberapa hikmah dia ceritakan selama menjalani hidupnya. Inikah jawaban atas doa yang saya minta? Entahlah. Sesaat saya menjadi tenang dan kemudian resah kembali. Permasalahannya adalah ada jawaban yang saya temukan pada perkataannya. Tetapi orang ini memiliki tingkat pemahaman tentang kehidupan yang bagus sesuai dengan Al-Qur’an dan Hadits, hanya saja amalannya dalam menjalankan ibadah wajib bisa dibilang jelek (cukup berat saya mengatakan amalannya ’biasa’ saja). Biar keresahan ini yang menuntun saya kembali ke jalan yang Allah ridhai.
Barangkali Antum sedang ingin kembali ke Titik Nol..:)
ReplyDeletesalah satu perkataan orang itu tadi...
ReplyDeletejust take a rest for a while..
ReplyDeletetidur bentar..
biarkan hati dan akal bekerja dengan kondisi mereka sedang siap..
:-) Saya juga dulu pernah mengalaminya....
ReplyDeleteTeruslah bermunajat di Malam hari!
lagi-lagi
ReplyDeletepembicaraan orang tadi
saya lupa menambahkan;
dia tidak berbicara tentang saya, tetapi tentang pengalaman hidupnya, tetapi seperti sedang menjawab pertanyaan2 saya
"cape nih ya Allah, ngapain sih hidup?", dia menceritakan pengalaman hidupnya, kemudian keluar kata-kata hikmah darinya. saya pun sedang mengalaminya.
ReplyDeletekalau saja bunuh diri itu tidak berdosa.
tapi seorang mu'min tidak boleh berputus asa, sebaliknya harus selalu optimis.
kayak nya penyakit nya berujung kepada: kurang bersyukur.. (nebak2.com.. :D)
ReplyDeletetengoklah ke "bawah jembatan",
atau habiskanlah waktu naik kereta ekonomi dari dari bogor ke kota..
bila itu juga tak membantu,
mungkin berpergian keluar kota bisa membantu..
habis itu, reorientasi resolusi hidup..
"reorientasi resolusi hidup..
ReplyDeletehahaha
lebih dari itu, sungguh kompleks, tapi itulah hidup.
2 hal di atas memang termasuk
tapi kombinasi di antara semuanya memerlukan kebijakan untuk meramunya dan menjalaninya.
orang tadi sudah menemukan jalannya itu.
jangan2 orang itu kerja di SPBU..??!
ReplyDelete8-))
haha
ReplyDeletepegawai SPBU bisa ada didalam kantor, mana mungkin
mungkin aja kali ya...
gak konsisten nih..
ReplyDeleteYang jelas tafakur dulu baru cari jalan lain.............. asal, jangan bunuh diri dong.................!!!!!!
ReplyDeleteiya
ReplyDeleteitu kan dosa besar
memang masih banyak jalan menuju Roma ^_^
iya
ReplyDeleteitu kan dosa besar
memang masih banyak jalan menuju Roma ^_^