Yesi, yang satu ini cukup pendiam dan penurut. Sifatnya yang baik menjadi lengkap dengan kebiasaannya yang suka membantu teman lainnya. Otaknya yang cerdas juga terlihat ketika pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan berhasil dijawab olehnya.
Retty dan renny dua orang kembar ini juga cerdas, terlihat dari kuis yang diberikan hanya mereka berdua yang mendapat menjawab soal lebih banyak, masing-masing benar 4 dan 5 soal, sedang yang lainnya ada juga yang tidak bisa menjawab dari 10 pertanyaan pada kuis tersebut.
Azis, umurnya yang lebih tua dari yang lainnya menjadikan dia merasa lebih tau akan materi yang disampaikan, walau sebenarnya tidak seperti itu keadaannya.
Hadli, sedikit lebih muda dari Azis tetapi dia lebih bijak dari yang lainnya, pemahamannya pun lebih, atas berbagai materi yang disampaikan, jiwa pemimpinnya pun lebih terlihat, tak heran kalau dia yang sering ditunjuk untuk memimpin shalat Ashar dan lainnya.
Masih banyak lagi yang lainnnya, dengan berbagai sifatnya yang unik. Anak-anak tempat TPA saya mengajar ini memang baru tumbuh berkembang, tapi dari berbagai sifat yang ada itu saya yakini adalah hasil bentukan dari ajaran keluarga, lingkungan dan pendidikan yang dia terima.
Annisa misalnya, suatu saat dia curhat
Yang lainnya lagi beragam, ada yang layaknya seorang pencinta gravity yang melukis ditembok-tembok, bedanya dia menggambar di setiap halaman belakang bukunya yang kosong bahkan di belakang tasnya atau di lembar laporan hapalannya.
Karakter mereka terbentuk dari apa yang mereka lihat, mereka dengar, dan mereka pahami. Kecerdasan mereka mempengaruhi, daya tangkap mereka tentunya berbeda, tapi yang lebih mempengaruhi lagi adalah
Analisa saya ini hanya berdasarkan pengamatan saya dari berbagai anak yang saya perhatikan termasuk dari diri saya yang dibesarkan oleh keluarga saya.
Lepas dari itu semua. Wah rasanya bagaimana menghadapi anak kecil. Mudah tapi sulit, sulit tapi mudah. Pokoknya dibuat mudah sajalah. Karena kenikmatan yang tiada
Anda paham dua kalimat terakhir saya dan hubungannya dengan cerita saya di atas, kalau paham, maka tujuan hidup kita memang sama.
****
Ya, tujuan yang saya maksud adalah kebangkitan Islam, terbentuknya kekhilafahan. Apa pun gerakan dakwah Anda, pasti itu tujuannya. Tentunya dengan mengharap keridhaan Allah swt. Lalu siapa yang mengawali kebangkitan itu? Generasi Muda !
Hampir setahun sudah. Kondisi TPA juga berubah, ada anak yang sudah keluar, ada anak yang baru masuk. Tetapi Gurunya semakin berkurang, semakin kritis, berdampak juga pada kehadiran murid-murid.
Saya cari sana-cari sini, jarang juga yang mau jadi guru TPA, ada yang datang dan ada yang pergi. Mereka punya kesibukan dan rutinitasnya masing-masing. Ada yang tidak sesuai jadwalnya, ada yang memang berat melangkahkan kakinya.
Lalu dimana mereka yang katanya mengharapkan kebangkitan ummat, dimana mereka yang mau terciptanya kekhilafahan. Mana mungkin bisa tercipta, tanpa membentuk generasi penerus yang akan meneruskan perjuangan ummat.
Pada akhirnya, yang ingin saya tanyakan "Apakah Anda mau mengajar TPA di tempat ini?"
INgatlah, hanya ada 3 hal yang masih terbawa ketika kita mati, harta yang diamalkan, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang sholeh. Insya Allah dengan mengajar TPA ini, Anda akan memiliki ilmu yang bermanfaat, yang pahalanya akan terus berlipat.
Saya maklum bagi Anda yang punya kesibukan atau letak rumah yang jauh, walau itu tidak ada artinya. Maka saya mengharapkan bagi mereka yang masih menganggur, atau rumahnya dekat dengan lokasi TPA, sisihkan 3 jam saja di sore hari untuk mengajar anak-anak. Tidak perlu setiap hari, mungkin bisanya 1 minggu 3 kali, atau 1 minggu 1 kali pun itu pasti akan dihargai sekali. Sekarang, ada dua hal yang bisa Anda lakukan menghubungi saya atau Tyan (tee_yan615@yahoo.com) sekarang juga, atau Anda tetap berpikir dengan penuh pertimbangan sampai setan disegala penjuru tubuh Anda menguasai Anda, sehingga Anda melewatkan kesempatan untuk mencetak agent of change berikutnya.
Burn Your Self !!
